Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

DEMA Tumbuhkan Semangat Kepengurusan Lewat Kegiatan PKMM


FUAD, Batusangkar - Mengawali kinerja kepengurusan baru, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar (DEMA FUAD) berinisiatif mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMM). Kegiatan PKMM mengusung sistem up grading dengan tema dan periode kepengurusan yang berbeda. Kegiatan diadakan sejak Jumat hingga Sabtu pada 20-21 September 2019 di Kampus 2 IAIN Batusangkar.
Kegiatan berjalan khidmat dan semangat serta dihadiri oleh jajaran pejabat FUAD, DEMA, serta HMJ. Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh DEMA FUAD tersebut. “Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan skill kepemimpinan. Bagaimanapun kalian-kalian ini akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.


Yuldhelasharmi, S.Ag., SS., MA selaku Kepala Bagian Tata Usaha dan pembina DEMA FUAD juga menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Menumbuhkan Semangat Kepengurusan yang Berkarakter, Berakhlak, Bertanggungjawab, Solutif dan Berjiwa Kreatif  harus dimulai sejak benih-benih kepengurusan baru mulai tumbuh, jangan sampai diakhir kepengurusan, baru mempertanyakan rute map kepengurusannya, itu sudah basi,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 56 orang HMJ selingkup FUAD, dan undangan HMJ fakultas lain. Yang boleh mengikuti adalah anggota pengurus HMJ yang telah lolos PKMD (Pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat Dasar). Sementara anggota pengurus DEMA dan HMJ yang baru, harus melalui tahapan PKMD ini.  Acara ini berlangsung 2 hari. Dengan coaching yang ahli dibidangnya. Dibuka oleh pak dekan FUAD, dan diisi materi oleh DEKAN dan pak Yuldhelas. [] (Zafira)

Share:

Darurat Asap Tidak Menciutkan Semangat Mahasiswa PMI untuk Terus Berbagi

BATUSANGKAR. Sekelompok Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar melakukan kegiatan filantropi dalam menyikapi bencana kabut asap yang melanda negeri beberapa waktu ini. Kegiatan dilakukan dengan membagikan masker di beberapa titik di Batusangkar. Kegiatan yang dimulai pada hari Sabtu (14/9) ini menyasar masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di luar ruangan, baik di lapangan ketika bekerja maupun di jalan bagi pengendara. Pembagian masker dilakukan guna untuk meminimalisasi dampak kabut asap yang tidak baik bagi kesehatan, terutama persoalan pernapasan.


Kegiatan relawan semacam ini merupakan sebuah tantangan bagi setiap mahasiswa yang mengambil Jurusan PMI dalam menerapkan ilmu dan teori yang didapatkan di ruang perkuliahan. Ketika di kelas mereka memahami konsep mengenai apa saja yang harus dilakukan di masyarakat dan bagaimana manajemen untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dan di lapangan peserta didik menerapkannya. Penerapan ilmu dalam bentuk kegiatan pemberdayaan merupakan bentuk integrasi antara pemahaman akademik dengan kondisi di lapangan, sehingga pengetahuan yang didapat memadai dan komplit.

Kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok mahasiswa dan dosen jurusan PMI ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi, namun lebih ke arah mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kabut asap dan bagaimana untuk menanggulangi bahaya tersebut. Masker yang dibagikan para pahlawan asap ini didapatkan dari kerjasama antara pihak kampus dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, dan juga disertai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Integrasi yang dijalin bertujuan untuk menanggulangi persoalan masyarakat secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak terkait. 

Irwandi, M.A, Selaku dosen yang ikut membersamai kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran yang sangat baik bagi pengembangan kurikulum PMI terutama mengenai kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. “Belajar tidak saja di kelas, bahkan sebaliknya, mahasiswa PMI belajarnya ya di masyarakat” imbunya. Selaras dengan hal itu, Habalee, Mahasiswa PMI yang berasal dari Thailand, mengaku senang mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi ilmu yang telah dipelajari di kelas. “Ini lagi nyata dan kita dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung” tambahnya dengan wajah yang bahagia.

Kegiatan ini telah dilaksanakan di beberapa tempat di sekitar wilayah Batusangkar, seperti di Sekolah Dasar Negeri 19 Parambahan kecamatan Limo Kaum. Pada hari Sabtu kemarin mereka mendatangi kegiatan PBM di sekolah tersebut dan membagikan masker kepada setiap siswa dan guru yang ada di sana. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai cara menghadapi kabut asap sehingga tidak berdampak buruk pada kesehatan. Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah dan mengapresiasi tindakan mahasiswa yang begitu peduli dengan kondisi masyarakat. Hingga hari ini kegiatan pembagian masker masih berlangsung dan menyasar titik yang lebih banyak lagi guna menebarkan kebaikan yang lebih luas. [] (zain)
Share:

Audit Internal untuk Tingkatkan Kualitas Jurusan KPI


FUAD, BATUSANGKAR – Semangat untuk terus meningkatkan kualitas jurusan terus digalakkan oleh IAIN Batusangkat. Untuk mencapai tujuan tersebut IAIN Batusangkar melakukan audit internal terhadap jurusan-jurusan yang ada. Senin (9/9) audit internal dilakukan di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar.

“Alhamdulillah kita kedatangan tim audit internal. Tentunya jurusan sangat antusias dengan kegiatan ini karena ini berkaitan dengan peningkatan kualitas jurusan untuk ke depannya,” tutur Zulkifli, M.Ag selaku Ketua Jurusan KPI.

Zulkifli menjelaskan, audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi serta merapikan administrasi jurusan. Dengan adanya masukan dan saran dari auditor akan sangat bermanfaat untuk jurusan KPI.

“Dengan begini InsyaAllah kita optimis untuk menyonsong akreditasi jurusan KPI yang lebih baik, sehingga menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa untuk memilih KPI sebagai tujusan perkualiahan mereka,” tutup Zulkifli. [] (fajri)

Share:

Dekan Fuad Dukung Penuh Delegasi Mahasiswa dalam Event Sissca Internasional 2019

TANAH DATAR. Perhelatan even Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnaval (SISSCA) berlangsung meriah pada minggu (8/9) di kawasan Pasar Remaja Sawahlunto. Kegiatan yang menampilkan keberagaman desain Songket Silungkang oleh 100 tim dari mahasiswa asing dan negara tetangga ini disaksikan langsung oleh Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Tak mau ketinggalan, mahasiswa dan mahasiswi dari fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) didelegasikan langsung oleh Dekan Fakultas FUAD, Dr. Adripen,M.Pd. dengan berbekal kamera untuk foto dan video, 8 orang mahasiswa diterjunkan langsung untuk mengikuti kegiatan lomba foto bertajuk karnaval SISSCA 2019 dan kategori objek ombilin coal mining herritage of sawahlunto (OCMHS) sebagai warisan. Sementara untuk lomba video, potensi pariwisata sawahlunto dan event SISSCA menjadi pilihan tema SISSCA 2019. Berbeda seperti tahun sebelumnya, dari data yang diperoleh, setidaknya sudah lebih dari 200 peserta yang mengikuti lomba foto dan video tersebut. “saya sangat mengapresiasi kegiatan SISSCA 2019 karena membantu mahasiswa FUAD sadar akan keragaman budaya yang berasal dari Sawahlunto. 

Even-even seperti ini diharapkan mampu membangun kreatifitas mahasiswa dan menumbuhkan semangat kearifan lokal tetapi ber-reputasi global seperti semangat yang tertuang dalam Visi IAIN Batusangkar” Komentar Adripen saat ditemui secara terpisah. Dilaksanakan untuk yang ke 5 kalinya, even SISSCA mendapat pujian dari Mendikbud Muhadjir Effendy. Dikatakan dalam sambutannya bahwa SISSCA ini merupakan kreatifitas Sawahlunto dalam memberikan nilai tambah atau branding pada Songket Silungkang. Dilanjutkan Muhadjir, memang harus seperti itulah daerah dalam melestarikan sekaligus menjual prospek kekayaan produk lokal. Muhadjir tidak ingin produk lokal kalah bersaing dengan internasional hanya karena tidak ada sentuhan kreatifitas dan inovasi.
 
Pada acara yang dihelat sehari ini, terdapat arak-arakan karnaval parade peserta SISSCA 2019. Dirjen Merek Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM RI menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk Songket Silungkang. Sementara itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyebutkan bahwa Songket Silungkang merupakan warisan mahakarya leluhur Silungkang yang terus dilestarikan sampai sekarang. 
Dari data Humas Sawahlunto, dalam setiap tim, umumnya terdiri dari 5 sampai 7 orang. Untuk kategori eksibisi, ada yang dimeriahkan dari tim mahasiswa asing di Unand, mereka dari berbagai negara, seperti; Jepang, Korea, Thailand, Hamburgh dan lainnya. Kemudian juga ada tim dari negara tetangga kita, yakni Malaysia. 
“saya siap mendukung penuh kegiatan SISSCA 2019, apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk kegiatan ini, silahkan dipenuhi semampunya” pungkas Adripen – (Zafirah)
Share:

Tingkatkan Kerapian Administrasi, Jurusan IAT Laksanakan Audit Internal

BATUSANGKAR. Jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan audit internal pada hari Selasa (3/9).  Audit internal yang dilaksanakan di ruang jurusan IAT tersebut bertujuan untuk melihat kearsipan dan ketertiban administrasi jurusan, baik dari segi kendali mutu maupun dari proses perkuliahan yang dilaksanakan. Pada akreditasi sebelumnya, Jurusan IAT mendapatkan predikat B dari ban PT, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ketertiban administrasi tidak hanya sebatas akreditasi, tapi lebih kepada menjadikannya sebagai rutinitas dan pengendalian administrasi jangka panjang.


Drs. Syamsuwir, M.Ag., selaku ketua jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar di jurusan IAT sudah berjalan sesuai dengan arahan akademik dan rencana strategis fakultas mengenai pengembangan ilmu tafsir dan Alqur’an. Selain itu “audit internal ini kembali mengingatkan agar tetap senantiasa disiplin dan tertib administrasi dalam proses pembelajaran, bahkan ini harusnya dijadikan sebagai kebiasaan, sehingga seluruh program dan kegiatan terdokumentasikan dengan rapi” tambahnya.


Senada dengan hal tersebut, Dapit Amril, M.A, selaku Dosen yang mendampingi audit internal jurusan IAT mengatakan bahwa hasil dari audit internal cukup baik menimbang jurusan IAT merupakan salah satu jurusan yang cukup lama jika dibandingkan dengan jurusan lainnya. Audit internal ini menjadi suatu reminder untuk pengelola jurusan maupun dosen yang terkait di dalamnya agar senantiasa fokus pada administrasi dan dokumentasi. [] (zain)
Share:

Perluas Kerjasama, Dekan FUAD IAIN Batusangkar Tandatangani MoA dengan Fakultas Dakwah IAIN Padangsidempuan

BATUSANGKAR. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar melakukan MoA dengan Fakultas Dakwah IAIN Padangsidempuan pada hari Senin (2/9) dan bertempat di Ruang Pertemuan Dekan FUAD. Penandatanganan MoA ini merupakan sebagai bentuk kerjasama yang diselenggarakan secara bilateral antara Fakultas dan melahirkan beberapa kegiatan yang dapat menunjang mutu pendidikan dan penelitian. Selain penandatanganan MoA acara ini dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi ringan mengenai program-program yang sekiranya dapat dilakukan bersama ataupun saling memberikan support dan dukungan.


Dalam sambutannya atas tim dari IAIN Padangsidepuan, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan dakwah IAIN Batusangkar, Dr. Adipen, M.Pd., mengatakan bahwa MoA atau kerjasama yang dilaksanakan dengan IAIN Padangsidempuan merupakan sebuah langkah yang baik dalam peningkatan mutu pendidikan terutama kualitas riset dan pengajaran. “dengan adanya kerjasama ini, kita akan semakin mudah untuk melakukan join research ataupun join even, baik dari kerjasama antar fakultas maupun dengan jurusan secara khusus” tambahnya. 


Kerjasama yang dijalin antar lembaga dapat dikatakan sebagai sebuah kemajuan bersama untuk beberapa program terkait. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan adanya kerjasama yang terjalin. Semakin banyak kerjasama yang dilakukan oleh sebuah instansi, dalam hal ini adalah fakultas, sebagai salah satu institusi pendidikan di lingkungan perguruan tinggi, maka akan semakin terlihat bahwa lembaga tersebut berdiri kokoh dan established. [] (zain)
Share:

FUAD IAIN Batusangkar Bekali Generasi Milineal Hadapi Era 4.0


FUAD, Batusangkar - Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah IAIN Batusangkar Hadirkan Prof. Datin Dr. Raihanah Binti Haji Abdullah dari University Of Malaya, Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, MA. Dari ITB Bandung dan Katia Chaterji, Ph.D. dari University Of Washington-Seattle pada International Conference on Religion Social and Humanities yang ke dua yang diadakan pada Rabu hingga Kamis (28-29/8/2019).

Seminar Internasional yang buka langsung oleh Rektor Dr. H. Kasmuri, dengan mengusung tema “Bulding Generation of Civilizations 4:0 Era” membangun generasi paradaban di era Indusri. "Seminar ini untuk menyikapi pengembangan pemikiran dan ikut memberikan kontribusi aktif dalam menemukan solusi yang sistematis secara akademis terhadap berbagai permasalahan generasi bangsa yang popular disebut dengan era industri," ucap Kasmuri.


“Arus Globalisasi terkini yang dijalani generasi milinial merupakan fenomena menarik yang terjadi di masyarakat dunia, gaya hidup, merupakan dampak paling kentar dari fenomena ini, seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik hingga budaya antar satu negara dengan negara laiannya yang dinyatakan tidak memiliki batas. Perubahan dan kemajuan yang luar biasa pada semua elemen masyarakat di era digital ini, dan telah menjadi konsumsi serta memberikan manfaat yang banyak kepada publik secara masal, karena itulah saya selaku Rektor menyambut baik serta memberikan apresiasi tinggi kepada FUAD. Untuk mengangkatkan Seminar Internasional yang ke dua ini," sambung Rektor.


"Untuk itu kami atas pimpinan sangat menyambut baik dan sangat apresiatif dengan diadakanya kegiatan ini, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat strategis dan mampu menjawab serta memberikan solusi terhadap persoalan generasi setiap era-nya,” tutup Rektor.

Dekan FUAD Dr. Adripen, M.Pd mengatakan acara “International Conference on Religion Social and Humanities” kali kedua yang kita adakan di Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah IAIN Batusangkar, dan segaja kita hadirkan narasumber-narasumber yang berkopenten di bidangnya masing-masing yang menyangkut tema yang kita akatkan dalam kegiatan kali ini.


“Seperti Prof. Datin Dr. Raihanah Binti Haji Abdullah dari University Of Malaya, akan mengupas Membangun Generasi Paradaban dalam Perspektif Islam, Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, MA. Dari ITB Bandung akan membicarakan membangun komunikasi Paradaban di era 4.0. sementara itu Katia Chaterji, Ph.D. dari University Of Washington-Seattle akan membahas Membangun Generasi Paradaban di era 4.0 Perspektif Sejarah, dan Dr. Adripen, M.Pd dari IAIN Batusangkar yang akan mengupas Pendidikan Lebih yang Baik di Paradaban 4.0.”tutup Adripen”(hm/dn)

Share:

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan


FUAD, Batusangkar – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas jurusan, IAIN Batusangkar mengadakan audit internal. Kamis (22/8) audit internal dilakukan di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuduluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi yang akan dilakukan tahun ini.

Khairina, SH., MH selaku ketua jurusan IPII menyambut baik kedatang tim audit dari IAIN Batusangkar. Menurutnya, audit ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas jurusan, terutama bagi jurusan akan melakukan akreditasi.

“Kita menyambut baik kegiatan ini. Apalagi tahun ini, jurusan IPII yang sudah tahun ketiga sejak berdiri, akan melakukan akreditasi. Semua kita tentu berharap IPII mendapatkan akreditasi yang bagus,” ujar Khairina.

Selama audit dilakukan, banyak masukan yang diberikan oleh tim auditor, terutama mengenai perbaikan berkas maupun kekurangan data yang dimiliki. “Alhamdulillah kita sangat senang dengan masukan-masukan yang diberikan. Jadinya kita tau data ataupun berkas yang kurang. Ini sangat membantu untuk akreditasi jurusan ke depannya,” tutup Khairina. [] (fajri)

Share:

Pengenalan Budaya Akademik Kampus Bagi Mahasiswa Baru FUAD


FUAD, Batusangkar – Memasuki tahun ajaran baru, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menyambut kedatangan mahasiswa baru. Rabu (21/8) para mahasiswa baru tersebut diberikan pengarahan dan pengenalan budaya akademik kampus di IAIN batusangkar khususnya lingkungan FUAD. Pengenalan budaya akademik kampus tersebut dihadiri langsung oleh Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD beserta civitas akademik FUAD.

Adripen mengingatkan para mahasiswa baru untuk sadar akan posisi mereka sebagai mahasiswa, serta tanggungjawan yang harus mereka emban. “Mereka ini bukan siswa-siswa lagi, tapi sudah mahasiswa. Status berbeda tentu tanggungjawab dan cara berpikir juga harus berbeda. Kita ingin para mahasiswa baru ini serius dalam menjalankan peran mereka, tidak hanya kuliah tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.


Adripen menekankan agar mahasiswa serius dalam menimba ilmu di FUAD IAIN Batusangkar. “Mahasiswa ini punya peran penting dalam kemajuan bangsa ini. Merekalah agent of change. Kita tunggu inovasi dan kreatifitas mahasiswa baru ini. Apalagi mereka termasuk generasi milenial yang melek teknologi dan informasi. Jangan sampai kesempatan untuk kuliah di sini disia-siakan,” lanjutnya.

Kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru FUAD tersebut dilakukan sejak pagi hari yang dimulai dengan pengenalan pada masing-masing jurusan bagi mahasiswa baru. Kegiatan pengenalan jurusan sendiri dilakukan oleh masing-masing ketua jurusan yang ada di FUAD. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tersebut paham akan jurusan yang mereka pilih sendiri. [] (fajri)

Share:

Audit Internal Jurusan, PPI Targetkan Segera Penuhi Standar 9

Batusangkar-Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) melaksanakan kegiatan audit internal pada hari ini, Senin 19 Agustus  2019 di ruang pertemuan wakil dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.  Demi melengkapi target borang akreditasi standar 9, kegiatan ini perlu dilakukan mengingat audit ini adalah yang pertama bagi jurusan PPI. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 9 orang termasuk para auditor. Audit internal jurusan PPI menghadirkan auditor dari lingkungan IAIN  Batusangkar yakni Dr. Asmendi, M.Pd dan Dr. Asneli Ilyas, M.A. Adapun tim audit dari jurusan PPI terdiri dari Dewi dahlan M.IP, Tri Yuliana Wijayanti, Ulya Fitri, M.Si.,Mhd. Alfajri Sukri, M.IP., Novi Budiman M.IP serta dihadiri langsung oleh bapak Irman S.Ag.,M.Pd selaku wakil dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) merupakan jurusan yang tergolong baru di lingkungan FUAD sehingga untuk menguatkan standar 9, saran dan perbaikan perlu dilakukan. Audit pertama PPI ini misalnya menargetkan PPI yang jauh lebih baik ke depannya. Karena itu, persiapan pengumpulan dokumen, pembelajaran standar 9 dan pengawasan terhadap perkembangan audit menjadi rutinitas tim audit PPI. Meski mahasiswa PPI baru pada angkatan ke-2 , jurusan PPI telah melakukan cukup banyak kegiatan seperti terlibat langsung dalam FUAD FAIR, acara-acara yang turut mengundang banyak pakar di Sumatera Barat dan luar sumatera, seminar lokal maupun internasional dan masih banyak lagi. Pada pertemuan dan pemeriksaan ini, tim auditor menyampaikan beberapa hal terkait standar 1. pada standar 1, meski masih ada yang perlu diperbaiki tetapi bukan termasuk hal yang prinsip.

 

Secara keseluruhan, poin-poin pada standar 1 sudah terpenuhi dan termasuk mumpuni. Sementara pada standar-standar yang lain, perlu adanya penambahan dokumen-dokumen terkait. Kegiatan ini berjalan dengan humanis, santun tapi santai dan juga tertib.  “untuk kedepannya, persiapkan saja selengkapnya semua hal-hal  terkait yang kemungkinan besar dipertanyakan selama audit” tukas pak Irman. “semoga PPI jauh lebih baik kedepannya dan lebih banyak mahasiswa yang ingin bergabung bersama PPI” pungkasnya. (zafirah )
Share:

Untuk Menghadapi Akreditasi, Jurusan PMI Lakukan Audit Internal

BATUSANGKAR. Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Batusangkar melaksanakan audit untuk persiapan borang standar 7 pada hari Rabu (14/8) di ruang Ketua Jurusan, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi yang akan diajukan pada tahun berikutnya. Jurusan PMI yang sudah berdiri lebih dari 2 tahun yang lalu mendatangkan auditor IAIN Batusangkar, sehingga banyak masukan dan saran yang diberikan untuk perbaikan berkas serta kekurangan data. 


Rahmawati, M.Pd., selaku ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam mengatakan bahwa audit ini dilakukan guna mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi. “meskipun belum tahu mengajukan akreditasi kapan, yang jelas kita harus selalu siap dari jauh-jauh hari” pungkasnya. Persiapan demi persiapan seyogianya menjadi rutinitas dalam administrasi dan manajemen jurusan, sehingga ketertiban administrasi jurusan akan terlihat sepanjang waktu. “Bukan berarti kalau kita tidak mengajukan akreditasi, cuek-cuek aja” tambahnya di akhir sesi audit.
 

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam yang sering dikategorikan sebagai jurusan langka peminat di beberapa universitas mestinya mendapat perhatian khusus, baik dari pengelola maupun dari institut secara lebih luas. Perhatian dapat diberikan berupa pendampingan dan monitoring yang lebih intens sehingga pengembangan keilmuan meningkat dengan pesat, serta dibarengi manajemen jurusan yang epik. Standar yang diberikan ketika akreditasi hanyalah sebagai tools bagaimana sebuah jurusan dapat menjalankan fungsinya, tentunya dibuktikan dengan laporan, arsip dan bukti fisik. [] (zain)
Share:

Rapat PBAK Persiapkan Sambutan Terbaik bagi Mahasiswa Baru

BATUSANGKAR. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar melaksanakan Rapat Persiapan untuk Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada hari Rabu (14/8). Rapat PBAK yang diikuti oleh pimpinan FUAD dan mahasiswa perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dekan. Pertemuan ini membahas kesiapan dan alur koordinasi ketika kegiatan berlangsung. Kegiatan PABK yang merupakan kegiatan wajib tahunan institut salam mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, serta kelengkapan administrasi untuk perkuliahan akan disiapkan secara matang. Koordinasi demi koordinasi dilakukan, baik antar panitia pusat, hingga ke tingkat HMJ demi kelancaran acara yang akan dihelat. 


Rapat yang dipimpin oleh Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FUAD, Fefri Koni, S.HI., M.A., memfokuskan pada schedule yang telah diberikan oleh panitia pusat di tingkat institut. Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu pengenalan mahasiswa baru terhadap kampus dan lingkungan belajar serta kegiatan dan organisasi yang terdapat di IAIN Batusangkar. Dr. Zulkifli M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimana mahasiswa baru mengenali lingkungan dan tempat mereka menimba ilmu hingga kurang lebih 3 hingga 4 tahun ke depan. “Mereka harus memahami di mana mereka berada, dan apa yang harus mereka lakukan, sehingga tujuan mereka menimba ilmu itu tidak sia-sia” ungkapnya.


Selain untuk penyambutan mahasiswa baru, kegiatan PBAK juga dijadikan sebagai tempat bagi HMJ dan Organisasi Mahasiswa lainnya dalam mengenalkan diri dan aktualisasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa baru. Sesuai dengan visi-misi IAIN Batusangkar, bahwa mahasiswa tidak cukup jika hanya melakukan kegiatan kuliah di kelas saja, namun perlu juga adanya penambahan soft-skill yang sangat bermanfaat untuk pengembangan diri. Kegiatan yang dilakukan seperti berorganisasi dan kegiatan lain sesuai dengan minat dan bakat dapat dijadikan sebagai ajang pembuktian bahwa mahasiswa IAIN Batusangkar tidak hanya jago di bidang akademik, tapi juga dapat diandalkan dalam bidang seni, olahraga, organisasi dan lain sebagainya. [] (zain)
Share:

Tingkatkan Kualitas Dosen, FUAD Adakan Rapat Evaluasi Kinerja Dosen


FUAD, Batusangkar – Dalam rangka meningkatkan kualitas dosen, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) melakukan rapat evaluasi kinerja dosen pada Rabu (14/8). Bertempat di Kampus II IAIN Batusangkar, rapat evaluasi dosen dihadiri langsung oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Batusangkar, Dekan FUAD beserta jajaran beserta dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan mengajar di lingkungan FUAD.

Wakil Rektor I Dra. Desmita, M.Si menuturkan, kegiatan evaluasi dosen sangat penting untuk dilakukan agar kinerja-kinerja dosen dapat diukur. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas, dosen juga dituntut untuk bisa berinovasi mengikuti perkembangan zaman. “Kita ingin dengan adanya evaluasi dosen ini bisa menjadi masukan agar dosen-dosen FUAD menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya.

Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan FUAD menekankan pentingnya dosen untuk terus meningkatkan kualitas, bagaimana mendidik dan menghasilkan para mahasiswa yang lebih berkualitas. “Para dosen harus lebih bisa lagi berinovasi, apalagi saat ini kita sudah memasuki industri 4.0 dengan segala kecanggihan dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi. Dosen juga dituntut menjadi panutan bagi mahasiswa,” ujarnya.


Dalam rapat evaluasi dosen dipaparkan hasil penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen yang mengajar di FUAD dengan indikator-indikator yang sudah ditentukan. Penilaian juga dilakukan terhadap dosen-dosen per jurusan yang ada di FUAD.

Selain memaparkan hasil penilaian dosen oleh mahasiswa, dalam kegiatan rapat evaluasi juga dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para dosen. Diskusi dilakukan untuk menampung masalah-masalah yang dihadapi oleh para dosen selama mengajar di FUAD. Dan masalah tersebut akan ditindak lanjuti untuk meningkatkan proses mengajar di FUAD itu sendiri. [] (fajri)

Share:

Mahasiswa FUAD Borong Juara 1 dan Harapan 1 Lomba Film Bung Hatta


FUAD, Batusangkar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar dalam lomba film dokumenter Bung Hatta. Dalam ajang bergengsi tersebut, mahasiswa FUAD berhasil menjadi juara 1 dengan judul karya “Aroma Kopi Hatta” dan harapan 1 dengan judul “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Marapi”. 

Senin (12/8), pengumuman lomba dan serah terima hadiah dilakukan di Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta sebagai penyelenggara. Dr. Adripen, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) sangat bersyukur dengan prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa FUAD ini. 

“Alhamdulillah tentunya ini menjadi prestasi membanggakan bagi IAIN Batusangkar, khususnya bagi FUAD sendiri. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat mahasiswa lain untuk lebih berprestasi lagi,” ungkap Adripen.

Rasa syukur juga datang dari mahasiswa yang terlibat. Syah Alam Viscot sebagai salah satu mahasiswa yang terlibat sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung diproduksinya dua film tersebut. “Tentunya doa, kerja keras serta dukungan semua pihak sangat membantu kami dalam menghasilkan karya ini,” ujarnya.

Alam juga tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada tim yang terlibat dalam dua film tersebut. “Di sini kita ada dua tim yang saling mendukung dan membantu. Film “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Marapi” disutradarai oleh Tiara Ramadhani, kameran yaitu Alex Eka Putra bersama M. Nur Risqan yang juga merangkap sebagai editor. Sedangkan film “Aroma Kopi Hatta” disutradarai oleh Rahma Fitra Yeni dan saya sendiri sebagai kameramen dan editor,” ucapnya.


Alam berharap karya-karya tersebut dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat umum, khususnya masyarakat Minangkabau, dimana tempat Bung Hatta dilahirkan. “Film ini menunjukkan bagaimana difat dan karakter Bung Hatta masih hidup di dalam masyarakat. Semangat kebaikan itu masih ada. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua,” tutupnya. [] (fajri)

Share:

“Aroma Kopi Hatta” Karya Mahasiswa FUAD Raih Juara 1 Lomba Film Bung Hatta


FUAD, Bukittingi – Lagi, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama IAIN Batusangkar dalam lomba fim dokumenter Bung Hatta. Senin (12/8), film berjudul “Aroma Kopi Hatta” karya mahasiswa FUAD berhasil menjadi juara 1 dalam ajang lomba film dokumenter yang diadakan oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta tersebut.


Rahma Fira Yendri salah seorang mahasiswa yang ikut terlibat dalam pembuatan film dokumenter “Aroma Kopi Hatta” sangat bersyukur atas capaian yang ditorehkan oleh mahasiswa FUAD yang terlibat. “Tentunya sangat senang dan bangga, kami dapat mengharumkan nama IAIN Batusangkar khususnya FUAD. Hasil ini, tentu juga tidak lepas dari doa dan dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Fira mengungkapkan, film dokumenter “Aroma Kopi Hatta” diproduksi dengan keseriusan dan dedikasi tinggi dengan beranggotakan Fira sendiri selaku sutradara, Syah Alam Viscot selaku Kameramen dan Editor.


“Film ini kita buat dengan riset lapangan dan informasi-informasi yang diperolehpun akurat. Kita datangi rumah Bung Hatta untuk lebih mengenal bagaimana sosok Bung Hatta. Dan kita datangi juga Nagari Lasi Bukittinggi tempat kita produksi film ini,” terangnya.

Fira menuturkan, film dokumenter “Aroma Kopi Hatta” sendiri mengangkat sisi ekonomi kerakyataan dan perang penting Rumah Baca dalam mengangkat harkat martabat bangsa. “Jadi di Nagasi Lasi Bukittinggi tersebut terdapat yayasan Selaras Alam yang didirikan sebagai bentuk kepedulian dalam memajukan perekonomian masyarakat sekitar dan menjaga alam untuk tetap asri,” lanjutnya.


“Yayasan tersebut diketuai oleh bapak Suhardi Mahmud yang menjadi tokoh inspiratif dalam film ini. Pak Suhardi mendirikan Selaras Alam ini didasari oleh semangat melanjutkan semangat Bung Hatta dalam mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Beliau juga mengangumi Bung Hatta yang dikenal dekat dengan buku,” ujar Fira.

Fira berharap, prestasi yang diperoleh ini mampu menjadi penyemangat bagi mahasiswa lainnya. “Mudah-mudahan ini menjadi pelecut semangat bagi yang lain sehingga IAIN Batusangkar, khususnya FUAD dapat meraih banyak prestasi lagi,” tutupnya. [] (fajri)

Share:

Karya Mahasiswa FUAD Masuk Nominasi Pemenang Lomba Film Dokumenter Bung Hatta


FUAD, Batusangkar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar dalam ajang lomba film dokumenter Bung Hatta. Kamis (8/8), dua film yang diproduksi oleh mahasiswa tersebut mampu masuk sebagai dominasi pemenang di ajang lomba film bergengsi tersebut dan pemenang akan diumumkan pada Senin (12/8) depan.


Ara, salah satu mahasiswa yang terlibat menuturkan, dua film yang masuk dalam dominasi pemenang tersebut berjudul “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Merapi” dan “Aroma Kopi Hatta”. Kedua film tersebut mencoba untuk mengangkat kembali sosok Bung Hatta yang hidup dalam seseorang.

“Memang kita membuat film ini menceritakan bagaimana sosok Bung Hatta masih hidup dalam diri seseorang saat ini. Film “Jiwamu Ada di Gunung Merapi” bercerita tentang sosok Bapak Bustami yang berumur 83 tahun yang hidup sederhana sebagaimana sosok Bung Hatta. Sedangkan film “Aroma Kopi Hitam” bercerita mengenai semangat ekonomi kerakyatan yang dijalankan oleh kelompok Selaras Alam,” terang Ara.


Ara menjelaskan, dalam memproduksi dua film tersebut, tim mereka menelaah informasi mendalam mengenai sosok Bung Hatta dan karakter yang diangkat dalam film. Pengecekan lokasi serta pembuatan naskah juga dilakukan secara serius sehingga menghasilkan film dokumenter yang berkualitas dan mampu membangkikan kembali semangat dan sifat Bung Hatta.

Terdapat dua tim yang terjun dalam pembuatan film. Film “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Merapi” yang beranggotakan Tiara Ramadhani sebagai sutradata, Alex Eka Putra selaku Kameramen bersama M. Nur Risqan yang juga bertugas sebagai editor. Sedangkan film “Aroma Kopi Hatta”  di sutradarai oleh Rahma Fira Yendri, dengan Kameramen dan editor Syah Alam Vistrot.


“Alhamdulillah kita masuk sebagai nominasi. Kita berharap mudah-mudahan Allah berikan hasil yang terbaik ketika pengumuman pemenang nanti. Dan yang terpenting tim sudah bekerja keras untuk memproduksi film tersebut,” tutup Ara. [] (fajri)


Share:

Youtube

Fanspage