Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

FUAD Lengkapi Penghujung Tahun 2019 dengan Raker Fakultas

BATUSANGKAR. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar melaksanakan Rapat Kerja Fakultas pada hari Senin (30/12). Rapat kerja merupakan agenda tahunan yang memang dilaksanakan di akhir periode semester ganjil. Raker yang dikomandoi oleh Dekan FUAD dan Kabag Tata Usaha ini membahas beberapa poin, diantaranya adalah evaluasi capaian kegiatan yang telah dilaksanakan, membahas perencanaan dan kesiapan tahun 2020, serta melakukan finalisasi kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.
Seluruh kegiatan dan bentuk evaluasi disampaikan ketika rapat kerja guna untuk melihat bagaimana ketercapaian kegiatan yang diusulkan dan bagaimana pelaksanaanya, termasuk keuangan dan kendala yang dihadapi. Dengan mengadakan evaluasi dan perbaikan, pelaksana kegiatan mampu memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, baik berupa hambatan-hambatan maupun kondisi-kondisi yang dapat menguntungkan selama pelaksanaan kegiatan.
Dekan FUAD, Dr. Adripen., M.Pd, yang membuka kegiatan Raker Fakultas mewanti-wanti mengenai kedisiplinan pelaksana kegiatan dengan perencanaan yang telah diusulkan sebelumnya. “Saat ini masih banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan rancangan yang diajukan, walhasil FUAD memiliki surat perjanjian terbanyak si-institut” ungkapnya. Kegiatan yang terlaksana sudah sesuai dan dicapai dengan baik, namun perlu dilakukan evaluasi agar lebih baik lagi, agar seluruh kegiatan memang terlaksana sesuai dengan rancangan yang diusulkan.
Raker yang diadakan sebelum pergantian tahun ini menghadirkan seluruh dosen dan karyawan di tingkat fakultas, kemudian hasil raker akan disampaikan pada raker tingkat institut. Harapannya raker fakultas ini memberikan inspirasi yang positif bagi unit lain, karena FUAD juga dinobatkan sebagai salah satu unit yang memiliki laporan dan pelaksanaan kegiatan yang memadai, sehingga dapat dikatakan ini merupakan sebuah pencapaian yang harus diapresiasi meski tetap diakui masih jauh dari kata kesempurnaan. [](Zain)
Share:

Dekan FUAD Terima Kunjungan dari BPS Tanah Datar

BATUSANGKAR. Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar beserta rombongan menerima kunjungan dari Badan Pusat Statistik Tanah Datar pada hari Jum’at (27/12). Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Dekan FUAD ini membahas mengenai usulan kerjasama dalam melakukan sosialisasi sensus berbasis online yang akan diselenggarakan pada tahun 2020 yang akan datang. Penjajakan yang dilakukan Rombongan BPS mengharapkan bahwa target untuk sosialisasi mencapai target yang disesuaikan dengan jumlah mahasiswa di lingkup IAIN Batusangkar.
Penjajakan dan kerjasama ini seyogianya merupakan hubungan literal antara BPS dengan IAIN dalam mensukseskan sensus penduduk pada tahun 2020, meskipun kegiatan dilaksanakan di Ruangan FUAD. Wakil Rektor Bidang Akademik, Dra. Desmita, M.Si., dan Dekan Se-lingkup IAIN Batusangkar yang hadir dalam kegiatan penjajakan oleh BPS Tanah Datar tersebut mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi bisa saja dilaksanakan di kampus IAIN asal fokus dan sasaran nya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan, khususnya mahasiswa yang sedang menimba ilmu di IAIN Batusangkar, apalagi mereka merupakan agen-agen yang akan melanjutkan estafet pembangunan di tahun-tahun berikutnya” tambahnya.
Persoalan administrasi kemasyarakatan seperti sensus penduduk sudah sejatinya harus dapat difahami oleh anak-anak muda, mengingat perkembangan teknologi saat ini sudah berkembang sedemikian rupa. Merajalelanya teknologi gadget seharusnya tidak menjadi penghambat bagi kalangan muda untuk melakukan inovasi, justru hal tersebut dapat dijadikan sebagai metode-metode baru dalam proses administrasi. Selain untuk menghemat waktu dan tenaga, penggunaan teknologi tentunya dapat meningkatkan kualitas SDM di masyarakat dalam bijak menyikapi perkembangan.
Ir. M. Hudaya, kepala rombongan dari BPS Tanah Datar, menyebutkan bahwa pentingnya sosialisasi ini dilakukan untuk menunjang pemanfaatan teknologi mutakhir dalam menyokong proses administrasi di masyarakat. “sebelumnya kita mengenai adanya KTP Elektronik, dan elektronik yang lainnya, sekarang saatnya juga kami memperkenalkan mengenai sensus penduduk secara online. Jadi setiap masyarakat langsung melaporkan kondisi nya dengan akurat dan berimbang. Sebelumnya sensus online sudah dilaksanakan di Bali dan Yogyakarta, dan sekarang saatnya Batusangkar yang akan menyelanggarakannya. Mahasiswa kami libatkan dalam proses ini karena kami sangat meyakini bahwa teknologi gadget atau elektronik yang lainnya sangat dekat dengan kehidupan mereka,” tambahnya di akhir kegiatan.[](Zain)
Share:

Gen Happy Perpustakaan ’17 Sukses Selenggarakan Acara Nobar 2019

BATUSANGKAR. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam pada hari Senin (16/12) sukses mengadakan acara nonton bareng sosialisasi profesi pustakawan. Kegiatan yang diusung memiliki tema “Transformasi Pustakawan: From Smart Librarians To Smart Society” ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Syariah IAIN Batusangkar. “Saya selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman IPII’17 dan dosen pembimbing kegiatan yang telah meluangkan waktu dan memberikan kesempatan yang baik bagi mahasiswa IPII dalam mensukseskan kegiatan nobar ini” ungkap ketua Panitia dalam memberikan kata sambutannya.
Senada dengan Sri Wahyuni, M.IP selaku Penanggung Jawab acara Nobar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari kegiatan sosialisasi mahasiswa IPII’17 , dimana kegiatan ini merupakan Ujian Akhir Semester matakuliah Etika Profesi Pustakawan yang dikemas dalam bentuk Final Project. Sri juga mengatakan bahwa untuk zaman milenial seperti saat ini mahasiswa tidak hanya melulu di kelas, tapi mereka harus mampu mengimplementasikan ilmunya di luar kampus. Persiapan kegiatan nobar sudah disiapkan dengan matang dengan briefing di setiap minggunya, guna melihat perkembangan perdevisi dalam mensukseskan acara tersebut.
Acara nobar IPII disambut baik oleh beberapa pihak, baik dari mahasiswa maupun dari penggiat jurusan sendiri.  Kegiatan yang dilaksanakan dengan semboyan Gen Happy dapat mencuri perhatian beberapa kalangan yang mungkin tidak terkait dengan ilmu perpustakaan, namun masih ikut berpartisipasi dan meramaikan kegiatan tersebut.
Yuldelasharmi, selaku Dosen Senior Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam memberikan apresiasi yang cukup bagus terhadap terselenggaranya acara ini, mengingat UU No. 43 tahun 2007, Pustakawan adalah seseorang yang menempuh pendidikan keilmuan. Namun jika dilihat dalam artian umum, Pustakawan adalah orang yang memiliki kepedulian terhadap perpustakaan dalam mengelola maupun mendayagunakannya.
Khairina MH, Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan, juga menyambut kegiatan ini dengan sukacita. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialiasi mahasiswa ke masyarakat maupun ke sekolah-sekolah, hal ini selain untuk meningkatkan kreatfitas mahasiswa juga sangat membantu Fakultas dalam mempromosikan maupun mmperkenalkan Jurusan Ilmu Perpustakaan, yang mungkin selama ini Pustakawan dan Perpustakaan adalah sesuatu hal yang tabu di masyarakat. Dan juga Ketua Jurusan memberikan selamat dan A+ dalam mensukseskan kegiatan ini, sehingga acara pada hari dapat berjalan dengan lancar.  “Dan saya harap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan agar dalam matakuliah selanjutnya, mahasiswa IPII dapat lebih kreatif,  dan inovatif lagi, karena di era milenial ini mahasiswa dituntut untuk berkreatifitas, sudah tidak zamannya lagi metode CBSH (Catat Buku Sampai Habis)” imbuhnya.
Dan di Puncak Acara, dilaksanakan kegiatan Nobar (Nonton Bareng) video hasil kegiatan sosialisasi Mahasiswa IPII Semester V, dimana terdapat 6 video dari masing-masing kelompok. Mahasiswa IPII angakatan 17, 18, 19, Dosen, Ketua Jurusan, sangat antusias dalam menonton video sosialisasi Mahasiswa IPII [] (Fira/Z). 
Share:

Persiapkan Skill Pustakawan, Himpunan Mahasiswa Perpustakaan Laksanakan Workshop Literasi

PADANG. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam mengadakan acara Workshop Literasi pada hari Selasa (29/10). Acara yang dihelat di Aula Badan Perpustakaan dan Dinas Kearsipan Sumatera Barat dihadiri ini diberi tema “Melengkapi Puzzle Skill Pustakawan pada Era Milenial” dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Dr. Adripen, M. Pd, Dr. H. Zulkifli, MA, selaku Wakil Dekan III, Yuldelas Harmi, S.Ag.,SS.,MA, Khairina, S.H., M.H. dan Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom yang merupakan tenaga pengajar di IAIN Batusangkar.
Materi pada kegiatan ini disampaikan oleh  Wardarusmen yang memfokuskan pada Penyusunan Data Dan Pembangunan Kearsipan di Badan Perpustakaan Dan Dinas Kearsipan Sumatera Barat, yaitu berupa  dokumen data dan informasi Bidang Perpustakaan dan Kearsipan yang disusun merujuk  pada  Lampiran I Permendagri No. 54 Tahun 2010  Tanggal 21 Oktober 2010 Tentang Tata Cara Pengolahan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah. Data dan Informasi ini digunakan sebagai acuan  berisikan informasi tentang perkembangan perpustakaan dan kearsipan yang mencakup data informasi tentang Perpustakaan, seperti Jumlah Perpustakaan, tingkat kunjungan per-Tahun, Jumlah koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan Provinsi maupun kabupaten/kota serta data dan informasi bidang Kearsipan.
Penyusunan Data dan Informasi pembangunan Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat merupakan bentuk upaya dalam menyiapkan dokumen yang berisi Data perkembangan Kelembagaan Kearsipan dan Perpustakaan di Sumatera Barat dan potensi pembangunan dilihat dari sektor Kearsipan dan Perpustakaan yang nantinya bisa digunakan sebagai data/informasi dalam menyusun kebijakan-kebijakan. Adapun tujuannya adalah menyajikan data potensi bidang Kearsipan dan Perpustakaan sebagai data penunjang untuk mengoptimalkan program pembangunan.
Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom sebagai pemateri kedua pada kegiatan ini memberikan asumsi bahwa Pustakawan itu KEREN artinya Kreatif, Energik, Ramah, Empati, Nasionalis. Faktor yang dapat menunjang ke-keren-an pustakawan itu adalah: 5% Gedung Perpustakaan, 20% Koleksi, 75% Tenaga Perpustakaan.
Pada akhir kegiatan, panitia melakukan evaluasi berupa feedback dari setiap peserta atas kegiatan yang telah dilangsungkan. Evaluasi dilakukan dalam bentuk angket dan pertanyaan terbuka. “Evaluasi ini dinilai penting sebagai acuan untuk kegiatan serupa di masa mendatang lebih optimal” ungkap Rika pada sesi penutupan. [] (Rk/Z)
Share:

Jurusan PPI Sukses Lomba Membaca UUD 1945 dan Puisi Politik


PPI, Batusangkar – Sebagai ajang untuk membangkitkan jiwa nasionalisme siswa-siswa SMA/MA se Tanah Datar, Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menggelar lomba baca puisi politik dan membaca UUD 1945 pada Jumat (29/11). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari gelaran FUAD FAIR ke II dalam kemasan Politik Islam Expo yang diselenggarakan dari 28 sampai 30 November 2019.


“Alhamdulillah, kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh jurusan PPI berjalan dengan lancar. Kita memang bermaksud untuk membangkitkan semangat nasionalisme siswa-siswa SMA/MA ini, sekaligus juga sebagai ajang untuk menampilkan bakat-bakat mereka,” ungkap Dewi Dahlan selaku Dosen PPI sekaligus juri pada lomba tersebut.

Dewi menuturkan, kegiatan tersebut juga sebagai ajang untuk pendidikan politik. “Puisi politik yang kita lombakan itu untuk meransang otak siswa-siswa tersebut untuk jeli dalam melihat masalah politik yang ada, baik nasional maupun internasional. Nah masalah tersebutlah yang kemudian dingkat menjadi puisi dan dilombakan,” lanjutnya.


Pendapat tersebut diamini oleh Ulya Fitri yang juga dosen PPI dan juri lomba. Menurut Ulya, pendidikan politik penting ditanamkan sejak dini, agar masyarakat paham akan pentingnya memahami kondisi politik saat ini, khusunya krisis politik yang melanda umat Islam.

“Kita bisa contohkan krisis politik yang melanda Palestina. Bagaimana negara tersebut masih terjajah sampai saat ini. Sebagai anak-anak politik Islam tentunya kita harus peduli terhadap masalah tersebut,” ungkap Ulya.


Kegiatan lomba baca puisi politik dan membaca UUD 1945 ini sendiri disemarakkan oleh beberapa SMA/MA di Tanah Datar.  “Kita sangat senang dengan antusia siswa-siswa SMA ini. Bahkan ada yang semangat membacakan puisi tentang Palestina, bagaimana kehidupan masyarakat di negara tersebut tidak seenak masyarakat Indonesia saat ini,” ungkap Zafirah Qurroya Uyun yang juga juri dari lomba tersebut.

Dalam pagelaran FUAD FAIR II ini tidak hanya menyelenggarakan Politik Islam Expo tetapi juga kegiatan lainnya seperti Lomba Tahfidz, Lomba Mewarnai, Psikologi CUP, Lomba Karangan, Gebyar Psikologi, Festival Malamang dan Lomba Melamang dan berbagai kegiatan yang di kemas dalam menumbuhkan kreativitas pada mahasiswa FUAD seperti, Workshop Kepolisian, Lomba Fotografi, Bazar Kuliner, ICD EXSPO dan Seminar Anti Narkoba. [] (fajri)


Share:

Angkat FUAD FAIR 2, IAIN Batusangkar Perkenalkan Kegiatan Unggulan


FUADNews, Batusangkar - Sebagai Fakultas yang unggul dalam kajian keilmuan dakwah yang berbasis riset dan tekhnologi dalam pendidikan dan pembelajaran di IAIN Batusangkar. Dalam menjadikan fakultas yang terinterkonektif dengan kearifan lokal di kampus berbasis Akreditasi, dengan tujuan akhir menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, tangguh, mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja baru.

Hal ini diungkapkan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar Dr. Adripen, M.Pd. dalam pergelaran “FUAD FAIR II” dengan mengambil tema “Kuatkan Karakter Bangsa Melalui Integritas yang Terinterkonektif dengan Kearifan Lokal, selama tiga hari, kamis/sabtu-28/30 November 2019.

Lebih lanjut Adripen mengatakan FUAD FAIR II ini merupakan kemasan, pembungkus dan kemasan dari berbagai aktifitas-aktifitas kegiatan pada masing-masing jurusan yang ada pada FUAD yakni Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, Komunikasi Penyiaran Islam, Pemikiran Politik Islam, Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Pengembangan Masyarkat Islam dan Jurusan Psikologi Islam.

Kegiatan FUAD FAIR II mengabungkan kegiatan-kegiatan yang ada pada masing-masing jurusan yang ada di FAUD. Sehingga akan menjadi tiga tujuan utama dalam ajang FUAD FAIR II ini, antara lain, pertama Integritas ajang menumbuhkan, meningktakan, megembangkan aktifitas, produktivitas pada masing-masing jurusan, sehingga FUAD FAIR ini bisa di harapkan dari tahun-ketahun bisa meningktakan produktivitas pada masing-masing jiwa mahasiswa terkhusus pada Fakultas ini,

Kedua dari FUAD FAIR ini, sebagai wadah membangun kerjasama dengan berbagi instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Kab. Tanah Datar, sehingga menjadikan kegiatan ini semakin di kenal di tengah-tengah masyarakat, ketiga bagai mana menjadikan FUAD FAIR ini, ajang promosi jurusan –jurusan yang ada di FUAD dan IAIN Batusangkar sehingga  minat masyarakat akan tumbuh dan tinggi untuk menuntut ilmu di IAIN Batusangkar,

“Dalam ajang FUAD FAIR II ini begagai kegiatan dan perombaan yang akan di laksakan selama tiga hari berturut ini antara lain, Lomba Tahfidz, Lomba Mewarnai, Psikologi CUP, Lomba Karangan, Gebyar Psikologi, Festival Malamang dan Lomba Melamang dan berbagai kegiatan yang di kemas dalam menumbuhkan kreativitas pada mahasiswa FUAD seperti, Politik Islam EXPO, Workshop Kepolisian, Lomba Fotografi, Bazar Kuliner, ICD EXSPO dan Seminar Anti Narkoba," ungkap Adripen

Sementara itu Wakil Rektor II Dr. Marjoni Imamora, M.Si menyampaikan dalam bahwa keguatan ini, bisa menumbuhkan semangat aktifitas-aktifitas mahasiswa IAIN Batusangkar terutama di FUAD ini. Sehingga kegiatan ini bisa menjalin, menggagas kemampuan dari mahasiswa FUAD itu sendiri, sehingga bagai mana semua jurusan yang ada di FUAD IAIN Batusangkar bisa tersosialisasikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut marjoni mengatakan keguatan yang luar bisa bagian dari perguruan tinggi yang Integratif dan Interkonektif dalam keilmua, bereputasi Global dan tidak meninggalkan kearifan lokal, ini tidak bisa terlepas dari kegiatan-kegiatan lainya, kegiatan-kegiatan tingkat nasional, perlombaan, seminar dan kajian-kajian keilmua, ini semua adalah memperkenalkan IAIN Batusangkar di tengah-tengah Masyarkat, “tutup marjoni”. [] (Doni)

Share:

Gelar Lomba Karangan Interaktif, HMJ IPII Tingkatkan Minat Menulis Masyarakat

BATUSANGKAR. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan acara Lomba Karangan Interaktif II pada hari Senin (25/11). Kegiatan yang mengusung tema “Penulis Interaktif Menjalin Silaturrahim Bersama Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Era Milenial” ini dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar.
Lomba Karangan Interaktif yang diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan yaitu Bapak Dr. H. Zulkifli, MA yang memberikan apresiasi luar biasa untuk mahasiswa IPII karena telah mampu mengangkat acara LKI ini bukan hanya se-Sumbar, tetapi mencakup se-Sumatera.
Lomba Karangan Interaktif ini merupakan hasil dari program kerja HMJ IPII. guna melihat perkembangan perdevisi dalam meningkatkan minat literasi, terutama pada kegiatan membaca dan menulis. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Penulis Interaktif Menjalin Silaturrahim Bersama Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Era Milenial,” kemudian diturunkan menjadi pilihan sub tema diantaranya mengenai pahlawan tanpa tanda jasa karena berdekatan dengan hari guru. LKI ini merupakan LKI yang ke-II, dan juga merupakan gebrakan baru untuk mahasiswa IPII dalam mengembangkan dan memperkenalkan tentang Perpustakaan ke sekolah-sekolah ataupun ke masyarakat.
Penampilan karya oleh para peserta terpilih yang dijadikan sebagai inti kegiatan dilakoni oleh seluruh peserta dengan sangat antusias, sehingga munculnya ide kreatif dan kreasi yang membuat acara lomba lebih meriah. Penilaian setiap karya yang ditampilkan dilakukan oleh Niki Martoyo,S. Pt., Rika Jufriazia Manita, M. I. Kom, dan Sri Wahyuni, M. IP. yang bertindak sebagai juri dan dewan penilai.
Lomba karangan interaktif ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan sekaligus penyerahan hadiah. Untuk pemuncak juara ditempati oleh  Riesky Milly Valdo dari IAIN Batusangkar, kemudian diikuti oleh Muhammad Zaky Nofriansyah dari MAN 2 Tanah Datar dan peringkat ketiga diperoleh oleh Amellia Cahyani dari SMA 3 Batusangkar. Pada sesi pembagian hadiah, Zulkifli, MA., sebagai perwakilan fakultas memberikan ucapan selamat dan motivasi untuk terus berkarya bagi seluruh peserta agar budaya literasi menjadi kebiasaan yang tetap terus dikembangkan. [] (Rk/Z)
Share:

FUAD IAIN Batusangkar Sukses Menggelar Seminar Internasional Komunikasi Antar Bangsa

Batusangkar. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar menyelenggarakan seminar internasional dengan tema Komunikasi Antar Bangsa pada hari Kamis (31/10). Kegiatan ini diselenggarakan dengan kerjasama antara Fakultas FUAD dengan Pusat Pengkajian Islam UiTM Melaka di Malaysia. Kegiatan yang bertajuk komunikasi ini juga menawarkan adanya penyegaran dalam berbagi pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya prinsip komunikasi yang baik, terutama bagi pendakwah, maka tema yang dibahas dalam penjabarannya adalah Etika Komunikasi bagi pendakwah, sehingga diharapkan peserta yang merupakan calon pendakwah di masa depan memiliki nilai-nilai yang harus diperhatikan tersebut.

Prof. Madya Dr. Salahudin, sebagai ucap tama, langsung didatangkan dari Malaysia, menyampaikan bahwa etika komunikasi zaman sekarang sudah mengalami pergeseran dibandingkan dengan zaman dahulu seiring dengan perkembangan teknologi era 4.0, bahkan sekarang sudah mulai memasuki babak era 5.0. Tantangan yang akan dihadapi tentunya semakin kompleks, karena komunikasi yang dilakukan saat ini tidak terbatas oleh ruang dan wilayah. Kita dapat melakukan komunikasi dengan siapa saja dan dimana saja. Implikasi dari terbukanya ruang komunikasi tentunya menjadikan masyarakat harus lebih menata etika dalam berkomunikasi. Pemateri juga mengatakan bahwa saat ini tidak sedikit konflik yang terjadi di dunia ini yang disebabkan oleh kesalahan dalam komunikasi bahkan hanya merupakan masalah bagaimana menempatkan diri dalam koridor norma komunikasi.

Selain Prof. Salahudin dari Malaysia, seminar internasional juga dibersamai oleh Rektor IAIN Batusangkar, Dr. Kasmuri, M.A., bertindak dalam membuka acara serta menyajikan materi dalam format keynote speaker. Beliau menyampaikan bahwa penting sekali bagi kita untuk menjaga pola komunikasi, terutama dalam berdakwah. Jangan sampai tujuan mulia dakwah ternodai hanya gara-gara komunikasi yang dilakukan tidak sesuai etika. “Percuma saja berdakwah jika bahasa yang disampaikan menyakitkan dan jauh dari sarat etika” imbuhya.

Kegiatan seminar internasional komunikasi antar bangsa menghadirkan seminar paralel, guna menunjang kegiatan utama, yang berlangsung di kelas-kelas yang lebih kecil. Kelas paralel dilangsungkan dengan pembicara dari UiTM dan FUAD IAIN Batusangakar. Desain kelas lebih menonjolkan bentuk join seminar yang diharapkan dapat memadukan pengetahuan dari bidang yang berbeda, sehingga mampu menghadirkan materi yang terintegrasi. Dr. Adripen, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwa IAIN Batusangkar, mengatakan bahwa Kegiatan join seminar yang dibungkus dengan acara seminar internasional antar bangsa ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kita dalam menjalin kerjasama dan berbagi pengetahuan, khususnya pengetahuan lintas negara dan lintas keilmuan. “melalui acara ini kita dapat membuktikan bahwa FUAD memang memiliki integritas dan kemampuan dalam menjalin kerjasama dan melaksanakan kegiatan semacam ini, bahkan kita akan mengembangkan lagi ke depannya” tutupnya. [] (zain)
Share:

Visiting Doctor Jurusan PMI Hadirkan Pembicara Lintas Negara

FUAD. Batusangkar. Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar sukses menyelenggarakan kegiatan visiting doctor pada hari Kamis (31/10) di Auditorium Kampus. Kegiatan visiting doctor dirancang untuk saling berbagi pengalaman sesuai dengan kondisi dan tema kekinian. Kegiatan yang merupakan visiting doctor kedua yang diselenggarakan oleh Jurusan PMI mengambil tema komunikasi antar bangsa, atau lebih spesifik pada etika komunikasi bagi calon pendakwah. Sebagaimana diketahui bersama bahwa lulusan PMI diharapkan merupakan tombak-tombak tersiarnya dakwah di bumi nusantara dengan pendekatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung, jurusan PMI menghadirkan pembicara level internasional yang didatangkan langsung dari negara Malaysia. Prof. Madya, Dr. Shalahudin yang menjadi pembicara pada kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi, terutama bagi pendakwah dan calon pendakwah. Banyak persoalan yang muncul saat ini, terutama sesuai dengan perkembangan teknologi, masyarakat dapat melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Banyaknya celaan dan ujaran kebencian, serta opini yang tidak bertanggungjawab tersebar di masyarakat karena banyaknya penyalahgunaan media dalam berbagi informasi yang tanpa disadari sejatinya hal tersebut telah mencederai fungsi perkembangan teknologi, yang dikenal pada era 4.0.
Hal ini juga dibenarkan oleh Rektor IAIN Batusangkar, pada kesempatan ini membuka acara dan menjadi keynote speaker, bahwa banyak kejadian yang luar biasa yang terkadang jauh dari nalar kita sebagai pendidik. Banyak sekali informasi yang tidak benar disebarkan melalui jaringan media, sehingga penurunan kualitas etika komunikasi sangat terlihat mencolok, bahkan rasa saling menghormati dan menghargai juga ikut tergerus bersama perkembangan jaman. “saya dulu kalau mau bicara atau melontarkan kalimat harus mikir-mikir berulang, nah kalau sekarang saya lihat yang penting disebar aja dulu setelah itu baru mikir kebenarannya” tambahnya.
Iswadi, MA., Selaku salah satu panitia kegiatan yang juga menghadirkan beberapa mahasiswa dan tenaga pengajar dari UiTM Melaka mengungkapkan kebahagiaannya karena jarang sekali kegiatan visiting doctor yang diselenggarakan jurusan menghadirkan pembicara dari negara lain. Dalam komentarnya ketika ditemui, tidak dapat disangkal bahwa ini merupakan bentuk keberhasilan dan kerjasama tim dalam menyiapkan kegiatan. Harapannya kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan. “kan luar biasa jika kegiatan visiting doctor yang dilaksanakan jurusan tapi animonya seperti seminar internasional” punkasnya. [] (zain)
Share:

Visiting Doctor IAT Hidupkan Kembali Semangat Pengkaji Al-Qur’an

FUAD, Batusangkar – Mengulang deretan kesuksesan visiting doctor yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), prodi Ilmu Al-Qr’an dan Tafsir menghadirkan profesor tafsir yang lebih dari mumpuni. Mengusung tema “Pengkaji Al-Qur’an di Era Disrupsi” guru besar Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Bapak Prof. Dr. H. Rusydi A.M, L.c., M.A. hadir sebagai pemateri. 

Acara yang merupakan program unggulan jurusan IAT ini turut menghadirkan dosen beserta mahasiswa IAT, KPI, Psikologi dan prodi-prodi lainnya di FUAD. Pada Rabu, 30 November 2019, visiting doctor IAT bertempat di aula gedung FEBI pada pukul 08.00 dan berlangsung khidmat. Acara ini dibuka dan disambut langsung oleh bapak Dr. Irman, M.Pd selaku Wakil Dekan I sekaligus mewakili bapak Dekan FUAD yang sebelumnya berkesempatan menyambut pemateri di ruangan Dekan FUAD. 


Pada forum visiting doctor, bapak Rusydi menyampaikan keluhannya mengenai era disrupsi yang justru menggerus akhlak para pengkaji Al-Quran. Rusydi menggambarkan era disrupsi sebagai sebuah tanaman yang telah tercabit dari akarnya, layu dan rusak. Padahal nenurutnya, era disrupsi tidak hanya membawa efek negatif.

“Era disrupsi yang ditandai dengan perkembangan teknologi harusnya menjadi alternatif sarana yang mendukung dan aksesibel bagi para pengkaji Al-Quran, tapi yang terjadi justru sebaliknya, seolah teknologi mempermainkan kita dan kita tidak siap untuk menerima itu” tuturnya.  Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi oleh para mahasiswa IAT dan penyambutan yang sakral dengan doa serta ceremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahasiswa. 


Dalam sambutannya, Irman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan unggulan setiap prodi. “kami berharap ada tindaklanjut kerjasama antara prodi IAT FUAD IAIN Batusangkar khususnya dengan prodi tafsir di UIN Imam Bonjol sama seperti layaknya MoU yang telah disepakati dengan UIN Gunung Djati sebelumnya, malah jika bisa dengan prodi-prodi lain dan kita harapkan mendapatkan banyak ilmu serta pengalaman dari forum ini” lanjutnya. “karena sebenarnya ini kebutuhan bagi mahasiswa, bukan sekedar keinginan prodi atau keharusan kegiatan ini berjalan tiap tahunnya” pungkasnya. Forum visiting doctor ini ditutup dengan nasehat dan himbauan dari bapak Rusydi agar menghidupkan kembali semangat dalam mengkaji ilmu Al-Qur’an khususnya bagi para pemuda di era disrupsi ini. [] (Zafira)
Share:

SEMA FUAD Adakan Pelatihan Teknik Persidangan dan Sekolah Legislatif


FUADNews, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengadakan pelatihan Teknik Persidangan dan Sekolah Legislatif. Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (30/10) yang dihadiri langsung oleh Dr. Zulkifli, MA Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama serta Fefri Koni, SHI., MA selaku Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD.
  
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Dekan III. “Tentu kegiatan ini perlu kita apresiasi karena ini ilmu penting bagi mahasiswa untuk paham bagaimana teknik persidangan yang benar sehingga mahasiswa FUAD ini paham tata cara persidangan yang benar,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menuturkan, kegiatan mahasiswa tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknik persidangan saja tetapi juga menambah ilmu mahasiswa mengenai legislatif. “Dengan Sekolah Legislatif mahasiswa diharapkan paham mengenai apa itu legislatif, fungsinya seperti apa, dan cara kerjanya itu seperti apa,” ujarnya.

Senada dengan Zulkifli, serta Fefri Koni, SHI., MA selaku Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD melihat pengetahuan-pengetahuan seperti ini sangat penting bagi mahasiswa. “Pengetahuan mengenai teknik persidangan ini kan belum tentu ditemui oleh mahasiswa di perkuliahan. Nah inilah tempat bagi mahasiswa untuk melatih dan menambah ilmu mengenai teknik persidangan maupun mengenai legislatif,” ucapnya.


SEMA sendiri berharap dengan kegiatan tersebut pengetahuan mahasiswa bertambah dan semakin paham beratap pentingnya mengetahui teknik persidangan maupun tentang legislatif. “Nanti ke depannya tidak ada lagi kebingungan di mahasiswa mengenai teknik persidangan yang benar maupun berkaitan dengan legislatif. Kita ingin semua pembelajaran ini dapat diserap dengan baik oleh peserta,” tutup Teguh Chaniago dari SEMA FUAD. (fajri) []

Share:

Mahasiswa PPI Adakan Bedah Buku Konstelasi Electoral dan Keterbelahan Publik


FUADNews, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan minat baca dan diskusi, mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan kegiatan bedah buku “Konstelasi Electoral dan Keterbelahan Publik”. Kegiatan yang diadakan pada Jumat (25/10) tersebut, menghadirkan langsung penulis buku yaitu Pangi Syarwi Chaniago, S.IP, M.IP.

“Kita dari universitas dan fakultas tentunya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah seperti ini. Dengan kegiatan ini, kita berharap dapat menumbuhkan kembali minat baca dan diskusi sehingga menghasilkan ide-ide menarik yang berkontribusi bagi bangsa ini. Jangan sampai mahasiswa hanya fokus pada nilai akademik saja,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD dalam sambutannya.

Adripen juga mendorong jurusan PPI untuk konsisten melakukan kegiatan seperti ini untuk ke depannya. “Mudah-mudah ke depannya jurusan PPI juga dapat menghadirkan penulis-penulis buku politik handal yang dapat memberi banyak ilmu bagi mahasiswa ini,” lanjutnya.


Dalam diskusi tersebut, Pangi yang juga merupakan Direktur VoxPol Center menjelaskan bagaimana telah terjadinya pembelahan di masyarakat pasca Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), khususnya pada Pilpres 2019 lalu. “Pembelahan ini kan sangat terlihat, ada kubu cebong maupun kampret. Dua kubu ini saling caci dan memaki. Hanya gara-gara beda pilihan, jadinya malah saling memusuhi,” terangnya.


Pangi menyesalkan pembelahan tersebut terjadi. Padahal di tingkat elit sendiri tidak terjadi pembelahan sebesar yang terjadi di dalam masyarakat, bahkan menurutnya, pasca pilpres 2019 elit yang bertikai malah saling mahu membahu dalam membagi kekuasaan. “Akhirnya kan yang rugi masyarakat sendiri. Dulu mati-matian belain jagoannya, eh taunya jagoanya sekarang berkoalisi,” lanjutnya.


Pangi mengingatkan masyarakat agar tidak mati-matian dalam membela suatu pasangan calon, cukup membela dan mencintai sekedarnya. “Intinya jangan mati-matianlah belain jagoan, karena politik ini bicara kepentingan. Yang elit tentunya memikirkan keuntungan yang mereka dapatkan. Yang rugi ya masyarakat bawah,” tutupnya. [] (fajri)

Share:

Visiting Doctor PPI Bahas Politik Indonesia Pasca Pilpres 2019


FUAD, Batusangkar – Semangat menyemarakkan kembali kegiatan diskusi kembali dilakukan oleh Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar dengan mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Rabu (16/10) kegiatan tersebut dilakukan dengan mengangkat tema “Peta Politik Indonesia Pasca Pilpres 2019” dengan pembicara utama Dr. Burhanuddin Muhtadi, M.A yang merupakan Dosen Politik UIN Syarif Hidayatullah dan Direktur Eksekutif Indikator Politik.


“Kegiatan visiting doctor ini memang menghadirkan para doktor yang handal dalam bidangnya. Ini untuk mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam berdiskusi dan berliterasi. Kita angkat tema ini karena kondisi politik Indonesia ini menarik dikaji terutama pasca pilpres 2019 lalu,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar dalam sambutannya.


Adripen menuturkan, peta politik Indonesia pasca pilpres 2019 menjadi kajian menarik karena sebelumnya pada pilpres 2019 lalu terjadi politik yang kurang baik bagi keutuhan bangsa Indonesia. “Kalau kita lihat pada pilpres 2019 lalu polarisasi dalam masyarakat sangat kenatal, bahkan ada yang sampai bertengkar karena beda pilihan. Nah kita ingin melihat bagaimana pemerintahan baru ini menyelesaikan masala tersebut,” ungkapnya.


Dr. Burhanuddin Muhatadi, M.A menuturkan, polarisasi yang terjadi karena disebabkan oleh karena tingginya presidensial respon. Pilpres 2019 hanya menghadirkan dua calon. Indeks demokrasi Indonesiapun jadi menurun.


"Ini diperparah dengan mazhab politik Indonesia saat ini yaitu Indonesia dikuasai oleh segelintir elit yang dapat mengontrol partai politik," ungkap Burhan.


Kalaulah polarisasi yang terjadi akibat pilpres 2019 tidak dapat diatasi, maka ia akan berdampak pada stabilitas Indonesia. Masyarakat akan terus terbelah saling benci dan menutup ruang diskusi. Inilah tugas pemerintah baru Joko Widodo - Maruf Amin ke depan, tidak hanya membentuk pemerintahan tetapi juga menjaga stabilitas negara dengan mengatasi polarisasi masyarakat yang semakin tinggi. Pemerintah harus mampu mengakomodir itu semua.


Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dr. Burhanudin Muhtadi, M.A yang juga merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia. [] (fajri)

Share:

Revitalisasi Jurnalistik dan Broadcasting menjadi Kajian Utama Visiting Doctor KPI

Batusangkar-FUAD. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (10/10) dan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di ruangan Auditorium IAIN Batusangkar. Kegiatan Visiting Doctor sendiri merupakan ranah bagi civitas kampus dalam menggali informasi dan saling berbagi pengetahuan dari ahli di bidangnya. Pada kesempatan ini jurusan KPI menghadirkan pembicara Dr. Wakidul Kohar M. Ag., dengan mengambil tema Revitalisasi Jurnalistik dan Broadcasting di Indonesia.
Pemateri yang juga merupakan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan bahwasanya pengambilan peran bagi mahasiswa dalam dunia jurnalistik masih belum optimal, meskipun sudah terlihat beberapa pergerakan mahasiswa yang mulai mewarnai beberapa lembaga penyiaran. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi pendidik, maupun bagi mahasiswa sendiri, terutama yang berasal dari jurusan penyiaran dan broadcasting, agar pergerakan mahasiswa ini mendapat porsi yang lebih banyak, tentunya didukung dengan kesiapan hard skill dan soft skill yang dimiliki. Selain itu, broadcasting dan jurnalistik hingga saat ini masih merupakan sebuah studi yang menarik di Indonesia, dibuktikan dengan banyaknya animo masyarakat yang menginginkan anak-anak mereka menjadi tim broadcasting atau tim jurnalis.
Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar, Dr. Adripen, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sudah merupakan hal yang tepat bagi persiapan mahasiswa untuk mendalami dunia jurnalis dan broadcasting. Banyak hal yang perlu disiapkan oleh lembaga untuk meningkatkan integritas para mahasiswa menimbang perkembangannya juga sangat pesat sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Hal serupa juga disampaikan oleh Syafriwaldi, M.A., selaku panitia dan salah satu Pengajar Jurusan KPI, ketika ditemui pada penutupan acara yang mengatakan bahwa acara visiting doctor sejatinya adalah upaya untuk memunculkan gagasan baru untuk merancang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kedepannya. Menemukan ide dan memberikan motivasi kepada peserta didik merupakan tujuan utama atas penyelenggaraan kegiatan. Beliau juga mengharapkan kegiatan visiting doctor harus selalu ditingkatkan, sehingga semakin banyak manfaat yang akan diterima, baik bagi peserta maupun untuk penyelenggara. [] (zain)
Share:

Youtube

Fanspage