Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Visiting Doctor IAT Hidupkan Kembali Semangat Pengkaji Al-Qur’an

FUAD, Batusangkar – Mengulang deretan kesuksesan visiting doctor yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), prodi Ilmu Al-Qr’an dan Tafsir menghadirkan profesor tafsir yang lebih dari mumpuni. Mengusung tema “Pengkaji Al-Qur’an di Era Disrupsi” guru besar Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Bapak Prof. Dr. H. Rusydi A.M, L.c., M.A. hadir sebagai pemateri. 

Acara yang merupakan program unggulan jurusan IAT ini turut menghadirkan dosen beserta mahasiswa IAT, KPI, Psikologi dan prodi-prodi lainnya di FUAD. Pada Rabu, 30 November 2019, visiting doctor IAT bertempat di aula gedung FEBI pada pukul 08.00 dan berlangsung khidmat. Acara ini dibuka dan disambut langsung oleh bapak Dr. Irman, M.Pd selaku Wakil Dekan I sekaligus mewakili bapak Dekan FUAD yang sebelumnya berkesempatan menyambut pemateri di ruangan Dekan FUAD. 


Pada forum visiting doctor, bapak Rusydi menyampaikan keluhannya mengenai era disrupsi yang justru menggerus akhlak para pengkaji Al-Quran. Rusydi menggambarkan era disrupsi sebagai sebuah tanaman yang telah tercabit dari akarnya, layu dan rusak. Padahal nenurutnya, era disrupsi tidak hanya membawa efek negatif.

“Era disrupsi yang ditandai dengan perkembangan teknologi harusnya menjadi alternatif sarana yang mendukung dan aksesibel bagi para pengkaji Al-Quran, tapi yang terjadi justru sebaliknya, seolah teknologi mempermainkan kita dan kita tidak siap untuk menerima itu” tuturnya.  Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi oleh para mahasiswa IAT dan penyambutan yang sakral dengan doa serta ceremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahasiswa. 


Dalam sambutannya, Irman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan unggulan setiap prodi. “kami berharap ada tindaklanjut kerjasama antara prodi IAT FUAD IAIN Batusangkar khususnya dengan prodi tafsir di UIN Imam Bonjol sama seperti layaknya MoU yang telah disepakati dengan UIN Gunung Djati sebelumnya, malah jika bisa dengan prodi-prodi lain dan kita harapkan mendapatkan banyak ilmu serta pengalaman dari forum ini” lanjutnya. “karena sebenarnya ini kebutuhan bagi mahasiswa, bukan sekedar keinginan prodi atau keharusan kegiatan ini berjalan tiap tahunnya” pungkasnya. Forum visiting doctor ini ditutup dengan nasehat dan himbauan dari bapak Rusydi agar menghidupkan kembali semangat dalam mengkaji ilmu Al-Qur’an khususnya bagi para pemuda di era disrupsi ini. [] (Zafira)
Share:

SEMA FUAD Adakan Pelatihan Teknik Persidangan dan Sekolah Legislatif


FUADNews, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengadakan pelatihan Teknik Persidangan dan Sekolah Legislatif. Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (30/10) yang dihadiri langsung oleh Dr. Zulkifli, MA Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama serta Fefri Koni, SHI., MA selaku Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD.
  
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Dekan III. “Tentu kegiatan ini perlu kita apresiasi karena ini ilmu penting bagi mahasiswa untuk paham bagaimana teknik persidangan yang benar sehingga mahasiswa FUAD ini paham tata cara persidangan yang benar,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menuturkan, kegiatan mahasiswa tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknik persidangan saja tetapi juga menambah ilmu mahasiswa mengenai legislatif. “Dengan Sekolah Legislatif mahasiswa diharapkan paham mengenai apa itu legislatif, fungsinya seperti apa, dan cara kerjanya itu seperti apa,” ujarnya.

Senada dengan Zulkifli, serta Fefri Koni, SHI., MA selaku Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD melihat pengetahuan-pengetahuan seperti ini sangat penting bagi mahasiswa. “Pengetahuan mengenai teknik persidangan ini kan belum tentu ditemui oleh mahasiswa di perkuliahan. Nah inilah tempat bagi mahasiswa untuk melatih dan menambah ilmu mengenai teknik persidangan maupun mengenai legislatif,” ucapnya.


SEMA sendiri berharap dengan kegiatan tersebut pengetahuan mahasiswa bertambah dan semakin paham beratap pentingnya mengetahui teknik persidangan maupun tentang legislatif. “Nanti ke depannya tidak ada lagi kebingungan di mahasiswa mengenai teknik persidangan yang benar maupun berkaitan dengan legislatif. Kita ingin semua pembelajaran ini dapat diserap dengan baik oleh peserta,” tutup Teguh Chaniago dari SEMA FUAD. (fajri) []

Share:

Mahasiswa PPI Adakan Bedah Buku Konstelasi Electoral dan Keterbelahan Publik


FUADNews, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan minat baca dan diskusi, mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan kegiatan bedah buku “Konstelasi Electoral dan Keterbelahan Publik”. Kegiatan yang diadakan pada Jumat (25/10) tersebut, menghadirkan langsung penulis buku yaitu Pangi Syarwi Chaniago, S.IP, M.IP.

“Kita dari universitas dan fakultas tentunya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah seperti ini. Dengan kegiatan ini, kita berharap dapat menumbuhkan kembali minat baca dan diskusi sehingga menghasilkan ide-ide menarik yang berkontribusi bagi bangsa ini. Jangan sampai mahasiswa hanya fokus pada nilai akademik saja,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD dalam sambutannya.

Adripen juga mendorong jurusan PPI untuk konsisten melakukan kegiatan seperti ini untuk ke depannya. “Mudah-mudah ke depannya jurusan PPI juga dapat menghadirkan penulis-penulis buku politik handal yang dapat memberi banyak ilmu bagi mahasiswa ini,” lanjutnya.


Dalam diskusi tersebut, Pangi yang juga merupakan Direktur VoxPol Center menjelaskan bagaimana telah terjadinya pembelahan di masyarakat pasca Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), khususnya pada Pilpres 2019 lalu. “Pembelahan ini kan sangat terlihat, ada kubu cebong maupun kampret. Dua kubu ini saling caci dan memaki. Hanya gara-gara beda pilihan, jadinya malah saling memusuhi,” terangnya.


Pangi menyesalkan pembelahan tersebut terjadi. Padahal di tingkat elit sendiri tidak terjadi pembelahan sebesar yang terjadi di dalam masyarakat, bahkan menurutnya, pasca pilpres 2019 elit yang bertikai malah saling mahu membahu dalam membagi kekuasaan. “Akhirnya kan yang rugi masyarakat sendiri. Dulu mati-matian belain jagoannya, eh taunya jagoanya sekarang berkoalisi,” lanjutnya.


Pangi mengingatkan masyarakat agar tidak mati-matian dalam membela suatu pasangan calon, cukup membela dan mencintai sekedarnya. “Intinya jangan mati-matianlah belain jagoan, karena politik ini bicara kepentingan. Yang elit tentunya memikirkan keuntungan yang mereka dapatkan. Yang rugi ya masyarakat bawah,” tutupnya. [] (fajri)

Share:

Visiting Doctor PPI Bahas Politik Indonesia Pasca Pilpres 2019


FUAD, Batusangkar – Semangat menyemarakkan kembali kegiatan diskusi kembali dilakukan oleh Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar dengan mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Rabu (16/10) kegiatan tersebut dilakukan dengan mengangkat tema “Peta Politik Indonesia Pasca Pilpres 2019” dengan pembicara utama Dr. Burhanuddin Muhtadi, M.A yang merupakan Dosen Politik UIN Syarif Hidayatullah dan Direktur Eksekutif Indikator Politik.


“Kegiatan visiting doctor ini memang menghadirkan para doktor yang handal dalam bidangnya. Ini untuk mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam berdiskusi dan berliterasi. Kita angkat tema ini karena kondisi politik Indonesia ini menarik dikaji terutama pasca pilpres 2019 lalu,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar dalam sambutannya.


Adripen menuturkan, peta politik Indonesia pasca pilpres 2019 menjadi kajian menarik karena sebelumnya pada pilpres 2019 lalu terjadi politik yang kurang baik bagi keutuhan bangsa Indonesia. “Kalau kita lihat pada pilpres 2019 lalu polarisasi dalam masyarakat sangat kenatal, bahkan ada yang sampai bertengkar karena beda pilihan. Nah kita ingin melihat bagaimana pemerintahan baru ini menyelesaikan masala tersebut,” ungkapnya.


Dr. Burhanuddin Muhatadi, M.A menuturkan, polarisasi yang terjadi karena disebabkan oleh karena tingginya presidensial respon. Pilpres 2019 hanya menghadirkan dua calon. Indeks demokrasi Indonesiapun jadi menurun.


"Ini diperparah dengan mazhab politik Indonesia saat ini yaitu Indonesia dikuasai oleh segelintir elit yang dapat mengontrol partai politik," ungkap Burhan.


Kalaulah polarisasi yang terjadi akibat pilpres 2019 tidak dapat diatasi, maka ia akan berdampak pada stabilitas Indonesia. Masyarakat akan terus terbelah saling benci dan menutup ruang diskusi. Inilah tugas pemerintah baru Joko Widodo - Maruf Amin ke depan, tidak hanya membentuk pemerintahan tetapi juga menjaga stabilitas negara dengan mengatasi polarisasi masyarakat yang semakin tinggi. Pemerintah harus mampu mengakomodir itu semua.


Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dr. Burhanudin Muhtadi, M.A yang juga merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia. [] (fajri)

Share:

Revitalisasi Jurnalistik dan Broadcasting menjadi Kajian Utama Visiting Doctor KPI

Batusangkar-FUAD. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (10/10) dan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di ruangan Auditorium IAIN Batusangkar. Kegiatan Visiting Doctor sendiri merupakan ranah bagi civitas kampus dalam menggali informasi dan saling berbagi pengetahuan dari ahli di bidangnya. Pada kesempatan ini jurusan KPI menghadirkan pembicara Dr. Wakidul Kohar M. Ag., dengan mengambil tema Revitalisasi Jurnalistik dan Broadcasting di Indonesia.
Pemateri yang juga merupakan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan bahwasanya pengambilan peran bagi mahasiswa dalam dunia jurnalistik masih belum optimal, meskipun sudah terlihat beberapa pergerakan mahasiswa yang mulai mewarnai beberapa lembaga penyiaran. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi pendidik, maupun bagi mahasiswa sendiri, terutama yang berasal dari jurusan penyiaran dan broadcasting, agar pergerakan mahasiswa ini mendapat porsi yang lebih banyak, tentunya didukung dengan kesiapan hard skill dan soft skill yang dimiliki. Selain itu, broadcasting dan jurnalistik hingga saat ini masih merupakan sebuah studi yang menarik di Indonesia, dibuktikan dengan banyaknya animo masyarakat yang menginginkan anak-anak mereka menjadi tim broadcasting atau tim jurnalis.
Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar, Dr. Adripen, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sudah merupakan hal yang tepat bagi persiapan mahasiswa untuk mendalami dunia jurnalis dan broadcasting. Banyak hal yang perlu disiapkan oleh lembaga untuk meningkatkan integritas para mahasiswa menimbang perkembangannya juga sangat pesat sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Hal serupa juga disampaikan oleh Syafriwaldi, M.A., selaku panitia dan salah satu Pengajar Jurusan KPI, ketika ditemui pada penutupan acara yang mengatakan bahwa acara visiting doctor sejatinya adalah upaya untuk memunculkan gagasan baru untuk merancang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kedepannya. Menemukan ide dan memberikan motivasi kepada peserta didik merupakan tujuan utama atas penyelenggaraan kegiatan. Beliau juga mengharapkan kegiatan visiting doctor harus selalu ditingkatkan, sehingga semakin banyak manfaat yang akan diterima, baik bagi peserta maupun untuk penyelenggara. [] (zain)
Share:

Youtube

Fanspage