Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image"


Batusangkar, Rabu 17 Oktober 2018. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Peluang dan Tantangan Pustakawan Masa Depan”. Diskusi Ilmiah ini menghadirkan narasumber Dra. Nurjani, M.Si yang merupakan salah satu pustakawan nasional. Kiprahnya sudah tidak diragukan lagi dengan banyaknya melakukan pelatihan dan penghargaan yang dimiliki oleh beliau membuat jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengundang beliau sebagai narasumber pada diskusi ilmiah yang di adakan di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).
Dalam diskusi ilmiah ini, beliau menyatakan bahwasanya seorang pustakawan juga harus memiliki personal branding yang baik, sehingga apabila pustakawan tersebut membangun personal citra maka akan menimbulkan good image / citra yang baik. Dengan adanya citra yang baik maka pustakwan dengan sendirinya akan mendapatkan banyak peluang untuk lebih mengembangkan diri dan memperluas kiprahnya di dunia kepustakaan. Selain itu dengan adanya good image ini tidak hanya dapat memberikan peluang, namun juga dapat membantu pustakawan dalam menetralisir tantangan yang akan dihadapi seorang pustakawan.
Ketika suatu citra seorang pustakawan baik di mata pemustaka, maka tantangan yang di hadapinya saat berhadapan dengan pemustaka jauh lebih sedikit, di bandingkan dengan pustakawan yang memiliki citra buruk (negative). Dalam hal membangun sebuah good image, diperlukan sebuah komunikasi yang komunikatif, transparan dan jelas. Contoh ketika seorang pemustaka mengalami situasi kebingungan dalam mencari literature / buku referensi, maka seharusnya seorang pustakawan dapat menjalin komunikasi yang aktif dengan pemustaka lainnya. Sehingga pemustaka mendapatkan literature yang dibutuhkannya. Kemudian dikaitkan dengan transparan dan jelas, seorang pustakawan harus dapat memberikan petunjuk dan aturan saat berada di perpustakaan bagi seorang pemustaka dengan transparan dan jelas.
Sehingga pemustaka dapat memahami aturan, sistem dan perilaku yang harus di lakukan saat berada di perpustakaan. Jika informasi tersebut, tidak disampaikan secara transparan dan jelas maka dapat mengakibatkan miss communication maupun miss understanding. Yang mana hal ini akan merujuk pada kekecewaan, kekesalan dan ketidakpuasaan terhadap pelayanan pustakawan. Sehingga terciptalah sebuah personal citra yang buruk dan mengakibatkan banyak terjadi kesalahpahaman. Jadi, seorang pustakawan haruslah membangun personal citra yang good image, dengan membangun komunikasi yang komunikatif, transparan dan jelas. (opl/san)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

FUAD TV

Fanspage