Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Menjadi Dosen Profesional


FUAD, Batusangkar - Menjadi dosen berarti siap mengabdikan diri untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan anak bangsa. Peran penting dosen ini tentunya harus ditunjang dengan meningkatnya kualitas dan profesionalitas dosen. Melihat hal itulah Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan Workshop Penguatan Teknik Pembelajaran dan Riset Dosen yang diadakan selama 3 hari pada 23, 24 dan 29 Juni 2019.


Di hari kedua kegiatan pada Minggu (24/6), kegiatan difokuskan pada peningkatan profesinalitas dosen serta strategi pembelajaran yang baik. “Fungsi dosen dan guru ini sama dalam hal pengajaran tapi berbeda dalam beberapa hal, seperti dalam kompetensi personalia dan sosial. Dua kompetensi ini yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas dosen,” ungkap Dr. Jasrial, M.Pd selaku narasumber.


Kompetensi personalia dapat dilihat dari dalam diri dosen itu sendiri. Bagaimana dosen mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan memiliki analisis yang tajam. “Dosen ini kan ada saklek dan ada yang longgar ama mahasiswa. Mahasiswa biasanya senang dengan yang nyaman ini kecuali yang suka tantangan, ya suka dengan yang saklek. Inilah personalitas dosen ini ragamnya beda. Ini yang perludi perbaiki. Di sini Perguruan Tinggi ngasih standar minimal. Dosen ada target untuk mahasiswa. Personaliti dosen ini yangg juga diperbaiki, jangan sampai mahasiswa biasa saja dikasih nilai A,” terang Jasrial.


Jasrial juga mekankan pentingnya memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Dari tantangan tersebut, mereka dapat berpikir dan melatih daya analisis mereka. “Mahasiswa harus dikasih tantangan untuk mengembangkan diri. Jangan dikasih tugas biasa saja, apalagi yang ringan. Kasih tantangan agar semakin berkembang ilmunyu. Berikan tugas di atas kemamapuan rata-rata mahasiswa. Supaya berpikir keras untuk mengembangkan dan menyelesaikan tugas itu. Sehingga ada produk yangg dihasilkan darr hasil kerja keras. Inilah salah satu tugas dosen,” lanjutnya.


Selain kompetensi personaliti, juga penting menurut Jasrial kompetensi sosial karena di sanalah letak perbedaan guru dengan dosen. “Ini kompetensi yangg sulit juga walaupun biasa-biasa saja. Ini menyangkut pergaulan, hubungan baik, kesantunan, kekerabatan dan lainnya. Ini yang paling susah kompetensinya. Tidak semua orang bisa. Nah dalam hal ini, bisakah dosen menanamkan nilai sosial itu ke dalam mahasiswa terutama dalam praktek. Di dosen kompetensi sosial akan sangat berguna atau dilihat saat pengabdian msyarakat. Inilah yang beda dengan guru,” ujarnya.

Jasrial berharap agar para dosen memperhatikan dua kompetensi ini agar kualitas profesionalitas dosen meningkat. (fajri)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Youtube

Fanspage