Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Jurusan PPI Sukses Lomba Membaca UUD 1945 dan Puisi Politik


PPI, Batusangkar – Sebagai ajang untuk membangkitkan jiwa nasionalisme siswa-siswa SMA/MA se Tanah Datar, Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menggelar lomba baca puisi politik dan membaca UUD 1945 pada Jumat (29/11). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari gelaran FUAD FAIR ke II dalam kemasan Politik Islam Expo yang diselenggarakan dari 28 sampai 30 November 2019.


“Alhamdulillah, kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh jurusan PPI berjalan dengan lancar. Kita memang bermaksud untuk membangkitkan semangat nasionalisme siswa-siswa SMA/MA ini, sekaligus juga sebagai ajang untuk menampilkan bakat-bakat mereka,” ungkap Dewi Dahlan selaku Dosen PPI sekaligus juri pada lomba tersebut.

Dewi menuturkan, kegiatan tersebut juga sebagai ajang untuk pendidikan politik. “Puisi politik yang kita lombakan itu untuk meransang otak siswa-siswa tersebut untuk jeli dalam melihat masalah politik yang ada, baik nasional maupun internasional. Nah masalah tersebutlah yang kemudian dingkat menjadi puisi dan dilombakan,” lanjutnya.


Pendapat tersebut diamini oleh Ulya Fitri yang juga dosen PPI dan juri lomba. Menurut Ulya, pendidikan politik penting ditanamkan sejak dini, agar masyarakat paham akan pentingnya memahami kondisi politik saat ini, khusunya krisis politik yang melanda umat Islam.

“Kita bisa contohkan krisis politik yang melanda Palestina. Bagaimana negara tersebut masih terjajah sampai saat ini. Sebagai anak-anak politik Islam tentunya kita harus peduli terhadap masalah tersebut,” ungkap Ulya.


Kegiatan lomba baca puisi politik dan membaca UUD 1945 ini sendiri disemarakkan oleh beberapa SMA/MA di Tanah Datar.  “Kita sangat senang dengan antusia siswa-siswa SMA ini. Bahkan ada yang semangat membacakan puisi tentang Palestina, bagaimana kehidupan masyarakat di negara tersebut tidak seenak masyarakat Indonesia saat ini,” ungkap Zafirah Qurroya Uyun yang juga juri dari lomba tersebut.

Dalam pagelaran FUAD FAIR II ini tidak hanya menyelenggarakan Politik Islam Expo tetapi juga kegiatan lainnya seperti Lomba Tahfidz, Lomba Mewarnai, Psikologi CUP, Lomba Karangan, Gebyar Psikologi, Festival Malamang dan Lomba Melamang dan berbagai kegiatan yang di kemas dalam menumbuhkan kreativitas pada mahasiswa FUAD seperti, Workshop Kepolisian, Lomba Fotografi, Bazar Kuliner, ICD EXSPO dan Seminar Anti Narkoba. [] (fajri)


Share:

Angkat FUAD FAIR 2, IAIN Batusangkar Perkenalkan Kegiatan Unggulan


FUADNews, Batusangkar - Sebagai Fakultas yang unggul dalam kajian keilmuan dakwah yang berbasis riset dan tekhnologi dalam pendidikan dan pembelajaran di IAIN Batusangkar. Dalam menjadikan fakultas yang terinterkonektif dengan kearifan lokal di kampus berbasis Akreditasi, dengan tujuan akhir menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, tangguh, mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja baru.

Hal ini diungkapkan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar Dr. Adripen, M.Pd. dalam pergelaran “FUAD FAIR II” dengan mengambil tema “Kuatkan Karakter Bangsa Melalui Integritas yang Terinterkonektif dengan Kearifan Lokal, selama tiga hari, kamis/sabtu-28/30 November 2019.

Lebih lanjut Adripen mengatakan FUAD FAIR II ini merupakan kemasan, pembungkus dan kemasan dari berbagai aktifitas-aktifitas kegiatan pada masing-masing jurusan yang ada pada FUAD yakni Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, Komunikasi Penyiaran Islam, Pemikiran Politik Islam, Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Pengembangan Masyarkat Islam dan Jurusan Psikologi Islam.

Kegiatan FUAD FAIR II mengabungkan kegiatan-kegiatan yang ada pada masing-masing jurusan yang ada di FAUD. Sehingga akan menjadi tiga tujuan utama dalam ajang FUAD FAIR II ini, antara lain, pertama Integritas ajang menumbuhkan, meningktakan, megembangkan aktifitas, produktivitas pada masing-masing jurusan, sehingga FUAD FAIR ini bisa di harapkan dari tahun-ketahun bisa meningktakan produktivitas pada masing-masing jiwa mahasiswa terkhusus pada Fakultas ini,

Kedua dari FUAD FAIR ini, sebagai wadah membangun kerjasama dengan berbagi instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Kab. Tanah Datar, sehingga menjadikan kegiatan ini semakin di kenal di tengah-tengah masyarakat, ketiga bagai mana menjadikan FUAD FAIR ini, ajang promosi jurusan –jurusan yang ada di FUAD dan IAIN Batusangkar sehingga  minat masyarakat akan tumbuh dan tinggi untuk menuntut ilmu di IAIN Batusangkar,

“Dalam ajang FUAD FAIR II ini begagai kegiatan dan perombaan yang akan di laksakan selama tiga hari berturut ini antara lain, Lomba Tahfidz, Lomba Mewarnai, Psikologi CUP, Lomba Karangan, Gebyar Psikologi, Festival Malamang dan Lomba Melamang dan berbagai kegiatan yang di kemas dalam menumbuhkan kreativitas pada mahasiswa FUAD seperti, Politik Islam EXPO, Workshop Kepolisian, Lomba Fotografi, Bazar Kuliner, ICD EXSPO dan Seminar Anti Narkoba," ungkap Adripen

Sementara itu Wakil Rektor II Dr. Marjoni Imamora, M.Si menyampaikan dalam bahwa keguatan ini, bisa menumbuhkan semangat aktifitas-aktifitas mahasiswa IAIN Batusangkar terutama di FUAD ini. Sehingga kegiatan ini bisa menjalin, menggagas kemampuan dari mahasiswa FUAD itu sendiri, sehingga bagai mana semua jurusan yang ada di FUAD IAIN Batusangkar bisa tersosialisasikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut marjoni mengatakan keguatan yang luar bisa bagian dari perguruan tinggi yang Integratif dan Interkonektif dalam keilmua, bereputasi Global dan tidak meninggalkan kearifan lokal, ini tidak bisa terlepas dari kegiatan-kegiatan lainya, kegiatan-kegiatan tingkat nasional, perlombaan, seminar dan kajian-kajian keilmua, ini semua adalah memperkenalkan IAIN Batusangkar di tengah-tengah Masyarkat, “tutup marjoni”. [] (Doni)

Share:

Gelar Lomba Karangan Interaktif, HMJ IPII Tingkatkan Minat Menulis Masyarakat

BATUSANGKAR. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan acara Lomba Karangan Interaktif II pada hari Senin (25/11). Kegiatan yang mengusung tema “Penulis Interaktif Menjalin Silaturrahim Bersama Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Era Milenial” ini dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar.
Lomba Karangan Interaktif yang diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan yaitu Bapak Dr. H. Zulkifli, MA yang memberikan apresiasi luar biasa untuk mahasiswa IPII karena telah mampu mengangkat acara LKI ini bukan hanya se-Sumbar, tetapi mencakup se-Sumatera.
Lomba Karangan Interaktif ini merupakan hasil dari program kerja HMJ IPII. guna melihat perkembangan perdevisi dalam meningkatkan minat literasi, terutama pada kegiatan membaca dan menulis. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Penulis Interaktif Menjalin Silaturrahim Bersama Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Era Milenial,” kemudian diturunkan menjadi pilihan sub tema diantaranya mengenai pahlawan tanpa tanda jasa karena berdekatan dengan hari guru. LKI ini merupakan LKI yang ke-II, dan juga merupakan gebrakan baru untuk mahasiswa IPII dalam mengembangkan dan memperkenalkan tentang Perpustakaan ke sekolah-sekolah ataupun ke masyarakat.
Penampilan karya oleh para peserta terpilih yang dijadikan sebagai inti kegiatan dilakoni oleh seluruh peserta dengan sangat antusias, sehingga munculnya ide kreatif dan kreasi yang membuat acara lomba lebih meriah. Penilaian setiap karya yang ditampilkan dilakukan oleh Niki Martoyo,S. Pt., Rika Jufriazia Manita, M. I. Kom, dan Sri Wahyuni, M. IP. yang bertindak sebagai juri dan dewan penilai.
Lomba karangan interaktif ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan sekaligus penyerahan hadiah. Untuk pemuncak juara ditempati oleh  Riesky Milly Valdo dari IAIN Batusangkar, kemudian diikuti oleh Muhammad Zaky Nofriansyah dari MAN 2 Tanah Datar dan peringkat ketiga diperoleh oleh Amellia Cahyani dari SMA 3 Batusangkar. Pada sesi pembagian hadiah, Zulkifli, MA., sebagai perwakilan fakultas memberikan ucapan selamat dan motivasi untuk terus berkarya bagi seluruh peserta agar budaya literasi menjadi kebiasaan yang tetap terus dikembangkan. [] (Rk/Z)
Share:

FUAD IAIN Batusangkar Sukses Menggelar Seminar Internasional Komunikasi Antar Bangsa

Batusangkar. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar menyelenggarakan seminar internasional dengan tema Komunikasi Antar Bangsa pada hari Kamis (31/10). Kegiatan ini diselenggarakan dengan kerjasama antara Fakultas FUAD dengan Pusat Pengkajian Islam UiTM Melaka di Malaysia. Kegiatan yang bertajuk komunikasi ini juga menawarkan adanya penyegaran dalam berbagi pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya prinsip komunikasi yang baik, terutama bagi pendakwah, maka tema yang dibahas dalam penjabarannya adalah Etika Komunikasi bagi pendakwah, sehingga diharapkan peserta yang merupakan calon pendakwah di masa depan memiliki nilai-nilai yang harus diperhatikan tersebut.

Prof. Madya Dr. Salahudin, sebagai ucap tama, langsung didatangkan dari Malaysia, menyampaikan bahwa etika komunikasi zaman sekarang sudah mengalami pergeseran dibandingkan dengan zaman dahulu seiring dengan perkembangan teknologi era 4.0, bahkan sekarang sudah mulai memasuki babak era 5.0. Tantangan yang akan dihadapi tentunya semakin kompleks, karena komunikasi yang dilakukan saat ini tidak terbatas oleh ruang dan wilayah. Kita dapat melakukan komunikasi dengan siapa saja dan dimana saja. Implikasi dari terbukanya ruang komunikasi tentunya menjadikan masyarakat harus lebih menata etika dalam berkomunikasi. Pemateri juga mengatakan bahwa saat ini tidak sedikit konflik yang terjadi di dunia ini yang disebabkan oleh kesalahan dalam komunikasi bahkan hanya merupakan masalah bagaimana menempatkan diri dalam koridor norma komunikasi.

Selain Prof. Salahudin dari Malaysia, seminar internasional juga dibersamai oleh Rektor IAIN Batusangkar, Dr. Kasmuri, M.A., bertindak dalam membuka acara serta menyajikan materi dalam format keynote speaker. Beliau menyampaikan bahwa penting sekali bagi kita untuk menjaga pola komunikasi, terutama dalam berdakwah. Jangan sampai tujuan mulia dakwah ternodai hanya gara-gara komunikasi yang dilakukan tidak sesuai etika. “Percuma saja berdakwah jika bahasa yang disampaikan menyakitkan dan jauh dari sarat etika” imbuhya.

Kegiatan seminar internasional komunikasi antar bangsa menghadirkan seminar paralel, guna menunjang kegiatan utama, yang berlangsung di kelas-kelas yang lebih kecil. Kelas paralel dilangsungkan dengan pembicara dari UiTM dan FUAD IAIN Batusangakar. Desain kelas lebih menonjolkan bentuk join seminar yang diharapkan dapat memadukan pengetahuan dari bidang yang berbeda, sehingga mampu menghadirkan materi yang terintegrasi. Dr. Adripen, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwa IAIN Batusangkar, mengatakan bahwa Kegiatan join seminar yang dibungkus dengan acara seminar internasional antar bangsa ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kita dalam menjalin kerjasama dan berbagi pengetahuan, khususnya pengetahuan lintas negara dan lintas keilmuan. “melalui acara ini kita dapat membuktikan bahwa FUAD memang memiliki integritas dan kemampuan dalam menjalin kerjasama dan melaksanakan kegiatan semacam ini, bahkan kita akan mengembangkan lagi ke depannya” tutupnya. [] (zain)
Share:

Visiting Doctor Jurusan PMI Hadirkan Pembicara Lintas Negara

FUAD. Batusangkar. Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar sukses menyelenggarakan kegiatan visiting doctor pada hari Kamis (31/10) di Auditorium Kampus. Kegiatan visiting doctor dirancang untuk saling berbagi pengalaman sesuai dengan kondisi dan tema kekinian. Kegiatan yang merupakan visiting doctor kedua yang diselenggarakan oleh Jurusan PMI mengambil tema komunikasi antar bangsa, atau lebih spesifik pada etika komunikasi bagi calon pendakwah. Sebagaimana diketahui bersama bahwa lulusan PMI diharapkan merupakan tombak-tombak tersiarnya dakwah di bumi nusantara dengan pendekatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung, jurusan PMI menghadirkan pembicara level internasional yang didatangkan langsung dari negara Malaysia. Prof. Madya, Dr. Shalahudin yang menjadi pembicara pada kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi, terutama bagi pendakwah dan calon pendakwah. Banyak persoalan yang muncul saat ini, terutama sesuai dengan perkembangan teknologi, masyarakat dapat melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Banyaknya celaan dan ujaran kebencian, serta opini yang tidak bertanggungjawab tersebar di masyarakat karena banyaknya penyalahgunaan media dalam berbagi informasi yang tanpa disadari sejatinya hal tersebut telah mencederai fungsi perkembangan teknologi, yang dikenal pada era 4.0.
Hal ini juga dibenarkan oleh Rektor IAIN Batusangkar, pada kesempatan ini membuka acara dan menjadi keynote speaker, bahwa banyak kejadian yang luar biasa yang terkadang jauh dari nalar kita sebagai pendidik. Banyak sekali informasi yang tidak benar disebarkan melalui jaringan media, sehingga penurunan kualitas etika komunikasi sangat terlihat mencolok, bahkan rasa saling menghormati dan menghargai juga ikut tergerus bersama perkembangan jaman. “saya dulu kalau mau bicara atau melontarkan kalimat harus mikir-mikir berulang, nah kalau sekarang saya lihat yang penting disebar aja dulu setelah itu baru mikir kebenarannya” tambahnya.
Iswadi, MA., Selaku salah satu panitia kegiatan yang juga menghadirkan beberapa mahasiswa dan tenaga pengajar dari UiTM Melaka mengungkapkan kebahagiaannya karena jarang sekali kegiatan visiting doctor yang diselenggarakan jurusan menghadirkan pembicara dari negara lain. Dalam komentarnya ketika ditemui, tidak dapat disangkal bahwa ini merupakan bentuk keberhasilan dan kerjasama tim dalam menyiapkan kegiatan. Harapannya kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan. “kan luar biasa jika kegiatan visiting doctor yang dilaksanakan jurusan tapi animonya seperti seminar internasional” punkasnya. [] (zain)
Share:

Youtube

Fanspage