Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Tree In One Dalam Berliterasi


Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“
Perpustakan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, sekilasnya perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang didalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap inidividu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keinginantahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitupula untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Youtube

Fanspage