Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Rapat Redaksi Jurnal Alfuad dan Jurnal Istinarah

Batusangkar, 27 Jun 2019. Fakultas Ushuluddin Adab dan dakwah menggelar rapat dewan direksi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Dr.Adripen, M.Pd beserta jajaran dengan seluruh tim redaksi jurnal Al Fuad dan Jurnal Istinarah. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan manajemen redaksi dan peninjauan kembali terhadap jurnal-jurnal yang sudah terbit, serta perumusan target yang akan dicapai untuk edisi selanjutnya.


Dalam rapat ini topic utama yang dibahas adalah masalah yang kerap muncul dalam teknis pengelolaan jurnal diantaranya masalah kemurnian tulisan, sasaran dan capaian, evaluasi tulisan, serta template tulisan. Pihak OJS diharapkan memahami teknis penulisan jurnal sesuai dengan template sekaligus mem filter tulisan-tulisan yang masuk agar tidak terjadi double post. Menurut Adripen, perlu adanya revisi anggaran dalam memberikan loyalitas kepada para penulis yang masuk sehingga muncul tulisan yang bervariatif dan berkualitas dari berbagai PTN dan PTS di Indonesia. Selain itu akan banyak peluang bagi penulis yang ada di IAIN Batusangkar untuk ikut berpartisipasi mengirimkan tulisannya ke Perguruan Tinggi di dalam maupun luar negeri.

Ada beberapa masukkan dari tim redaksi yaitu perlu adanya pelatihan dan konferensi untuk menggaet artikel yang bermutu, membangun hubungan dengan beberapa kolega, dan yang perlu diperhatikan adalah tulisan yang disesuaikan dengan garis lingkung yang ada di FUAD. Tidak hanya itu, menurut Marhen,  korespondensi alamat email dan system penulisan sampai akhirnya pada daftar pustaka juga harus ditulis dengan benar. ( Refika)
Share:

Pengumuman Lulus Administrasi Rekrutmen Beasiswa BAZNAS Semester Genap T.A 2018/2019



Pengumuman lengkap dan daftar nama bisa di download pada lampiran dibawah ini:
Pengumuman Lulus Administrasi Beasiswa Baznas Tahun 2019
Share:

Menjadi Dosen Profesional


FUAD, Batusangkar - Menjadi dosen berarti siap mengabdikan diri untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan anak bangsa. Peran penting dosen ini tentunya harus ditunjang dengan meningkatnya kualitas dan profesionalitas dosen. Melihat hal itulah Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan Workshop Penguatan Teknik Pembelajaran dan Riset Dosen yang diadakan selama 3 hari pada 23, 24 dan 29 Juni 2019.


Di hari kedua kegiatan pada Minggu (24/6), kegiatan difokuskan pada peningkatan profesinalitas dosen serta strategi pembelajaran yang baik. “Fungsi dosen dan guru ini sama dalam hal pengajaran tapi berbeda dalam beberapa hal, seperti dalam kompetensi personalia dan sosial. Dua kompetensi ini yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas dosen,” ungkap Dr. Jasrial, M.Pd selaku narasumber.


Kompetensi personalia dapat dilihat dari dalam diri dosen itu sendiri. Bagaimana dosen mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan memiliki analisis yang tajam. “Dosen ini kan ada saklek dan ada yang longgar ama mahasiswa. Mahasiswa biasanya senang dengan yang nyaman ini kecuali yang suka tantangan, ya suka dengan yang saklek. Inilah personalitas dosen ini ragamnya beda. Ini yang perludi perbaiki. Di sini Perguruan Tinggi ngasih standar minimal. Dosen ada target untuk mahasiswa. Personaliti dosen ini yangg juga diperbaiki, jangan sampai mahasiswa biasa saja dikasih nilai A,” terang Jasrial.


Jasrial juga mekankan pentingnya memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Dari tantangan tersebut, mereka dapat berpikir dan melatih daya analisis mereka. “Mahasiswa harus dikasih tantangan untuk mengembangkan diri. Jangan dikasih tugas biasa saja, apalagi yang ringan. Kasih tantangan agar semakin berkembang ilmunyu. Berikan tugas di atas kemamapuan rata-rata mahasiswa. Supaya berpikir keras untuk mengembangkan dan menyelesaikan tugas itu. Sehingga ada produk yangg dihasilkan darr hasil kerja keras. Inilah salah satu tugas dosen,” lanjutnya.


Selain kompetensi personaliti, juga penting menurut Jasrial kompetensi sosial karena di sanalah letak perbedaan guru dengan dosen. “Ini kompetensi yangg sulit juga walaupun biasa-biasa saja. Ini menyangkut pergaulan, hubungan baik, kesantunan, kekerabatan dan lainnya. Ini yang paling susah kompetensinya. Tidak semua orang bisa. Nah dalam hal ini, bisakah dosen menanamkan nilai sosial itu ke dalam mahasiswa terutama dalam praktek. Di dosen kompetensi sosial akan sangat berguna atau dilihat saat pengabdian msyarakat. Inilah yang beda dengan guru,” ujarnya.

Jasrial berharap agar para dosen memperhatikan dua kompetensi ini agar kualitas profesionalitas dosen meningkat. (fajri)


Share:

Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen: Motivasi Riset dan Publikasi Ilmiah Bereputasi

BATUSANGKAR. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar menyelenggarakan kegiatan workshop peningkatan kompetensi dosen yang berlangsung mulai hari ini (22/6). Kegiatan workshop ini dilakukan sebagai bentuk dan kiat dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dalam menunjang kompetensi dosen sebagai persiapan dalam menghadapi tantangan dan tuntutan bagi tenaga pendidik secara profesional. Acara workshop yang dilaksanakan di kampus IAIN Batusangkar mengusung beberapa topik yang menjadi pokok pembahasan, diantaranya mengenai strategi untuk peningkatan daya riset dan publikasi ilmiah, serta perancangan metode pembelajaran bagi mahasiswa sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

Pada sesi pertama, kegiatan workshop peningkatan kompetensi dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah juga dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Dra. Desmita, M.Si, sekaligus membuka acara secara resmi. Desmita menyampaikan bahwa kegiatan workshop peningkatan kompetensi dosen sangat dibutuhkan dalam menunjang kinerja dosen di lingkup IAIN Batusangkar. Dalam sambutannya, Desmita juga mengatakan bahwa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dapat menjadi trend baru bagi lingkungan IAIN Batusangkar dalam mengembangkan kompetensi berbasis riset dan teknologi yang tentunya akan mengangkat nilai lebih bagi fakultas, maupun bagi IAIN Batusangkar secara umum.

Kegiatan workshop hari pertama dibersamai oleh Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono dari Universitas Negeri Malang. Prof. Bambang menyajikan materi tentang strategi untuk menghasilkan kualitas riset bagi dosen, sehingga dapat mendongkrak publikasi, baik secara nasional maupun global. Banyak jurnal-jurnal internasional yang dapat diaplikasikan sebagai role model dalam melakukan riset, sehingga publikasi ilmiah akan memperkaya keilmuan di tingkat perguruan tinggi, khususnya yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Prof. Bambang yang juga merupakan salah satu reviewer nasional di lingkup Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi menganjurkan setiap dosen seyogianya mengusulkan proposal penelitian yang tentunya disesuaikan dengan bidang keahlian yang ditekuni. Proposal penelitian yang diajukan hendaknya dilengkapi dengan perencanaan berupa roadmap penelitian sebagai bentuk keberlanjutan untuk hasil riset tersebut. Roadmap yang ditulis mengacu pada rencana strategis pengembangan riset universitas yang dapat dijadikan landasan sebagai bentuk keberlanjutan dan persebaran keilmuan dari kampus sebagai reputasi instansi perguruan tinggi.
Pada kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, penelitian memiliki peran yang sangat penting untuk terus dikembangkan. Kegiatan workshop yang diikuti kurang lebih 30 peserta ini diharapkan menghasilkan output dalam bentuk rancangan penelitian yang dapat diajukan pada instansi terkait. Pengajuan usulan dapat berbentuk kelompok maupun individu yang pembiayaannya disesuaikan dengan aturan instansi yang dituju. Di akhir sesi, Prof. Bambang juga mengharapkan kegiatan penelitian/riset dosen di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan IAIN Batusangkar secara umum mengalami peningkatan agar tercipta nuansa pendidikan di perguruan tinggi berbasis riset yang sejalan dengan kemajuan teknologi.  [] (zain)
Share:

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Menjalin Kerjasama dengan Nagari Sungai Patai

FUAD, Batusangkar - Sebagai bentuk keseriusan dalam berkontribusi ke masyarakat, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan penjajakan kerjasama dengan Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang. Tim PMI yang dikoordinir oleh Iswadi, M.A langsung berkunjung ke kantor Wali Nagari Nagari Sungai Patai pada Rabu (19/6).
Iswadi, M.A., menuturkan, penjajakan ini dilakukan sebagai itikad urusan PMI dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat. “Kita langsung berkunjung dan berdiskusi dengan Wali Nagari Sungai Patai tentang kerjasama apa yang bisa kita lakukan ke depannya. Dan Alhamdulillah kehadiran kita di sini juga disambut baik oleh pihak Nagari Sungai Patai dan Wali Jorong di sini,” ujarnya.

Penjajakan kerjasama dengan Nagari Sungai Patai sendiri dilakukan tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki oleh Nagari Sungai Patai. “Potensi nagari ini luar biasa untuk bisa dikembangkan lebih maju lagi ke depannya. Kita berharap dengan penjajakan ini, terjalin kerjasama dari berbagai aspek baik ekonomi, sosial, keagamaan dan lainnya. Mudah-mudahan kita sama-sama bisa membangun nagari ini,” lanjut Iswadi.
Rencananya, jika kerjasama terjalin, mahasiswa PMI akan diterjunkan langsung dalam proses pemberdayaan tersebut. “Mahasiswa akan kita libatkan dalam kegiatan ini sebagai ajang pembelajaran langsung bagi mereka serta bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga kehadiran mereka dan kampus IAIN serta jurusa PMI dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Iswadi.[] (fajri)

Share:

Jurusan PMI Siap Melaksanakan Pengabdian di Nagari Supayang

FUADBatusangkar - Penjajakan kerjasama terus dilakukan oleh tim Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar. Rabu (19/6), tim PMI langsung berkunjung ke kantor Wali Nagari Supayang Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Kedatangan tim PMI disambut langsung oleh wali nagari Supayang. "Alhamdulillah kedatangan kita ke sini disambut sangat baik oleh pihak wali nagari. Mereka sangat antusias dengan rencana kerjasama Jurusan PMI dengan Nagari Supayang dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat,” ujar Riki Rikarno, M,Sn selaku koordinator kegiatan penjajakan ini.
Pemilihan Nagari Supayang sendiri sebagai mitra kerjasama PMI tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki oleh nagari yang terletak dekat dengan Batusangkar ini. “Potensi-potensi inilah yang ingin kita kembangkan. Kita bantu masyarakat untuk terus maju. Jangan sampai potensi yang besar ini terbuang sia-sia,” lanjut Riki.

Menurut Riki, sudah seharusnya kolaborasi antara masyarakat dengan kampus dilakukan secara intens dan berkesinambungan, karena kampus memiliki salah satu tanggungjawab dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kehadiran kampus sudah seharusnya berdampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama di tempat dimana kampus itu berdiri. Itulah indikator sederhana dari keberhasilan suatu kampus. Nah, IAIN Batusangkar, khususnya Jurusan PMI ingin memberikan dampak positif itu bagi masyarakat,” terang Riki.
Dalam mewujudkan suksesnya kerjasama tersebut, rencananya pihak Jurusan PMI akan menerjunkan mahasiswa PMI. “Ya, ini sebagai bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa agar mahasiswa pintar bersosialisasi dengan masyarakat dan berkontribusi langsung. Mahasiswa jangan hanya pintar di kelas saja,” tutup Riki. [] (fajri).

Share:

Halal bi Halal Pererat Tali Silaturahmi Civitas FUAD


FUAD, BATUSANGKAR – Memasuki masa aktif kerja setelah liburan Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengadakan halal bi halal pada Kamis (14/6). Kegiatan ini merupakan suatu bentuk ajang mempererat tali silaturahmi civitas FUAD serta juga sebagai ajang penyamutan civitas pasca libur lebaran. Halal bi halal ini juga dihadiri lansung oleh Dekan FUAD Dr. Adripen, M.Pd.


Andripen dalam sambutannya menuturkan pentingnya menjaga tali silaturahmi atar civitas FUAD baik itu pegawai maupun dosen. “Menjaga tali silaturrahmi ini kan sunnah Rasulullah. Sebagaimana yang disabdakan Rasul Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi,” ujarnya.

Selain untuk mempererat tali silaturrahmi, halal bi halal juga diharapkan menjadi semangat baru bagi civitas FUAD dalam berkerja. “Mudah-mudahan dengan kegiatan rutin yang biasa kita adakan ini dapat meningkatkan semangat civitas dalam bekerja menjadi lebih produktif lagi,” lanjut Andripen.


Kegiatan halal bi halal juga di isi dengan ceramah singkat dari Arif Zunzul Maizal selaku Kabag Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI). Dalam ceramahnya, Arif mengingatkan seluruh civitas FUAD untuk terus menjaga dan meningkatkan ibadah pasca Ramadhan lalu.

“Harusnya Syawal inilah bulan penilaian apakah ramadhan kita berhasil atau tidak. Dengan ibadah yang terjaga dan terus meningkat sudah menjadi nilai bahwa Ramadhan yang kita lalui berhasil. Jangan sampai, ibadah bagus hanya saat Ramadhan, pasca Ramadhan malah menurun,” ucap Arif.


Arif mengajak civitas FUAD untuk terus saling beramar maruf nahi mungkar dan terus menjaga tali silaturahmi. “Semoga kita semua menjadi orang-orang yang berhasil melalui Ramadhan tahun ini dengan baik,” pungkasnya. [] (fajri)

Share:

Upacara Memperingati Hari Lahir Pancasila Tingkatkan Rasa Nasionalisme


BATUSANGKAR. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 di IAIN Batusangkar berlangsung khidmat pada hari Sabtu (1/6).  Upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila dihadiri oleh dosen, pegawai serta pejabat di lingkungan IAIN Batusangkar. Bertugas sebagai Inspektur upacara adalah Wakil Rektor II IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M. Sc.
“Marjoni mengajak seluruh civitas akademika IAIN Batusangkar untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari perpecahan. Hal ini diungkapkan beliau saat menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila di IAIN Batusangkar. Pada kesempatan ini juga Wakil Rektor II membacakan sambutan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP) dalam memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019.
“Melalui Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar Negara, ideology Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia. Kita Pancasila,” paparnya. (hm/dn)
Share:

Youtube

Fanspage