Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Jurusan Pemikiran Politik Islam terangkan Perilaku Pemilih Milenial dalam Diskusi Ilmiah


Batusangkar, 21 Maret 2019. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan kegiatan diskusi ilmiah dengan mengundang dosen jurusan ilmu politik yang merupakan Wakil Dekan FISIP UNAND Dr . Aidil Zetra, MA dan Ketua KPI Kabupaten Tanah Datar Fahrur Rozi, kegiatan diskusi ilmiah jurusan pemikiran politik Islam juga mengundang beberapa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa jurusan untuk ikut berpartisipasi dan dapat memberikan argumennya dalam diskusi ini yang bertema “perilaku pemilih milenial”.
Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Dr. Adripen, M.Pd. Menurut Adripen berdasarkan data survei pemilihan milenial pada tahun lalu yang berumur 17 sampai 30 tahun sebanyak 40% artinya Indonesia ke depan itu ditentukan oleh generasi X dan generasi milenial, maka ini diharapkan dapat kita manfaatkan secara maksimal karena jika kita tidak menggunakan hak pilih maka kita akan mendapatkan rugi yang sangat besar. Dengan presentasi yang 40% itu maka dapat disimpulkan bahwa nasib dari negeri itu tergantung kepada anak-anak generasi milenial,ujar adripen. Meskipun mahasiswa pemikiran politik Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar yang merupakan angkatan pertama diharapkan dapat menjadi pemikir-pemikir yang aktif di kalangan nasional dan internasional.
Dalam bahasan diskusi Aidil menyatakan bahwa jika dikumpulkan semua data survei pada tahun politik ini lebih dari 50% pemilih indonesia termasuk dalam kategori generasi milineal. Survey awal Aidil terhadap mahasiswa FUAD IAIN Batusangkar hampir 50% mahasiswa FUAD belum mendapatkan pendidikan terhadap tata cara menjadi pemilih, ini menjadi PR bagi ketua KPI kabupaten Tanah Datar untuk terus memberikan edukasi terhadap generasi milenial yang ada di kabupaten Tanah datar.
Menurut Aidil, ada beberapa prinsip program dalam penyelenggaraan pemilu pada setiap tahapan yaitu transparans,i integritas, kebebasan, kesamaan keadilan, dan keamanan. Indeks integritas yang ada di Indonesia sangat rendah karena banyak diantara kita ketidaksesuaian antara apa yang dibicarakan dengan apa yang dilakukan, contoh umumnya adalah pada kampanye pemilu banyak bakal calon yang menyebutkan janji-janji apa yang akan dilakukan ketika mendapatkan kemenangan dalam hasil pemilu. Namun ternyata hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya. Pemerintah kadang mengkebiri beberapa kelompok partai kecil sehingga pemilu yang demokratis menjadi terhambat. Diharapkan pemerintah dapat lebih responsif terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak dan pemerintah harus memberikan perlindungan hak-hak warga negara seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, “ujar Aidil”.
Generasi milenial dalam data survey hanya ada 9% yang tertarik dengan politik, ini sangat disayangkan mengingat Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan sarana untuk melakukan Pergantian pemimpin secara konstitusional. Partisipasi pemilih sangat diperlukan dalam menentukan keberhasilan suatu negara, jika pemilih Golput maka kemungkinan adanya ketidakseimbangan dalam hasil pemilihan yang akan berdampak kepada keadaan suatu negara 5 tahun kedepan. (Fika)
Share:

1 komentar:

Youtube

Fanspage