Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Visiting Doctor IAT Hidupkan Kembali Semangat Pengkaji Al-Qur’an

FUAD, Batusangkar – Mengulang deretan kesuksesan visiting doctor yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), prodi Ilmu Al-Qr’an dan Tafsir menghadirkan profesor tafsir yang lebih dari mumpuni. Mengusung tema “Pengkaji Al-Qur’an di Era Disrupsi” guru besar Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Bapak Prof. Dr. H. Rusydi A.M, L.c., M.A. hadir sebagai pemateri. 

Acara yang merupakan program unggulan jurusan IAT ini turut menghadirkan dosen beserta mahasiswa IAT, KPI, Psikologi dan prodi-prodi lainnya di FUAD. Pada Rabu, 30 November 2019, visiting doctor IAT bertempat di aula gedung FEBI pada pukul 08.00 dan berlangsung khidmat. Acara ini dibuka dan disambut langsung oleh bapak Dr. Irman, M.Pd selaku Wakil Dekan I sekaligus mewakili bapak Dekan FUAD yang sebelumnya berkesempatan menyambut pemateri di ruangan Dekan FUAD. 


Pada forum visiting doctor, bapak Rusydi menyampaikan keluhannya mengenai era disrupsi yang justru menggerus akhlak para pengkaji Al-Quran. Rusydi menggambarkan era disrupsi sebagai sebuah tanaman yang telah tercabit dari akarnya, layu dan rusak. Padahal nenurutnya, era disrupsi tidak hanya membawa efek negatif.

“Era disrupsi yang ditandai dengan perkembangan teknologi harusnya menjadi alternatif sarana yang mendukung dan aksesibel bagi para pengkaji Al-Quran, tapi yang terjadi justru sebaliknya, seolah teknologi mempermainkan kita dan kita tidak siap untuk menerima itu” tuturnya.  Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi oleh para mahasiswa IAT dan penyambutan yang sakral dengan doa serta ceremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahasiswa. 


Dalam sambutannya, Irman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan unggulan setiap prodi. “kami berharap ada tindaklanjut kerjasama antara prodi IAT FUAD IAIN Batusangkar khususnya dengan prodi tafsir di UIN Imam Bonjol sama seperti layaknya MoU yang telah disepakati dengan UIN Gunung Djati sebelumnya, malah jika bisa dengan prodi-prodi lain dan kita harapkan mendapatkan banyak ilmu serta pengalaman dari forum ini” lanjutnya. “karena sebenarnya ini kebutuhan bagi mahasiswa, bukan sekedar keinginan prodi atau keharusan kegiatan ini berjalan tiap tahunnya” pungkasnya. Forum visiting doctor ini ditutup dengan nasehat dan himbauan dari bapak Rusydi agar menghidupkan kembali semangat dalam mengkaji ilmu Al-Qur’an khususnya bagi para pemuda di era disrupsi ini. [] (Zafira)
Share:

SEMA FUAD Adakan Pelatihan Teknik Persidangan dan Sekolah Legislatif


FUADNews, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengadakan pelatihan Teknik Persidangan dan Sekolah Legislatif. Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (30/10) yang dihadiri langsung oleh Dr. Zulkifli, MA Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama serta Fefri Koni, SHI., MA selaku Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD.
  
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Dekan III. “Tentu kegiatan ini perlu kita apresiasi karena ini ilmu penting bagi mahasiswa untuk paham bagaimana teknik persidangan yang benar sehingga mahasiswa FUAD ini paham tata cara persidangan yang benar,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menuturkan, kegiatan mahasiswa tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknik persidangan saja tetapi juga menambah ilmu mahasiswa mengenai legislatif. “Dengan Sekolah Legislatif mahasiswa diharapkan paham mengenai apa itu legislatif, fungsinya seperti apa, dan cara kerjanya itu seperti apa,” ujarnya.

Senada dengan Zulkifli, serta Fefri Koni, SHI., MA selaku Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD melihat pengetahuan-pengetahuan seperti ini sangat penting bagi mahasiswa. “Pengetahuan mengenai teknik persidangan ini kan belum tentu ditemui oleh mahasiswa di perkuliahan. Nah inilah tempat bagi mahasiswa untuk melatih dan menambah ilmu mengenai teknik persidangan maupun mengenai legislatif,” ucapnya.


SEMA sendiri berharap dengan kegiatan tersebut pengetahuan mahasiswa bertambah dan semakin paham beratap pentingnya mengetahui teknik persidangan maupun tentang legislatif. “Nanti ke depannya tidak ada lagi kebingungan di mahasiswa mengenai teknik persidangan yang benar maupun berkaitan dengan legislatif. Kita ingin semua pembelajaran ini dapat diserap dengan baik oleh peserta,” tutup Teguh Chaniago dari SEMA FUAD. (fajri) []

Share:

Mahasiswa PPI Adakan Bedah Buku Konstelasi Electoral dan Keterbelahan Publik


FUADNews, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan minat baca dan diskusi, mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan kegiatan bedah buku “Konstelasi Electoral dan Keterbelahan Publik”. Kegiatan yang diadakan pada Jumat (25/10) tersebut, menghadirkan langsung penulis buku yaitu Pangi Syarwi Chaniago, S.IP, M.IP.

“Kita dari universitas dan fakultas tentunya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah seperti ini. Dengan kegiatan ini, kita berharap dapat menumbuhkan kembali minat baca dan diskusi sehingga menghasilkan ide-ide menarik yang berkontribusi bagi bangsa ini. Jangan sampai mahasiswa hanya fokus pada nilai akademik saja,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD dalam sambutannya.

Adripen juga mendorong jurusan PPI untuk konsisten melakukan kegiatan seperti ini untuk ke depannya. “Mudah-mudah ke depannya jurusan PPI juga dapat menghadirkan penulis-penulis buku politik handal yang dapat memberi banyak ilmu bagi mahasiswa ini,” lanjutnya.


Dalam diskusi tersebut, Pangi yang juga merupakan Direktur VoxPol Center menjelaskan bagaimana telah terjadinya pembelahan di masyarakat pasca Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), khususnya pada Pilpres 2019 lalu. “Pembelahan ini kan sangat terlihat, ada kubu cebong maupun kampret. Dua kubu ini saling caci dan memaki. Hanya gara-gara beda pilihan, jadinya malah saling memusuhi,” terangnya.


Pangi menyesalkan pembelahan tersebut terjadi. Padahal di tingkat elit sendiri tidak terjadi pembelahan sebesar yang terjadi di dalam masyarakat, bahkan menurutnya, pasca pilpres 2019 elit yang bertikai malah saling mahu membahu dalam membagi kekuasaan. “Akhirnya kan yang rugi masyarakat sendiri. Dulu mati-matian belain jagoannya, eh taunya jagoanya sekarang berkoalisi,” lanjutnya.


Pangi mengingatkan masyarakat agar tidak mati-matian dalam membela suatu pasangan calon, cukup membela dan mencintai sekedarnya. “Intinya jangan mati-matianlah belain jagoan, karena politik ini bicara kepentingan. Yang elit tentunya memikirkan keuntungan yang mereka dapatkan. Yang rugi ya masyarakat bawah,” tutupnya. [] (fajri)

Share:

Visiting Doctor PPI Bahas Politik Indonesia Pasca Pilpres 2019


FUAD, Batusangkar – Semangat menyemarakkan kembali kegiatan diskusi kembali dilakukan oleh Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar dengan mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Rabu (16/10) kegiatan tersebut dilakukan dengan mengangkat tema “Peta Politik Indonesia Pasca Pilpres 2019” dengan pembicara utama Dr. Burhanuddin Muhtadi, M.A yang merupakan Dosen Politik UIN Syarif Hidayatullah dan Direktur Eksekutif Indikator Politik.


“Kegiatan visiting doctor ini memang menghadirkan para doktor yang handal dalam bidangnya. Ini untuk mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam berdiskusi dan berliterasi. Kita angkat tema ini karena kondisi politik Indonesia ini menarik dikaji terutama pasca pilpres 2019 lalu,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar dalam sambutannya.


Adripen menuturkan, peta politik Indonesia pasca pilpres 2019 menjadi kajian menarik karena sebelumnya pada pilpres 2019 lalu terjadi politik yang kurang baik bagi keutuhan bangsa Indonesia. “Kalau kita lihat pada pilpres 2019 lalu polarisasi dalam masyarakat sangat kenatal, bahkan ada yang sampai bertengkar karena beda pilihan. Nah kita ingin melihat bagaimana pemerintahan baru ini menyelesaikan masala tersebut,” ungkapnya.


Dr. Burhanuddin Muhatadi, M.A menuturkan, polarisasi yang terjadi karena disebabkan oleh karena tingginya presidensial respon. Pilpres 2019 hanya menghadirkan dua calon. Indeks demokrasi Indonesiapun jadi menurun.


"Ini diperparah dengan mazhab politik Indonesia saat ini yaitu Indonesia dikuasai oleh segelintir elit yang dapat mengontrol partai politik," ungkap Burhan.


Kalaulah polarisasi yang terjadi akibat pilpres 2019 tidak dapat diatasi, maka ia akan berdampak pada stabilitas Indonesia. Masyarakat akan terus terbelah saling benci dan menutup ruang diskusi. Inilah tugas pemerintah baru Joko Widodo - Maruf Amin ke depan, tidak hanya membentuk pemerintahan tetapi juga menjaga stabilitas negara dengan mengatasi polarisasi masyarakat yang semakin tinggi. Pemerintah harus mampu mengakomodir itu semua.


Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dr. Burhanudin Muhtadi, M.A yang juga merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia. [] (fajri)

Share:

Revitalisasi Jurnalistik dan Broadcasting menjadi Kajian Utama Visiting Doctor KPI

Batusangkar-FUAD. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (10/10) dan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di ruangan Auditorium IAIN Batusangkar. Kegiatan Visiting Doctor sendiri merupakan ranah bagi civitas kampus dalam menggali informasi dan saling berbagi pengetahuan dari ahli di bidangnya. Pada kesempatan ini jurusan KPI menghadirkan pembicara Dr. Wakidul Kohar M. Ag., dengan mengambil tema Revitalisasi Jurnalistik dan Broadcasting di Indonesia.
Pemateri yang juga merupakan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan bahwasanya pengambilan peran bagi mahasiswa dalam dunia jurnalistik masih belum optimal, meskipun sudah terlihat beberapa pergerakan mahasiswa yang mulai mewarnai beberapa lembaga penyiaran. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi pendidik, maupun bagi mahasiswa sendiri, terutama yang berasal dari jurusan penyiaran dan broadcasting, agar pergerakan mahasiswa ini mendapat porsi yang lebih banyak, tentunya didukung dengan kesiapan hard skill dan soft skill yang dimiliki. Selain itu, broadcasting dan jurnalistik hingga saat ini masih merupakan sebuah studi yang menarik di Indonesia, dibuktikan dengan banyaknya animo masyarakat yang menginginkan anak-anak mereka menjadi tim broadcasting atau tim jurnalis.
Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar, Dr. Adripen, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sudah merupakan hal yang tepat bagi persiapan mahasiswa untuk mendalami dunia jurnalis dan broadcasting. Banyak hal yang perlu disiapkan oleh lembaga untuk meningkatkan integritas para mahasiswa menimbang perkembangannya juga sangat pesat sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Hal serupa juga disampaikan oleh Syafriwaldi, M.A., selaku panitia dan salah satu Pengajar Jurusan KPI, ketika ditemui pada penutupan acara yang mengatakan bahwa acara visiting doctor sejatinya adalah upaya untuk memunculkan gagasan baru untuk merancang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kedepannya. Menemukan ide dan memberikan motivasi kepada peserta didik merupakan tujuan utama atas penyelenggaraan kegiatan. Beliau juga mengharapkan kegiatan visiting doctor harus selalu ditingkatkan, sehingga semakin banyak manfaat yang akan diterima, baik bagi peserta maupun untuk penyelenggara. [] (zain)
Share:

SEMA FUAD Bersama Honda Team Jakarta Adakan Seminar Nasional Police Goes to Campus


FUAD, Batusangkar – Dalam meningkatkan minat diskusi dan menambah wawasan, Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (SEMA FUAD) IAIN Batusangkar bekerjasama dengan Honda Team Jakarta mengadakan kegiatan  Seminar Nasional Police Goes To Campus. Kegiatan tersebut dilakukan pada Senin (30/9) di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) IAIN Batusangkar.


Seminar tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FUAD Dr. Adripen, M.Pd beserta jajaran serta Kasat Lantas Tanah Datar Aiptu Irwan dan dari Dishubkominfo Drs. Gusti Amor, M.M. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap mahasiswa FUAD. Adripen sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa FUAD dan mendorong kegiatan-kegiatan sejenis untuk terus diadakan.

“Tentunya kegiatan seperti ini sangat penting ya dan fakultas beserta kampus sangat mendukung kegaitan Seminar Nasional Police Goes to Campus ini. Karena kita tau tertib lalu lintas ini sangat penting bagi masyarakat terutama mahasiswa. Kami sangat mendukung sepenuhnya upaya peningkatan tertib lalu lintas ini baik secara preventif maupun sampai pada upaya penindakan,” ungkap Adripen dalam sambutannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi disampaikan oleh Kasat Lantas Tanah Datar Aiptu Irwan tentang  Tertib Lalu Lintas dan dari Dishubkominfo Drs. Gusti Amor, M.M tentang Rambu rambu lalu lintas. Irwan dalam sosialisasinya menekankan pentingnya menaati aturan dalam berlalu lintas untuk menghindari kecelakaan di jalanan.

“Di Tanah Datar sendiri kita terus melakukan preventif. Kita ingin masyarakat tertib lalu lintas apalagi mahasiswa yang menjadi generasi penerus bangsa ini. Jangan sampai mahasiswa yang seharusnya menjadi contoh, malah menjadi pelaku, kan malu. Ini juga sebagai bentuk kepedulian kita bersama agar angka kecelakaan ini bisa ditekan, kalau usaha kita tentu jangan sampai ada kecelakaan. Di sini kita juga menekankan bahwa yang melanggar tentu dihukum sesuai aturan berlaku,” ungkap Irwan.

Kegiatan Seminar Nasional Police Goes to Campus ini sendiri dihadiri oleh segenap mahasiswa FUAD. Diharapkan dengan seminar ini, kesadaran akan berkendaraan dengan tertib dan sesuai aturan dapat diterapkan oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa IAIN Batusangkar di Tanah Datar. [] (fajri)

Share:

Kunjungan FUAD IAIN Batusangkar ke UIN SGD, Bangun Benchmarking Hingga Jalin MoU


FUAD, Bandung -  Dalam rangka memperkuat kerjasama dan silaturahmi antar sesama kampus Islam, Kamis (26/9) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) lakukan kunjungan ke Universitas Islam Sunan Gunung Djati (SGD) yang berlokasi di Bandung. Kunjungan tersebut selain bertujuan untuk membangun silaturrahmi, juga untuk menjalin kerjasama dalam membangun benchmarking FUAD IAIN Batusangkar bersama Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Psikologi, serta melakukan melakukan nota kesepahaman (MoU) antara FUAD IAIN Batusangkar dengan UIN SGD Bandung.


“Silaturrahmi ini kan penting sesuai dengan hadist Rasulullah yang bersabda Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. Alhamdulillah melalui kunjungan ini kita bangun benchmarking serta tandatangani MoU,” ungkap Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar.

Adripen menuturkan, dalam melakukan benchmarking FUAD ini sudah seharusnya FUAD belajar dan mencari tahu soal peningkatan kualitas kampus kepada UIN. Hal ini dikarenakan UIN SGD Bandung telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan, salah satunya dalam hal publikasi jurnal terakreditasi dan bereputasi.


“Dalam penandatangan MoU ini ada 4 poin materi MoU yang kita sepakati yaitu evalusi kurikulum, model praktikum, penguatan jurnal ilmiah, dan peningkatan mutu dosen dan mahasasiswa,” lanjut Adripen.

Rombongan FUAD IAIN Batusangkar sendiri disambut langsung oleh rektor UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si beserta jajaran petinggi kampus, serta dihadiri oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT., Dekan Fakultas Ushuluddin (FU), Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag.,M.Si, Dekan Fakultas Psikologi (FPsi), Dr. Agus Abdul Rahman, S.Psi., M.Psi., pada saat penerimaan kunjungan dari FUAD IAIN Batusangkar dalam rangka bencmarking. Rombongan FUAD IAIN Batusangkar yang berjumlah 10 orang diterima di gedung O. Djauharuddin AR, Kampus I, UIN SGD.


"Pada saat perubahan status dari STAIN ke IAIN tahun 2016, saya berada di sana bersama rekrot IAIN Batusangkar untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan PTKIN. Oleh karen itu, kehadiran kunjungan ini harus dijadikan kekuatan untuk membangun kerjasama dan sama-sama berkerja dalam rangka meningkatkan kualitas, mutu dan lulusan di lingkungan PTKIN yang siap bersaing dengan kampus yang lain," ungkap Rektor UIN SGD yang dikutip dari intronew.my.id. (fajri) [].

Share:

PKMD FUAD 2019 Membentuk Karakter Pemimpin Muda Berkualitas

FUAD, Batusangkar – Upaya meningkatkan kualitas mahasiswa terus dilakukan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar. Rabu (25/9), kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Dasar (PKMD) dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Mengangkat tema “Membentuk Karakter Kepemimpinan yang Memilki Daya Saing Sebagai Agen Perubahan”, kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa FUAD IAIN Batusangkar.


Fefri Koni, S.HI., MA Kasubbad Akademik dan Kemahasiswaaan FUAD IAIN Batusangkar selaku salah satu pemateri dalam kegiatan PKMD tersebut menuturkan, pentingnya bagi generasi muda terutama mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri khususnya skill kepemimpinan. Karena bagaimanapun mahasiswa inilah yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.

“Kegiatan seperti memang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa-mahasiwa ini. Kita tau bagaimana bangsa ini lahir dari para generasi muda yang tak kenal lelah berjuang dan mampu menjadi pemimpin di usia muda. Kita ingin semangat pemuda-pemuda dulu ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya dan mampu menjadi pemimpin muda potensial,” ungkap Koni.


Taufik, mahasiswa Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) selaku Steering Committee menjelaskan, memang kegiatan pelatihan tersebut untuk merangsang dan mengasah skill kepemimpinan mahasiswa, terutama mahasiswa semester tiga. “Jadi yang ikut ini perwakilan dari masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Alhamdulillah yang ikut sekitar 170-an mahasiswa,” ujarnya.


Taufik menjelaskan, kegiatan pelatihan dilakukan selama satu hari penuh. Selain Fefri Koni, pemateri lain yang ikut diundang yaitu Gita Darmayanti dari mantan sekjen SEMA Institute, Fully Hendri tariner dan motivator dari Medan. (fajri) []

Share:

FUAD IAIN Batusangkar Jalin MoU dengan Institut Kesenian Jakarta

BATUSANGKAR. Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar beserta rombongan mendatangi Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada hari Selasa (24/9) kemarin. Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk menjalin hubungan kerjasama dalam beberapa bidang, seperti pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengembangan kegiatan mahasiswa. Pertemuan yang dilaksanakan di Jakarta ini membahas hal-hal prinsipil dalam pengembangan Fakultas, terutama mengenai studi tentang film dan pertelevisian yang juga sedang dikembangkan oleh Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di IAIN Batusangkar. 
 

Kedatangan rombongan FUAD IAIN Batusangkar disambut baik oleh pihak Fakultas Film dan Televisi (FFTV) IKJ di Jakarta. Dekan FFTV, R.B. Armantoro, M.Sn., mengatakan bahwa mereka sangat senang dengan kedatangan rombongan dari Batusangkar, karena hal ini dapat memperluas kerjasama di beberapa aspek, terutama pengembangan studi mengenai film dan televisi. Hal serupa juga dikatakan oleh Romi Maimori, S.Ag., M.Pd, Kepala Labor Multimedia FUAD IAIN Batusangkar, yang juga ikut serta dalam rombongan bahwa ini merupakan kerjasama yang dijalin untuk pertama kali antara FUAD IAIN Batusangkar dengan FFTV IKJ. “semoga kerjasama ini tetap berjalan baik sehingga tujuan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terlaksana secara optimal, terutama bagi IKJ maupun IAIN sendiri” tambahnya.


Kerjasama antar Fakultas ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi pengembangan jurusan KPI di IAIN Batusangkar. Seperti diketahui bersama bahwa visi misi FFTV IKJ, yaitu menghasilkan sarjana seni, kreator profesional, fotografer handal dan ahli dalam per-film-an, menjadi angin segar dan dapat dijadikan salah satu rujukan untuk pengembangan jurusan mengingat kiprah IKJ yang sudah diakui secara nasional. Sebelum mengakhiri pertemuan yang khidmat tersebut, Dr. Adripen, M.Pd., Selaku Dekan FUAD sekaligus menjadi ketua rombongan, menyampaikan kegembiraannya atas kesediaan FFTV IKJ menyambut dan menerima kedatangan mereka. “ini bukanlah semata-mata kerjasama yang bersifat administratif, tapi kerjasama yang dilakukan ini lebih ke arah bagaimana kita menghasilkan lulusan yang berkualitas, kalau di Jakarta ada IJK, maka ahli Film di Sumatera Barat ada IAIN Batusangkar” ungkapnya sambil bersalaman. [] (zain)
Share:

Pimpinan FUAD Monitoring Kegiatan Magang Mahasiswa KPI d TVRI


FUAD, Batusangkar – Dalam rangka menjaga kualitas magang yang diadakan oleh jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar, pimpinan FUAD melakukan kegiatan supervisi dan monitoring. Senin (23/9), pimpinan FUAD melakukan monitoring langsung ke LPP TVRI Nasional, lokasi magang mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) FUAD IAIN Batusangkar.

Dr. Adripen, M.Pd selaku dekan FUAD yang memimpin tim rombongan monitoring menekankan pentingnya kegiatan monitoring tersebut sebagai bentuk pengawasan dan penilaian terhadap mahasiswa yang melakukan magang. Hal ini juga sebagai bentuk keseriusan FUAD dalam menjaga kualitas magang.


“Dengan monitoring langsung ini, kita berharap mahasiswa ini semakin serius dalam melaksanakan kegiatan magang ini. Jadi mereka terus merasa dipantau, diawasi dan dibimbing oleh pihak fakultas. Kita ingin mahasiswa mengambil ilmu sebanyak-banyak di TVRI ini, salah satu televisi tertua di Indonesia,” ungkap Adripen.

Dra. Hj Eliwatis, M.Ag selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan yang ikut dalam rombongan mengamini pendapat Adripen. Ia berharap mahasiswa magang belajar sebanyak-banyak dan mengambil ilmu dari para ahli yang ada di TVRI.


“Jangan disia-siakan kesempatan ini. Ilmu-ilmu yang mereka dapatkan di sini, nantinya menjadi modal penting dalam pengembangan diri. Dan juga nanti ilmu ini juga dibagikan ke teman-teman yang lain. Mudah-mudahan mereka dapat belajar banyak di sini,” ujar Eliwatis.

Dalam kegaiatan monitoring mahasiswa KPI tersebut, tim rombongan disambut langsung oleh salah satu pimpinan TVRI. Tim rombongan berharap agar silaturrahmi dan kerjasama ini dapat terjalin dengan baik hingga ke depannya.


“InsyaAllah kerjasama ini akan terus berlanjut. Sinergi ini juga akan kita kembangkan ke media-media lain yang ada di Indonesia,” tutup Eliwatis. [] (fajri)

Share:

DEMA Tumbuhkan Semangat Kepengurusan Lewat Kegiatan PKMM


FUAD, Batusangkar - Mengawali kinerja kepengurusan baru, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar (DEMA FUAD) berinisiatif mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMM). Kegiatan PKMM mengusung sistem up grading dengan tema dan periode kepengurusan yang berbeda. Kegiatan diadakan sejak Jumat hingga Sabtu pada 20-21 September 2019 di Kampus 2 IAIN Batusangkar.
Kegiatan berjalan khidmat dan semangat serta dihadiri oleh jajaran pejabat FUAD, DEMA, serta HMJ. Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh DEMA FUAD tersebut. “Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan skill kepemimpinan. Bagaimanapun kalian-kalian ini akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.


Yuldhelasharmi, S.Ag., SS., MA selaku Kepala Bagian Tata Usaha dan pembina DEMA FUAD juga menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Menumbuhkan Semangat Kepengurusan yang Berkarakter, Berakhlak, Bertanggungjawab, Solutif dan Berjiwa Kreatif  harus dimulai sejak benih-benih kepengurusan baru mulai tumbuh, jangan sampai diakhir kepengurusan, baru mempertanyakan rute map kepengurusannya, itu sudah basi,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 56 orang HMJ selingkup FUAD, dan undangan HMJ fakultas lain. Yang boleh mengikuti adalah anggota pengurus HMJ yang telah lolos PKMD (Pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat Dasar). Sementara anggota pengurus DEMA dan HMJ yang baru, harus melalui tahapan PKMD ini.  Acara ini berlangsung 2 hari. Dengan coaching yang ahli dibidangnya. Dibuka oleh pak dekan FUAD, dan diisi materi oleh DEKAN dan pak Yuldhelas. [] (Zafira)

Share:

Darurat Asap Tidak Menciutkan Semangat Mahasiswa PMI untuk Terus Berbagi

BATUSANGKAR. Sekelompok Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar melakukan kegiatan filantropi dalam menyikapi bencana kabut asap yang melanda negeri beberapa waktu ini. Kegiatan dilakukan dengan membagikan masker di beberapa titik di Batusangkar. Kegiatan yang dimulai pada hari Sabtu (14/9) ini menyasar masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di luar ruangan, baik di lapangan ketika bekerja maupun di jalan bagi pengendara. Pembagian masker dilakukan guna untuk meminimalisasi dampak kabut asap yang tidak baik bagi kesehatan, terutama persoalan pernapasan.


Kegiatan relawan semacam ini merupakan sebuah tantangan bagi setiap mahasiswa yang mengambil Jurusan PMI dalam menerapkan ilmu dan teori yang didapatkan di ruang perkuliahan. Ketika di kelas mereka memahami konsep mengenai apa saja yang harus dilakukan di masyarakat dan bagaimana manajemen untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dan di lapangan peserta didik menerapkannya. Penerapan ilmu dalam bentuk kegiatan pemberdayaan merupakan bentuk integrasi antara pemahaman akademik dengan kondisi di lapangan, sehingga pengetahuan yang didapat memadai dan komplit.

Kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok mahasiswa dan dosen jurusan PMI ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi, namun lebih ke arah mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kabut asap dan bagaimana untuk menanggulangi bahaya tersebut. Masker yang dibagikan para pahlawan asap ini didapatkan dari kerjasama antara pihak kampus dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, dan juga disertai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Integrasi yang dijalin bertujuan untuk menanggulangi persoalan masyarakat secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak terkait. 

Irwandi, M.A, Selaku dosen yang ikut membersamai kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran yang sangat baik bagi pengembangan kurikulum PMI terutama mengenai kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. “Belajar tidak saja di kelas, bahkan sebaliknya, mahasiswa PMI belajarnya ya di masyarakat” imbunya. Selaras dengan hal itu, Habalee, Mahasiswa PMI yang berasal dari Thailand, mengaku senang mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi ilmu yang telah dipelajari di kelas. “Ini lagi nyata dan kita dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung” tambahnya dengan wajah yang bahagia.

Kegiatan ini telah dilaksanakan di beberapa tempat di sekitar wilayah Batusangkar, seperti di Sekolah Dasar Negeri 19 Parambahan kecamatan Limo Kaum. Pada hari Sabtu kemarin mereka mendatangi kegiatan PBM di sekolah tersebut dan membagikan masker kepada setiap siswa dan guru yang ada di sana. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai cara menghadapi kabut asap sehingga tidak berdampak buruk pada kesehatan. Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah dan mengapresiasi tindakan mahasiswa yang begitu peduli dengan kondisi masyarakat. Hingga hari ini kegiatan pembagian masker masih berlangsung dan menyasar titik yang lebih banyak lagi guna menebarkan kebaikan yang lebih luas. [] (zain)
Share:

Audit Internal untuk Tingkatkan Kualitas Jurusan KPI


FUAD, BATUSANGKAR – Semangat untuk terus meningkatkan kualitas jurusan terus digalakkan oleh IAIN Batusangkat. Untuk mencapai tujuan tersebut IAIN Batusangkar melakukan audit internal terhadap jurusan-jurusan yang ada. Senin (9/9) audit internal dilakukan di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar.

“Alhamdulillah kita kedatangan tim audit internal. Tentunya jurusan sangat antusias dengan kegiatan ini karena ini berkaitan dengan peningkatan kualitas jurusan untuk ke depannya,” tutur Zulkifli, M.Ag selaku Ketua Jurusan KPI.

Zulkifli menjelaskan, audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi serta merapikan administrasi jurusan. Dengan adanya masukan dan saran dari auditor akan sangat bermanfaat untuk jurusan KPI.

“Dengan begini InsyaAllah kita optimis untuk menyonsong akreditasi jurusan KPI yang lebih baik, sehingga menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa untuk memilih KPI sebagai tujusan perkualiahan mereka,” tutup Zulkifli. [] (fajri)

Share:

Dekan Fuad Dukung Penuh Delegasi Mahasiswa dalam Event Sissca Internasional 2019

TANAH DATAR. Perhelatan even Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnaval (SISSCA) berlangsung meriah pada minggu (8/9) di kawasan Pasar Remaja Sawahlunto. Kegiatan yang menampilkan keberagaman desain Songket Silungkang oleh 100 tim dari mahasiswa asing dan negara tetangga ini disaksikan langsung oleh Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Tak mau ketinggalan, mahasiswa dan mahasiswi dari fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) didelegasikan langsung oleh Dekan Fakultas FUAD, Dr. Adripen,M.Pd. dengan berbekal kamera untuk foto dan video, 8 orang mahasiswa diterjunkan langsung untuk mengikuti kegiatan lomba foto bertajuk karnaval SISSCA 2019 dan kategori objek ombilin coal mining herritage of sawahlunto (OCMHS) sebagai warisan. Sementara untuk lomba video, potensi pariwisata sawahlunto dan event SISSCA menjadi pilihan tema SISSCA 2019. Berbeda seperti tahun sebelumnya, dari data yang diperoleh, setidaknya sudah lebih dari 200 peserta yang mengikuti lomba foto dan video tersebut. “saya sangat mengapresiasi kegiatan SISSCA 2019 karena membantu mahasiswa FUAD sadar akan keragaman budaya yang berasal dari Sawahlunto. 

Even-even seperti ini diharapkan mampu membangun kreatifitas mahasiswa dan menumbuhkan semangat kearifan lokal tetapi ber-reputasi global seperti semangat yang tertuang dalam Visi IAIN Batusangkar” Komentar Adripen saat ditemui secara terpisah. Dilaksanakan untuk yang ke 5 kalinya, even SISSCA mendapat pujian dari Mendikbud Muhadjir Effendy. Dikatakan dalam sambutannya bahwa SISSCA ini merupakan kreatifitas Sawahlunto dalam memberikan nilai tambah atau branding pada Songket Silungkang. Dilanjutkan Muhadjir, memang harus seperti itulah daerah dalam melestarikan sekaligus menjual prospek kekayaan produk lokal. Muhadjir tidak ingin produk lokal kalah bersaing dengan internasional hanya karena tidak ada sentuhan kreatifitas dan inovasi.
 
Pada acara yang dihelat sehari ini, terdapat arak-arakan karnaval parade peserta SISSCA 2019. Dirjen Merek Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM RI menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk Songket Silungkang. Sementara itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyebutkan bahwa Songket Silungkang merupakan warisan mahakarya leluhur Silungkang yang terus dilestarikan sampai sekarang. 
Dari data Humas Sawahlunto, dalam setiap tim, umumnya terdiri dari 5 sampai 7 orang. Untuk kategori eksibisi, ada yang dimeriahkan dari tim mahasiswa asing di Unand, mereka dari berbagai negara, seperti; Jepang, Korea, Thailand, Hamburgh dan lainnya. Kemudian juga ada tim dari negara tetangga kita, yakni Malaysia. 
“saya siap mendukung penuh kegiatan SISSCA 2019, apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk kegiatan ini, silahkan dipenuhi semampunya” pungkas Adripen – (Zafirah)
Share:

Tingkatkan Kerapian Administrasi, Jurusan IAT Laksanakan Audit Internal

BATUSANGKAR. Jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan audit internal pada hari Selasa (3/9).  Audit internal yang dilaksanakan di ruang jurusan IAT tersebut bertujuan untuk melihat kearsipan dan ketertiban administrasi jurusan, baik dari segi kendali mutu maupun dari proses perkuliahan yang dilaksanakan. Pada akreditasi sebelumnya, Jurusan IAT mendapatkan predikat B dari ban PT, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ketertiban administrasi tidak hanya sebatas akreditasi, tapi lebih kepada menjadikannya sebagai rutinitas dan pengendalian administrasi jangka panjang.


Drs. Syamsuwir, M.Ag., selaku ketua jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar di jurusan IAT sudah berjalan sesuai dengan arahan akademik dan rencana strategis fakultas mengenai pengembangan ilmu tafsir dan Alqur’an. Selain itu “audit internal ini kembali mengingatkan agar tetap senantiasa disiplin dan tertib administrasi dalam proses pembelajaran, bahkan ini harusnya dijadikan sebagai kebiasaan, sehingga seluruh program dan kegiatan terdokumentasikan dengan rapi” tambahnya.


Senada dengan hal tersebut, Dapit Amril, M.A, selaku Dosen yang mendampingi audit internal jurusan IAT mengatakan bahwa hasil dari audit internal cukup baik menimbang jurusan IAT merupakan salah satu jurusan yang cukup lama jika dibandingkan dengan jurusan lainnya. Audit internal ini menjadi suatu reminder untuk pengelola jurusan maupun dosen yang terkait di dalamnya agar senantiasa fokus pada administrasi dan dokumentasi. [] (zain)
Share:

Youtube

Fanspage