Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

FUAD Lengkapi Penghujung Tahun 2019 dengan Raker Fakultas

BATUSANGKAR. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar melaksanakan Rapat Kerja Fakultas pada hari Senin (30/12). Rapat kerja merupakan agenda tahunan yang memang dilaksanakan di akhir periode semester ganjil. Raker yang dikomandoi oleh Dekan FUAD dan Kabag Tata Usaha ini membahas beberapa poin, diantaranya adalah evaluasi capaian kegiatan yang telah dilaksanakan, membahas perencanaan dan kesiapan tahun 2020, serta melakukan finalisasi kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.
Seluruh kegiatan dan bentuk evaluasi disampaikan ketika rapat kerja guna untuk melihat bagaimana ketercapaian kegiatan yang diusulkan dan bagaimana pelaksanaanya, termasuk keuangan dan kendala yang dihadapi. Dengan mengadakan evaluasi dan perbaikan, pelaksana kegiatan mampu memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, baik berupa hambatan-hambatan maupun kondisi-kondisi yang dapat menguntungkan selama pelaksanaan kegiatan.
Dekan FUAD, Dr. Adripen., M.Pd, yang membuka kegiatan Raker Fakultas mewanti-wanti mengenai kedisiplinan pelaksana kegiatan dengan perencanaan yang telah diusulkan sebelumnya. “Saat ini masih banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan rancangan yang diajukan, walhasil FUAD memiliki surat perjanjian terbanyak si-institut” ungkapnya. Kegiatan yang terlaksana sudah sesuai dan dicapai dengan baik, namun perlu dilakukan evaluasi agar lebih baik lagi, agar seluruh kegiatan memang terlaksana sesuai dengan rancangan yang diusulkan.
Raker yang diadakan sebelum pergantian tahun ini menghadirkan seluruh dosen dan karyawan di tingkat fakultas, kemudian hasil raker akan disampaikan pada raker tingkat institut. Harapannya raker fakultas ini memberikan inspirasi yang positif bagi unit lain, karena FUAD juga dinobatkan sebagai salah satu unit yang memiliki laporan dan pelaksanaan kegiatan yang memadai, sehingga dapat dikatakan ini merupakan sebuah pencapaian yang harus diapresiasi meski tetap diakui masih jauh dari kata kesempurnaan. [](Zain)
Share:

Dekan FUAD Terima Kunjungan dari BPS Tanah Datar

BATUSANGKAR. Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar beserta rombongan menerima kunjungan dari Badan Pusat Statistik Tanah Datar pada hari Jum’at (27/12). Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Dekan FUAD ini membahas mengenai usulan kerjasama dalam melakukan sosialisasi sensus berbasis online yang akan diselenggarakan pada tahun 2020 yang akan datang. Penjajakan yang dilakukan Rombongan BPS mengharapkan bahwa target untuk sosialisasi mencapai target yang disesuaikan dengan jumlah mahasiswa di lingkup IAIN Batusangkar.
Penjajakan dan kerjasama ini seyogianya merupakan hubungan literal antara BPS dengan IAIN dalam mensukseskan sensus penduduk pada tahun 2020, meskipun kegiatan dilaksanakan di Ruangan FUAD. Wakil Rektor Bidang Akademik, Dra. Desmita, M.Si., dan Dekan Se-lingkup IAIN Batusangkar yang hadir dalam kegiatan penjajakan oleh BPS Tanah Datar tersebut mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi bisa saja dilaksanakan di kampus IAIN asal fokus dan sasaran nya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan, khususnya mahasiswa yang sedang menimba ilmu di IAIN Batusangkar, apalagi mereka merupakan agen-agen yang akan melanjutkan estafet pembangunan di tahun-tahun berikutnya” tambahnya.
Persoalan administrasi kemasyarakatan seperti sensus penduduk sudah sejatinya harus dapat difahami oleh anak-anak muda, mengingat perkembangan teknologi saat ini sudah berkembang sedemikian rupa. Merajalelanya teknologi gadget seharusnya tidak menjadi penghambat bagi kalangan muda untuk melakukan inovasi, justru hal tersebut dapat dijadikan sebagai metode-metode baru dalam proses administrasi. Selain untuk menghemat waktu dan tenaga, penggunaan teknologi tentunya dapat meningkatkan kualitas SDM di masyarakat dalam bijak menyikapi perkembangan.
Ir. M. Hudaya, kepala rombongan dari BPS Tanah Datar, menyebutkan bahwa pentingnya sosialisasi ini dilakukan untuk menunjang pemanfaatan teknologi mutakhir dalam menyokong proses administrasi di masyarakat. “sebelumnya kita mengenai adanya KTP Elektronik, dan elektronik yang lainnya, sekarang saatnya juga kami memperkenalkan mengenai sensus penduduk secara online. Jadi setiap masyarakat langsung melaporkan kondisi nya dengan akurat dan berimbang. Sebelumnya sensus online sudah dilaksanakan di Bali dan Yogyakarta, dan sekarang saatnya Batusangkar yang akan menyelanggarakannya. Mahasiswa kami libatkan dalam proses ini karena kami sangat meyakini bahwa teknologi gadget atau elektronik yang lainnya sangat dekat dengan kehidupan mereka,” tambahnya di akhir kegiatan.[](Zain)
Share:

Gen Happy Perpustakaan ’17 Sukses Selenggarakan Acara Nobar 2019

BATUSANGKAR. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam pada hari Senin (16/12) sukses mengadakan acara nonton bareng sosialisasi profesi pustakawan. Kegiatan yang diusung memiliki tema “Transformasi Pustakawan: From Smart Librarians To Smart Society” ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Syariah IAIN Batusangkar. “Saya selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman IPII’17 dan dosen pembimbing kegiatan yang telah meluangkan waktu dan memberikan kesempatan yang baik bagi mahasiswa IPII dalam mensukseskan kegiatan nobar ini” ungkap ketua Panitia dalam memberikan kata sambutannya.
Senada dengan Sri Wahyuni, M.IP selaku Penanggung Jawab acara Nobar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari kegiatan sosialisasi mahasiswa IPII’17 , dimana kegiatan ini merupakan Ujian Akhir Semester matakuliah Etika Profesi Pustakawan yang dikemas dalam bentuk Final Project. Sri juga mengatakan bahwa untuk zaman milenial seperti saat ini mahasiswa tidak hanya melulu di kelas, tapi mereka harus mampu mengimplementasikan ilmunya di luar kampus. Persiapan kegiatan nobar sudah disiapkan dengan matang dengan briefing di setiap minggunya, guna melihat perkembangan perdevisi dalam mensukseskan acara tersebut.
Acara nobar IPII disambut baik oleh beberapa pihak, baik dari mahasiswa maupun dari penggiat jurusan sendiri.  Kegiatan yang dilaksanakan dengan semboyan Gen Happy dapat mencuri perhatian beberapa kalangan yang mungkin tidak terkait dengan ilmu perpustakaan, namun masih ikut berpartisipasi dan meramaikan kegiatan tersebut.
Yuldelasharmi, selaku Dosen Senior Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam memberikan apresiasi yang cukup bagus terhadap terselenggaranya acara ini, mengingat UU No. 43 tahun 2007, Pustakawan adalah seseorang yang menempuh pendidikan keilmuan. Namun jika dilihat dalam artian umum, Pustakawan adalah orang yang memiliki kepedulian terhadap perpustakaan dalam mengelola maupun mendayagunakannya.
Khairina MH, Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan, juga menyambut kegiatan ini dengan sukacita. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialiasi mahasiswa ke masyarakat maupun ke sekolah-sekolah, hal ini selain untuk meningkatkan kreatfitas mahasiswa juga sangat membantu Fakultas dalam mempromosikan maupun mmperkenalkan Jurusan Ilmu Perpustakaan, yang mungkin selama ini Pustakawan dan Perpustakaan adalah sesuatu hal yang tabu di masyarakat. Dan juga Ketua Jurusan memberikan selamat dan A+ dalam mensukseskan kegiatan ini, sehingga acara pada hari dapat berjalan dengan lancar.  “Dan saya harap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan agar dalam matakuliah selanjutnya, mahasiswa IPII dapat lebih kreatif,  dan inovatif lagi, karena di era milenial ini mahasiswa dituntut untuk berkreatifitas, sudah tidak zamannya lagi metode CBSH (Catat Buku Sampai Habis)” imbuhnya.
Dan di Puncak Acara, dilaksanakan kegiatan Nobar (Nonton Bareng) video hasil kegiatan sosialisasi Mahasiswa IPII Semester V, dimana terdapat 6 video dari masing-masing kelompok. Mahasiswa IPII angakatan 17, 18, 19, Dosen, Ketua Jurusan, sangat antusias dalam menonton video sosialisasi Mahasiswa IPII [] (Fira/Z). 
Share:

Persiapkan Skill Pustakawan, Himpunan Mahasiswa Perpustakaan Laksanakan Workshop Literasi

PADANG. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam mengadakan acara Workshop Literasi pada hari Selasa (29/10). Acara yang dihelat di Aula Badan Perpustakaan dan Dinas Kearsipan Sumatera Barat dihadiri ini diberi tema “Melengkapi Puzzle Skill Pustakawan pada Era Milenial” dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Dr. Adripen, M. Pd, Dr. H. Zulkifli, MA, selaku Wakil Dekan III, Yuldelas Harmi, S.Ag.,SS.,MA, Khairina, S.H., M.H. dan Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom yang merupakan tenaga pengajar di IAIN Batusangkar.
Materi pada kegiatan ini disampaikan oleh  Wardarusmen yang memfokuskan pada Penyusunan Data Dan Pembangunan Kearsipan di Badan Perpustakaan Dan Dinas Kearsipan Sumatera Barat, yaitu berupa  dokumen data dan informasi Bidang Perpustakaan dan Kearsipan yang disusun merujuk  pada  Lampiran I Permendagri No. 54 Tahun 2010  Tanggal 21 Oktober 2010 Tentang Tata Cara Pengolahan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah. Data dan Informasi ini digunakan sebagai acuan  berisikan informasi tentang perkembangan perpustakaan dan kearsipan yang mencakup data informasi tentang Perpustakaan, seperti Jumlah Perpustakaan, tingkat kunjungan per-Tahun, Jumlah koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan Provinsi maupun kabupaten/kota serta data dan informasi bidang Kearsipan.
Penyusunan Data dan Informasi pembangunan Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat merupakan bentuk upaya dalam menyiapkan dokumen yang berisi Data perkembangan Kelembagaan Kearsipan dan Perpustakaan di Sumatera Barat dan potensi pembangunan dilihat dari sektor Kearsipan dan Perpustakaan yang nantinya bisa digunakan sebagai data/informasi dalam menyusun kebijakan-kebijakan. Adapun tujuannya adalah menyajikan data potensi bidang Kearsipan dan Perpustakaan sebagai data penunjang untuk mengoptimalkan program pembangunan.
Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom sebagai pemateri kedua pada kegiatan ini memberikan asumsi bahwa Pustakawan itu KEREN artinya Kreatif, Energik, Ramah, Empati, Nasionalis. Faktor yang dapat menunjang ke-keren-an pustakawan itu adalah: 5% Gedung Perpustakaan, 20% Koleksi, 75% Tenaga Perpustakaan.
Pada akhir kegiatan, panitia melakukan evaluasi berupa feedback dari setiap peserta atas kegiatan yang telah dilangsungkan. Evaluasi dilakukan dalam bentuk angket dan pertanyaan terbuka. “Evaluasi ini dinilai penting sebagai acuan untuk kegiatan serupa di masa mendatang lebih optimal” ungkap Rika pada sesi penutupan. [] (Rk/Z)
Share:

Youtube

Fanspage