Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Tandatangani MoA dan Pererat Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar

TANAH DATAR. FUAD - Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Tanah Datar, Selasa, 29 Desember 2020. Naskah kerjasama ini ditandatangani di kampus 2 IAIN Batusangkar di Cubadak di ruang Dekan FUAD.

Dekan FUAD IAIN Batusangkar Dr.Akhyar Hanif, MA menyampaikan bahwa perjanjian kerjasama antara perguruan tinggi dan Pemda sangat penting hal kebudayaan seperti pendokumentasian, pengkajian, pelestarian serta sebagai tindak lanjut dari UU No.5 Th 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Insya allah, IAIN Batusangkar siap membantu dan bekerja sama dengan bidang kebudayaan kab. Tanah Datar,” tegas Akhyar Hanif.

Sementara kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Riswandi, M.Pd mengatakan bahwa memang setiap instansi harus bekerja sama dengan perguruan tinggi karena banyak hal yang akan dikerjasamakan terutama dalam bidang kebudayaan.

Turut hadir Kabid Kebudayaan Abrar Mukhlis dan beberapa pejabat dan rombongan dari Pemda. Dari pihak IAIN dihadiri pula oleh Wakil Dekan, Kabag dan beberapa Ketua Program Studi. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan beberapa kegiatan kebudayaan di Tanah Datar di masa depan dan akan dimulai tahun 2021. (Red/Jam).

Share:

KPU Tanah Datar Gandeng Jurusan Pemikiran Politik Islam IAIN Batusangkar Sosialisasikan Pilkada

Batusangkar
, Senin (7/12) - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada tinggal menghitung hari). Pilkada yang akan dihelat pada Rabu (9/12) ini, tentunya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam Pilkada di tengah pandemi ini. Melihat hal tersebut, KPU Tanah Datar bersama jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) IAIN Batusangkar mengadakan dialog interaktif dengan judul "Pilkada di Tengah Pandemi, Kenapa Tidak?" yang diadakan pada Senin (7/12).

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar kampus II ini dihadiri oleh ikuti oleh pimpinan beserta dosen dan mahasiswa. Zulkifli, S.Ag., MHI selaku Ketua jurusan PPI sangat bersyukur dengan diadakannya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sebagai bentuk pendidikan politik baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.

"Dialog interaktif ini tentunya kita harapkan dapat memberikan pendidikan politik bagi kita, terutama partisipasi dalam pemilihan kepala daerah ini. Jadi jangan sampai kita golput, walaupun pilkada di tengah pandemi, partisipasi tetap harus diberikan dengan patuh pada protokol kesehatan," ungkap Zulkifli.

Pentingnya partisipasi masyarakat ini juga ditekankan oleh Thomas Hendriko dari KPU Tanah Datar. Baginya, masyarakat jangan sampai golput dalam pemilihan kali ini. Untuk mencegah hal tersebut, oleh karena itu KPU mengadakan kegiatan ini dengan bekerjasama dengan jurusan Pemikiran Politik Islam IAIN Batusangkar.

"Kegiatan ini kita harapkan memberikan edukasi dan pemahaman pada masyarakat bahwa pilkada di tengah pandemi ini kita lakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Jadi, masyarakat jangan takut untuk datang ke TPS," ungkap Thomas.

Thomas menuturkan, kegiatan pemilihan seperti pilkada ini sangat menentukan nasib daerah khususnya Tanah Datar lima tahun ke depan. Jangan sampai masyarakat mengabaikan hak mereka untuk memilih pemimpin yang mereka sukai.

"Jadi ketakutan-ketakutan di tengah masyarakat soal pilkada di tengah pandemi, Insya Allah kita sudah antisipasi. Mari sama-sama kita salurkan hak pilih kita semua yang akan menentukan nasib Tanah Datar lima tahun ke depan. Mari kita edukasi masyarakat untuk memilih karena waktu tinggal sedikit lagi," jelas Thomas.

Metri Hetrika salah satu mahasiswi jurusan Pemikiran Politik Islam IAIN Batusangkar yang menjadi salah satu peserta diskusi juga memandang penting kegiatan seperti ini. Baginya edukasi soal memilih di pilkada ini sangat penting agar masyarakat semangat berpartisipasi di tengah pandemi. Selain itu juga penting untuk melawan hoax.

"karena kita tau hoax di tengah pandemi ini semakin banyak, terutama berkaitan dengan Pilkada. Salah satu cara melawannya adalah dengan diskusi seperti ini. Sehingga kitapun mendapat pendidikan politik," tutup Metri. []

Share:

Youtube

Fanspage