Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Perkuliahan dan Ujian Masih Terkendala di Tengah Pandemi

Batusangkar— Sabtu (21/11) Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, membuat semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara online. Salah satunya Ujian Tengah Semester Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), IAIN Batusangkar mengadakan Ujian Tengah Semester. Berbagai kendala dan keluh kesah selama ujian, cukup banyak. Dan juga Ujian Tengah Semester tahun ini sedikit berbeda dengan ujian lainnya, karena dilakukan via zoom, meet, google classroom, via What’s App atau media-media online lainnya.

Beberapa mahasiswa dari fakultas FUAD pun ada yang berpendapat menyenangkan dan tidak banyak juga yang kesulitan dengan ujian online ini. Karna mereka menghadapi dosen yang berbeda-beda tipe pengajarannya dan juga tipe memberikan ujiannya. Beberapa dosen ada yang memilih tetap menjalankan ujian seperti kondisi daring, dimana ada batasan waktu satu setengah sampai 3 jam, ada pula yang memberikan tenggat waktu untuk pengerjaan sebanyak 1 hari hingga 2 minggu pengerjaan.

Aisyah Putri, salah satu mahasiswa KPI mengatakan “Ujian Tengah Semester ini menurut saya cukup menyenangkan. Meskipun kita tidak bisa bertatap muka langsung, namun karena ujian ini kita bisa bertatap muka dengan dosen dan teman-teman walaupun melalui goggle meet, zoom, dan aplikasi lainnya. Kendala nya selama ujian pastilah sama yaitu jaringan, karena kalau jaringan kita bagus, kita bisa ujian. Namun, jika tidak, kita tidak bisa ujian.

“Menurut saya Ujian Tengah Semester tahun yang terjadi saat ini kurang memuaskan, karena di semester ini kita dituntut untuk lebih sempurna dalam menjawab pertanyaan. Tapi untuk materi kita kurang maksimal dalam mendapatkannya. Kebanyakan dari kita dalam menjawab pertanyaan sekarang, banyak yang mengambil dari internet. Kendala yang sering terjadi itu masalah jaringan, dan Kuota, karena Ketika kita meng-upload tugas entah itu di classroom, What’s App group, dan juga You tube, kendalanya butuh jaringan yang bagus dan kuota yang cukup banyak. Dan saya berharap ujian sekarang tolong untuk dikondisikan waktu ujian karena dalam sehari bisa saja kita ada banyak ujian. Dan kami hanya meminta untuk tepat waktu dalam mengirimkan soal, dan kami akan berusaha untuk tepat waktu dalam mengirimkan jawabannya. Dan saling berkomunikasi antar dosen dan mahasiswa.” Tutur salah seorang Mahasiswa KPI yang tidak ingin disebut namanya.

Lilis Dahliya, salah satu mahasiswa psikologi Islam mengatakan “Ujian Tengah semester sekarang ini susah-susah gampang. Tapi lebih banyak susahnya dari pada gampang, karena selain masalah dalam memahami materi tapi juga masalah dan jaringan serta kuota yang sangat menentukan hasil UTS ini. Contohnya saja daerah saya, ketika sedang ujian tiba-tiba saja jaringan saya hilang. Harapan saya semoga diberi sedikit kelonggaran kepada mahasiswa dan saling memahami kendala serta kondisi yang terjadi saat sekarang. Agar tidak terjadi kekecewaan yang mendalam.”

“Semester ini banyak yang mata kuliahnya praktek sehingga saya dan teman-teman sedikit kebingungan dalam memahami pembelajaran dan saat ujian. Kendala yang terjadi banyak di jaringan, sehingga saat mengirimkan Ujian Tengah Semester sedikit kesulitan. Dan harapan saya semoga dosen memahami kendala yang terjadi terhadap mahasiswa.” Ucap Husniaturrahmi salah satu mahasiswa IPII.

Liana Utami, salah satu mahasiswa IPII pun mengatakan “Ujian Tengah Semester sekarang ini kurang efektif, contohnya dalam sehari ada tiga mata kuliah, belum mata kuliah pertama selesai, mata kuliah kedua pun juga sudah masuk. Dan dosen tidak menanyakan tentang hal itu. Kendala yang sering terjadi pada saat jaringan, ketika jaringan bermasalah dan pengumpulan tugas terlambat. Kurang nya memahami materi. Dan juga ada yang praktek, ketika praktek seharusnya kita langsung terjun ke lapangan namun karena kondisi ini kita hanya bisa melakukan secara virtual. Harapan saya Ujian selanjutnya dilakukan tatap muka, dan juga dosen memahami kondisi mahasiswa nya.”

“Menurut saya Ujian Tengah Semester saat ini kurang efektif karena mahasiswa kewalahan dalam memahami setiap mata kuliah sehingga cukup sulit untuk menjawab pertanyaannya. Dan saya berharap Ujian untuk besok tidak lagi dilaksanakan secara daring.” Kata Mahasiswi dari jurusan PPI Rafini Rawita melalui pesan What’s app.

Fadel Muhammad, salah satu mahasiswa IAT mengatakan “Saya merasa Ujian Tengah Semester sekarang terasa kurang efektif, karena soal-soal yang diberikan dosen sedikit sulit dari pada biasanya, dan juga dosen kurang mengerti bagaimana keadaan mahasiswa. Karena di kondisi ini kendala ya cukup banyak, seperti: Jaringan yang hilang-timbul, kurang nya referensi, dan juga kurang nya pemahaman dari materi yang diberikan. Dan saya berharap dosen memahami keadaan mahasiswa nya.”

Kondisi seperti ini pun juga dirasakan oleh Mahasiswa-mahasiswa baru dari IAIN Batusangkar. Melva Silvira, Salah satu mahasiswa dari Jurnalistik Islam mengatakan “Ujian Tengah Semester sekarang sistem nya cukup sederhana dan mudah dipahami karena dosen-dosen memberikan soal berupa soft file, namun sering terjadi kendala seperti jaringan dan kendala lain, dan Saya berharap nilainya memuaskan serta ujian untuk ke depannya tidak online lagi.”

Dibalik kesusahan mahasiswa, ternyata ada keresahan dari dosen-dosen IAIN Batusangkar mengenai mahasiswa nya yang terpaksa melaksanakan kuliah online dan ujian online, dan para dosenpun memberikan mahasiswa nya ujian yang sesuai dengan kapasitas yang mereka anggap sudah pas untuk kondisi saat ini. Para dosenpun berharap agar semua kondisi ini cepat berlalu agar semua bisa kembali seperti semula.

Salah satu dosen dari Jurusan KPI, ibu Zafirah Quroatun ‘Uyun mengatakan “ Menurut saya memang kurang kondusif, dikarenakan pertimbangan dosen juga kuliah online ini apakah materinya bisa terserap sempurna di setiap perkuliahan, mengingat banyak juga yang tidak bisa mengontrol aktivitas serta media pembelajaran yang beragam tetapi belum semua bisa di akses mahasiswa, antara regulasi dan teknisi di lapangan terlalu jauh berbeda dari kenyataannya. Misalnya jika memberlakukan Ujian Tengah Semester online dengan lisan, kendalanya di jaringan. Jika memberlakukan Ujian Tengah Semester offline, perintah pun kadang sukar dipahami meski sudah dituliskan pertanyaan dan aturannya terutama bagi mahasiswa baru yang belum terbiasa denga budaya akademik.”

“Harapan saya ke depannya supaya mahasiswa mampu membiasakan pola daring, jadi sudah mengantisipasi kendala dan dapat mengikuti perkuliahan dengan lancar. Dan bagi dosen supaya mengupgrade metode perkuliahan yang menarik dan mudah diakses mahasiswa agar perkuliahan dapat menghasilkan feedback sehingga perkuliahan dalam kelas dapat berlangsung efektif.” Imbuh ibu Zafirah. (Hasya/Salman)

 

Share:

Penyusunan Renstra FUAD 2020-2024

BATUSANGKAR. FUAD – Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusankar baru saja selesai melangsungkan kegiatan penyusunan Renstra (Rencana Strategis) untuk tahun 2020-2014. Kegiatan yang dilakukan di meeting room Emersia Hotel ini berupaya menyusun dan menyiapkan rencana kegiatan untuk satu periode kepengurusan fakultas.

Kegiatan penyusunan renstra dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 19-20 November 2020. Kegiatan hari pertama terdiri dari pembukaan dan pembuatan draft renstra. Kegiatan dibuka langsung oleh rektor IAIN Batusangkar, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ridwal Trisoni, M.Pd.

Dalam pembukaan, Ridwal mengatakan bahwa kegiatan penyusunan renstra ini merupakan momen dalam melakukan evaluasi atas kegiatan yang telah dilakukan beserta dengan pencapaian yang sudah didapat. Kegiatan dan strategi pencapaian yang dirumuskan dalam renstra menjadi acuan fakultas hingga tahun 2024, sehingga banyak harapan untuk peningkatan kualitas dan mutu pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

Pada hari kedua, dilakukan kembali finishing draft renstra dan penyempurnaan, kemudian dilakukan presentasi sebagai bentuk output kegiatan. [] (hm)
Share:

Wisuda Secara Drive Thru: FUAD Luluskan 16 Orang Wisudawan

BATUSANGKAR. FUAD – Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar mewisuda 16 Mahasiswa pada hari ini, Rabu (18/11) secara drive thru. Perhelatan wisuda ini merupakan sebuah terobosan baru bersama IAIN Batusangkar dalam menyelenggarakan wisuda di tengah-tengah pandemic yang juga belum mereda.

Wisudawan dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah berjumlah 16 orang yang berasal dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Wisudawan dari Jurusan IAT sebanyak 6 orang, yaitu Atikah Mabrurah, S.Ag., Aulia Rahmi, S.Ag., Mimi Gunitas, S.Ag., Putri Enda Sundari, S.Ag., Fadel Muhammad Fikri, S.Ag., Aditya Eka Putra, S.Ag., sementara wisudawan dari jurusan KPI sebanyak 10 orang, yaitu Randhi Ramadhan, S.Sos., Novia Maharani, S.Sos., Deswita Mulyana, S.Sos., Dhio Ramadhana Putra, S.Sos., Primadona Ayani, S.Sos., Gita Amanda, S.Sos., Anita Prihantika, S.Sos., Yossi Susanti, S.Sos., Nelva Melati, S.Sos., Vilsi apri Pratama, S.Sos.

Kegiatan wisuda ke-48 IAIN Batusangkar ini langsung dibuka oleh Menteri Agama RI secara live streaming kemudian dilanjutkan oleh rektor hingga penyerahan ijazah dan pemindahan toga. Seluruh panitia wisuda dan civitas akademik IAIN Batusangkar mengucapkan selamat atas gelar dan tanggungjawab baru sebagai alumni, sehingga diharapkan selalu menebar kebaikan dan membangkan almamater, bangsa dan negara. [] (hm)


Share:

FUAD Bekerjasama dengan Pemkab Tanah Datar Launching Sertifikasi Guru Tahfizh

BATUSANGKAR. FUAD - Rektor IAIN Batusangkar bersama Bupati Tanah Datar yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Wakil Rektor III serta Ketua Yayasan Syarifah Ghani membuka secara resmi program pendidikan guru tahfizh Tanah Datar, Senin 9 November 2020 di Auditorium IAIN Batusangkar.

“Faktor butuhnya PPG Tahfiz ini karena meningkatnya jumlah rumah tahfiz, adanya rumah tahfiz binaan Pemda dan latar belakang guru tahfiz yg belum memiliki kemampuan khusus dalam bidang tahfiz,” sambungnya. Mewakili Rektor IAIN Batusangkar,
Dr. Sirajul Munir, M.Pd mengungkapkan “Kegiatan ini amat strategis dalam membentuk generasi muda Tanah Datar. Rasulullah Saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya.” “Ada empat faktor trendnya Tahfizh hari ini,
Kebutuhan hari ini karena pengaruh teknologi, professionalitas para guru, dukungan pemerintah dan lembaga serta dukungan orang tua. Mempersamai kegiatan baik ini merupakan kegiatan yang sangat mulia, jika tidak, maka akan ada orang yang akan mempersamai hal yang tidak baik,” tutur Warek.

“Dan kami berharap kabupaten Tanah Datar menjadi kabupaten Tahfiz. Semoga tahun 2021 Tanah Datar bisa merekrut tidak hanya 1000 hafiz, namun bisa lebih 2000 atau 3000 hafiz, lanjutnya.

“Pesan kami kepada peserta capailah dengan sungguh-sungguh target selama program ini, mudah-mudahan di akhir program dapat menjadi guru yang mumpuni,” harapnya.

Selain 20 mahasiswa peserta PPG Tahfizh acara juga ini dihadiri Kemenag, Ketua MUI, Kabagkesra Setdakab, Ketua Islamic Center, Ketua Baznas, Ketua FKRT Tanah Datar dan Dekan, Wakil Dekan, Kepala UPT Ma’had Aljamiah serta dosen IAIN Batusangkar. [] (hm)

 

Share:

FUAD Kukuhkan Diri Sebagai Jawara Mahasiswa Berprestasi 2020

Batusangkar – Institut Agama Islam Negri Batusangkar sukses gelar acara Pilmapres 2020, pilmapres adalah acara pemilihan mahasiswa berprestasi. Acara ini perdana diadakan di IAIN Batusangkar pada tahun 2020. Acara ini sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu. Pilmapres ini dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. selaku Rektor IAIN Batusangkar pada Selasa, (03/11) di Auditorium IAIN Batusangkar.

Acara ini dimulai dengan pembukaan dan pemberian arahan oleh bapak Dr. Sirajul Munir, M.Pd. selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan dan kerja sama, yang diadakan di ruang pertemuan Dosen. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor, wakil Rektor, Dekan fakultas selingkup IAIN Batusangkar, dewan juri, para finalis, pemateri serta lembaga selingkup IAIN Batusangkar. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan parade dan pengenalan finalis pilmapres, puncaknya saat pengumuman pemenang Duta Institut Agama Islam Negri Batusangkar 2020, yang dimenangkan oleh Hafizah Al-Husna seorang Mahasiswi jurusan Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Tamu undangan yang hadir tidak banyak, karena keadaan yang masih dalam masa pandemi membuat panitia membatasi jumlah tamu yang diundang. Hafizah AL-Husna (pemenang duta institut) mengatakan “Untuk tahapan penyeleksiannya dimulai dari seleksi di jurusan, setelah itu perwakilan setiap jurusan diseleksi lagi oleh pihak fakultas dan terakhir perwakilan dari fakultas lanjut pada tahap seleksi tingkat institut. Fakultas ushuluddin adab dan dakwah ada 3 jurusan yang terpilih, yaitu jurusan PPI, IAT dan Psikologi Islam”

Hafizah Al-Husna juga mengatakan bahwa “ada beberapa persyaratan untuk peserta dimana syarat Umumnya IPK untuk jurusan sosial 3,50 dan jurusan eksak 3,25, sedangkan syarat khususnya yaitu peserta pernah mengikuti lomba, baik itu tingkat institut, kecamatan, kabupaten provinsi Nasional ataupun internasional. kemudian satu lagi Membuat karya tulis ilmiah, dan lain-lain.”

Sistem penilaiannya dari Institut yaitu menguasai beberapa bahasa, kemampuan dalam pedagogik, kemampuan intelektual serta kemampuan dalam komunikasi dan berinteraksi. Meski acara sempat tertunda dari jadwal yang ditentukan, terlepas dari itu tidak ada kendala berarti yang terjadi.

“Motivasi saya untuk mengikuti acara ini agar bisa memberikan kontribusi pada IAIN Batusangkar dan mengembangkan potensi mahasiswa, selain itu ingin mengekspor IAIN Batusangkar ke tingkat nasional dan internasional serta bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri, jurusan, fakultas, institut dan negara. Saya juga merasa bersyukur dan bangga karena diamanahkan menjadi duta Institut”. Tutur Hafizah Al-Husna selaku finalis dan pemenang pilmapres ini.

Ketua jurusan Psikologi Islam Sisra Zeni, S.Psi., M.Pd. berkata “Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bangga ketika mahasiswa Psikologi Islam meraih prestasi menjadi duta pilmapres 2020. Acaranya juga sangat bagus untuk mengembangkan bakat dan potensi mahasiswa untuk lebih maju”.

Hafizah al-Husna juga mengungkapkan kebahagiannya “saya pribadi merasa senang, bahagia, dan bangga, semoga dengan prestasi-prestasi yang seperti ini, saya biasa mengharumkan nama Institut Agama Islam Negri Batusangkar baik ke kancah Nasional maupun Internasional kedepanya.”(Angel,Kirana)

Share:

Youtube

Fanspage