Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

FUAD IAIN Batusangkar Kembangkan Jurusan Baru


Sabtu, 13 April 2019. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar selenggarakan workshop penyusunan proposal jurusan baru yang bertempat di ruang pertemuan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Dalam sambutannya, Dr. Adripen, M. Pd selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah menyampaikan bahwasannya tuntutan masyarakat dan stakeholder pada bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam, terkhususnya pada bidang jurnalistik sangatlah tinggi. Jurusan Jurnalistik merupakan jurusan yang sangat dibutuhkan masyarakat, karena mampu mencetak sarjana yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat dengan tetap berpegang pada norma-norma Islam. Artinya sarjana Jurnalistik merupakan ahli dalam menyampaikan berita lewat tulisan pada media massa baik cetak maupun elektronik secara objektif.
Menyikapi tuntutan dan kebutuhan stakeholder terkhusus pada bidang Jurnalistik Islam maka, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengambil terobosan baru. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang pada mulanya memiliki dua konsentrasi, yaitu jurnalistik dan broadcasting dipecah menjadi dua jurusan. Konsentrasi broadcasting menjadi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Konsentrasi jurnalistik menjadi Jurusan Jurnalistik Islam.
Dr. Mulyanti Syas, M. Si selaku pembicara pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa jurnalistik Islam mengemban misi amar ma’ruf nahi munkar. Ciri jurnalistik islami adalah menyebarluaskan informasi tentang perintah dan larangan Allah swt. Jurnalistik islami harus mempengaruhi khalayak agar menjauhi kejahatan, perilaku deskruktif, dan menawarkan solusi Islam atas setiap masalah
Doktor pada bidang ilmu komunikasi sekaligus peraih Research Awards Program, Southeast Asian Consortium on Gender, Sexuality & Health pada tahun 2006 ini memaparkan bahwa untuk memperoleh izin penyelenggaraan program studi, maka harus memperhatikan syarat minimum akreditasi jurusan yang harus sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, antara lain: rencana pembukaan jurusan telah dicantumkan dalam rencana strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang bersangkutan. Kurikulum jurusan disusun berdasarkan kompetensi lulusan sesuai standar nasional program studi. Jumlah dosen paling sedikit berjumlah 6 (enam) orang untuk setiap jurusan. (tyw)
Share:

Jurusan Psikologi Islam Gelar Kegiatan Diskusi Ilmiah


Selasa, 16 April 2019. Jurusan Psikologi Islam pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar menggelar Diskusi Ilmiah dengan mendatangkan praktisi Psikologi Zera Mendoza, M.Psi., M.Pd. (Psikolog RSUD DR Achmad Mochtar Bukittinggi sekaligus ketua HIMPSI Wilayah SUMBAR) dengan mengangkat tema “Menciptakan Mahasiswa yang Bermental Sehat”
Dalam kegiatan ini Dr. Irman, S.Ag., M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUAD memberikan sambutan sekaligus membuka acara dengan menyampaikan rasa bangga kepada ketua jurusan yang telah menggangkat acara tersebut, Ia berharap dengan hadirnya praktisi psikologi sebagai pemateri dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait profesi keilmiah psikologi, mengetahui peluang dan tantangan psikolog di lapangan sehingga mahasiswa dapat menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Diskusi Ilmiah ini bertempat di ruang FUAD 5 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kasubbag AUPK, Ketua Jurusan Psikologi dan Dosen serta diikuti oleh mahasiswa Jurusan Psikologi Islam dengan sangat antusias dalam mendengarkan penyampaian materi dari Narasumber.
Dalam paparannya Zera menyampiakan terkait organisasi Psikolog yang ada di Indonesia (HIMPSI) mulai dari awal berdirinya, dan daerah-daerah yang tergabung dalam himpunan. Terakhir Ia mengajak kepada mahasiswa Psikologi islam agar dapat bergabung dalam HIMPSI sehingga dapat berkontribusi untuk kehidupan masyarakat.(mel)

Share:

Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Selenggarakan Orientasi Bimbingan Intensif Tahfidzul Qur'an

BATUSANGKAR, 16 April 2019. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah menggelar kegiatan bimbingan intensif tahfidzul Qur’an. Acara tersebut dilaksanakan guna meningkatkan kecakapan dan kemampuan mahasiswa, khususnya yang menimba ilmu di Jurusan IAT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) dalam lingkungan IAIN Batusangkar terhadap pemahaman dan kelihaian dalam Tahfidz Qur’an. Melibatkan seluruh mahasiswa merupakan goal yang ingin dicapai, meskipun yang hadir hanya sekitar 80-an peserta.


Orientasi bimbingan intensif Tahfidzul Qur’an ini dilaksanakan di kampus IAIN Batusangkar, tepatnya di Fakultas Ushuluddin, Adab dab Dakwah. Ustadz Aulia Rafles, Lc. dan Ustadz Dafri, S.Pd.I yang berkesempatan memberikan materi kepada peserta berharap ke depannya mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir lebih memantapkan diri dalam masalah Tafsir, baik secara tekstual maupun kontekstual. Banyak pemahaman-pemahaman saat ini yang beredar di masyarakat luas dan menuai kontroversi dikarenakan kurangnya pemahaman yang mendalam. 
Dalam bimbingan intensif, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 8 orang per kelompoknya. Kemudian masing-masing kelompok didampingi oleh satu orang pendamping dengan harapan bimbingan akan dapat didampingi secara mendalam. Drs. Syamsuwir, M.Ag., dan Dapit Amril., SIQ., M.A., perwakilan pendamping kelompok tahfidz menggunakan metode-metode yang kreatif sehingga peserta bersemangat dan bersungguh-sungguh ketika berdiskusi maupun ketika bimbingan.
Kegiatan orientasi bimbingan intensif Tahfidzul Qur’an, kedepannya, diharapkan dapat terus berkembang. Tidak hanya terbatas pada mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, tetapi juga menarik minat kelompok studi lain, tentunya sesuai dengan kebutuhan masing-masing keilmuan. Senada dengan hal tersebut, Hafizullah, M.A., salah satu dosen Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, mengatakan bahwa Tahfidzul Qur’an terbuka untuk siapa saja yang berminat mendalaminya, tentunya dengan bimbingan dan sesuai dengan tahapan yang dapat dipertanggungjawabkan. (*) 
Share:

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era Industri 4.0

Senin, 15 April 2019. Visting Doctor adalah kegiatan rutin dilaksanakan oleh semua jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Salah satunya Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII). Dalam kegiatan Visiting Doctor kedua ini mengangkat tema “Perpustakaan Sebagai Infrastruktur Informasi Dalam Memasuki Era Industri 4.0”. Adapun narasumbernya adalah Dr. Nurdin Laugu, M.A yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan ini diadakan pada tanggal 15 April 2019 bertempat di ruang FUAD 4 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Pada dasarnya perkembangan teknologi, industri dan informasi merupakan suatu hal yang berbeda. Perkembangan teknolgi dapat dibagi atas 5 era, yakni; (1) Era Pra Mekanik Teknologi (3000B-450 AD) satu bentuk komunikasi atau yang biasa disebut komunikasi satu arah melalui bahasa gambar berupa hewan peliharaan, (2) Era Mekanik (1450-1840 M) awal pertama terlihat berhubungan antara teknologi kini dan pendahulu, (3) Era Elektro Mekanik (1840-1940 M), (4) Era Elektro (1940-1960 M), (5) Era Informasi dan Internet (sejak 1969 www dan 1989 plat form global).
Pada tahap perkembangan industri terdiri dari; (1) Industri 1.0 (1784-1870) para ditahap ini ditandai dengan tenaga manusia dan hewan ke mesin uap oleh James Walk, (2) Industri 2.0 (1870-1970) dalam tahap ini sudah mulai terlihat perkembangan dapat dilihat dengan maraknya teknologi, motor listrik dan sebagainya, (3) Industri 3.0 memasuki perkembangan internet namun masih berupa sebatas pangkalan data saja, (4) Industri 4.0 sudah memasuki tahap internet yang kreatif banyak bermunculan internet cerdas, hal ini dapat dilihat dengan adanya banyak pilihan media sosial yang sangat komunikatif.
Lain halnya dengan perkembangan informasi, perkembangan ini mengikuti adanya perkembangan teknologi dan industri. Perkembangan informasi dapat dirinci sebagai berikut; (1) Mengacu pada jaringan komunikasi dan software untuk mendukung interaksi antara perindividu, individu dengan organisasi bahkan organisasi ke organisasi lainnya, (2) Perkembangan informasi dapat berkembang pesat dengan mengacu pada fasilitas computer dan komunikasi serta layanan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi mengelola dan memungkinkan suatu aktifitas saat melalukan pertukaran informasi.
Jadi perkembangan teknologi dan industri sangat mempengaruhi pengelolaan informasi yang akan disebarkan kepada masayarakat. Sebagai seorang pustakawan harus bisa menyesuaikan diri dan melakukan divusi dan inovasi mengikuti era teknologi informasi internet dan industri 4.0 yang mana dapat memudahkan pustakwan dalam memencar informasi sehingga nantinya sampai ke pemustaka dengan tepat. Salah satu divusi inovasi yang dapat dilakukan pustakawan adalah dengan memanfaatkan teknologi dan industri 4.0 memaksimalkan pelayanan peminjaman buku menggunakan media HP, sehingga pemustaka merasa dimudahkan dalam pelayanan perpustakaan. Selain itu pustakwan dapat memberikan pembaharuan lainnya yang kreatif menyesuaikan dengan kebutuhan di era industry 4.0. (opl)
Share:

Pengumuman Lulus Administrasi Rekrutmen Beasiswa Tahun 2019



Nomor: B.734/In.27/R/PP.00.9/04/2019
LULUS ADMINISTRASI REKRUTMEN BEASISWA MAHASISWA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR TAHUN 2019

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Hasil Seleksi Administrasi  Rekrutmen Beasiswa Mahasiswa IAIN Batusangkar Tahun 2019, bersama ini disampaikan :
  1. Daftar Lulus Administrasi Beasiswa Berprestasi sebagaimana pada lampiran I pengumuman ini.
  2. Daftar Lulus Administrasi Beasiswa Kajian Keislaman (Ilmu Dasar Islam) sebagaimana pada lampiran II pengumuman ini.
  3. Daftar Lulus Administrasi Beasiswa Tahfizh sebagaimana pada lampiran III pengumuman ini
Kepada mahasiswa yang bersangkutan dapat mengikuti tahapan rekrutmen berikutnya. 
Batusangkar, 10 April 2019
Rektor,

    Dto

Dr. H. Kasmuri, MA.

Informasi lebih lengkap dapat di download pada lampiran dibawah ini:
1. Pengumuman Lulus Administrasi Beasiswa Mahasiswa 2019
2. Lampiran I-Daftar Lulus Administrasi Beasiswa Berprestasi 2019
3. Lampiran II-Daftar Lulus Administrasi Beasiswa Kajian Keislaman 2019
4. Lampiran III-Daftar Lulus Administrasi Beasiswa Tahfizh 2019
5. Lampiran IV-Format Permohonan dan Pernyataan Beasiswa 2019
Share:

FUAD IAIN Batusangkar Lakukan Peninjauan dan Evaluasi Kurikulum 6 Program Studi


Pekanbaru, 04/04/2019. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar lakukan peninjauan Kurikulum di Hotel Grand Zuri Pekanbaru dalam rangka optimalisasi kurikulum berbasis KKNI sekaligus penandatanganan MoA dengan tiga Fakultas yang ada di UIN SUSKA Riau yakni Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Psikologi. Kegiatan ini di buka langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA dan dihadiri oleh Dekan masing-masing fakultas beserta jajaran. Dalam sambutannya Kasmuri menyatakan bahwa dalam hal ini IAIN Batusangkar cukup berani dalam membuat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah menjadi satu fakultas yang dipimpin oleh satu dekan saja. Namun harus ada kerja keras yang melibatkan segala civitas akademika salah satunya dengan meningkatkan kualitas kurikulum yang ada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar. Menurut Kasmuri sebenarnya tidak perlu SKS yang terlalu banyak dalam suatu prodi, kita harus bisa menyeleksi beberapa matakuliah yang dianggap unggul dan bisa menjadi icon dalam prodi yang ada di Fakultas.
Hal serupa disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar Dr. Adripen, M.Pd, bahwa Kurikulum merupakan jantungnya suatu program studi. Suksesnya suatu program studi tergantung bagaimana cara institusi menyusun kurikulum. Kurikulum sarjana di Indonesia pada umumnya berjumlah 144-160 SKS, namun kita tidak perlu berpedoman kepada jumlah SKS maksimal, kita cukup mengambil jalan tengah dengan memilih matakuliah inti sesuai dengan learning outcomes dan sisanya di integrasikan kepada matakuliah yang ada di institusi maupun fakultas.
Kegiatan Workshop yang bertema ”Optimalisasi dan Penguatan Kurikulum Berbasis KKNI” mendatangkan narasumber Prof. Dr. Khairunnas Rajab, MA. Dalam paparannya Posisi Kurikulum Indonesia dibandingkan Negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Thailand masih jauh tertinggal karena Kurikulum perguruan tinggi yang kita rancang masih belum tepat sasaran. Jika di bandingkan perguruan tinggi kita dengan yang ada diluar sana ternyata masih belum bisa menggambarkan apa yang menjadi ciri dalam perguruan tinggi, ini adalah kelemahan yang tidak bisa dibiarkan terlalu lama, ujar khairunnas. Sebuah Institusi harus bisa menggambarkan apa yang menjadi ciri khas bagi setiap program studi yang tertuang dalam matakuliah unggulannya, maka setelah matakuliah disusun dalam suatu kurikulum yang sistematis atau melalui mapping matakuliah tiap semesternya kita dapat mengkasifikasikan mana matakuliah yang terintegrasi dengan institusi dan mana matakuliah terintegrasi dengan beberapa prodi yang ada dalam fakultas.
Dalam kegiatan ini ada 6 Program Studi pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar yang akan ditinjau diantaranya Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Psikologi Islam, Ilmu Pepustakaan dan Informasi Islam, Pengembangan Masyarakat Islam dan Pemikiran Politik Islam. Setiap tim utusan keenam program studi bertugas mentelaah kembali kurikulum yang dikomentari oleh masing-masing reviewer, menyatukan konsep, dan menyusun matakuliah kembali sesuai dengan bobot dan learning outcomes. Hasil revisi kurikulum kemudian di plenokan dan akan diberlakukan untuk 5 tahun kedepan.(Fika)
Share:

Youtube

Fanspage