Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

FUAD Selenggarakan Halal Bihalal Secara Daring


Tanah Datar. FUAD – Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar baru saja selesai menyelenggarakan halal bihalal yang dimulai sejak tadi pagi pukul 09.00 WIB. Pemilihan hari Jumat (29/5) untuk dilaksanakan acara ini adalah menimbang banyak keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT pada hari tersebut, sehingga diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk menambah amal karena terdapat sebaran kebaikan dan ikatan silaturahmi antar sesama.

Kegiatan yang dilangsungkan dengan menggunakan aplikasi google meet ini langsung dimoderatori oleh Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha FUAD, Yuldelasharmi, S.Ag., S.S., M.A. Dalam pembukaannya, Yuldelas membuka dengan berbagi salam dan keselamatan dalam rangka hari raya kemenangan setelah sebulan menjalani ibadah puasa. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan secara online, namun keseruannya tidak kalah dengan kegiatan tatap muka. Seluruh peserta yang berasal dari dosen dan karyawan selingkup FUAD dapat bercanda lepas sehingga mengobati rasa rindu yang hampir 3 bulan tidak bersua. 


Sebelum memulai tausiyah sebagai acara inti pada kegiatan halal bihalal, Dekan Fakultas Ushuluddin Adan dan Dakwah, Dr. Adripen, M.Pd., memberikan sambutan dan salam sukacita karena seluruh anggota FUAD tampak lebih bercahaya dan lebih baik. Beliau yang selalu membubuhkan humor dalam pembicaraan, juga mengingatkan seluruh dosen dan karyawan agar senantiasa meningkatkan performa kerja yang lebih baik. Banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, mengingat hampir 3 bulan lamanya kita hanya berkoordinasi jarak jauh. "Wacana new normal yang dicanangkan pemerintah akan kita hadapi dengan kesiapan yang baru juga tentunya" pungkasnya.

Acara halal bihalal diisi dengan ceramah yang diberikan oleh Dr. Zulkifli, M.Ag. Selain selaku Wadek bidang Kemahasiswaan beliau juga pernah menjabat sebagai ketua MUI Kabupaten Agam. Zulkifli menekankan senantiasa untuk menjaga kualitas ibadah meskipun bulan puasa telah usai, ditambah lagi dengan kehidupan saat ini mungkin sedikit berbeda dengan sebelumnya. Pembatasan sosial yang berdampak pada pembatasan ibadah di mesjid atau mushola menjadi sebuah tantangan baru bagi umat Islam, sehingga semua dituntut untuk sabar dan ikhlas sampai kondisi sudah kondusif kembali.[] (zain)
Share:

2 komentar:

  1. Alhamdulillah.,,,semoga silarurrahmu tetap terjalin walau lewat daring.

    BalasHapus
  2. Inilah salah satu hikmah yang bisa dinikmati kalangan Umat Islam setelah sebulan melaksanakan ibadah Ramadhan yang luarbiasa besar dampak sosialnya

    BalasHapus

Youtube

Fanspage