Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

MUI Sumatera Barat dan Dandim 0307 Tanah Datar berikan Kuliah Umum di IAIN Batusangkar


Batusangkar, Senin 27 Agustus 2018. Dandim 0307 Tanah Datar Letkol. Inf. Edi S Harahap memberi kuliah umum bagi Mahasiswa baru di IAIN Batusangkar. Dalam kuliah umum tersebut Dandim 0307 tampil bersama Buya H. Gusrizal Gazahar Lc. M. Ag. Desmita Wakil Rektor 1 membuka secara umum kuliah umum di IAIN Batusangkar mengatakan kuliah umum suatu kewajiban bagi mahasiswa baru sebelum masuk kuliah di IAIN Batusangkar yang mempunyai filosofi kincir air sementara tema kuliah umum “Peran Perguruan Tinggi Dalam Problem Keumatan”.
Lebih lanjut Desmita untuk mengetahui problem diminta mahasiswa mulai menganalisa dan membaca, seperti saat ini yang lagi booming masalah Islam Nusantara dan masalah cadar, hal itu muncul karena dangkalnya pemahaman agama.
Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Edi S Harahap dalam kuliah umum itu menyampaikan makalah silaturahmi kebangsaan. Menurut Edi dihadapan ribuan mahasiswa bangsa harus memiliki karakter karena negara yang tidak memiliki karakter pecah pasalnya tidak punya komitmen karakter kebangsaan, sementara negara-negara kecil yang mempunyai karakter dapat bertahan.
“Kuliah di IAIN bisa menjadi apa saja, selama kita punya kemampuan dan kemauan. Saat ini banyak Dandim yang dulunya kuliah di IAIN”, ujar Edi. Kalau dikaitkan dengan bela negara, seluruh warga negara berkewajiban melakukan bela negara sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing. “Kita harus mempunyai visi dan misi dalam hidup”, ujar Edi. Akan menjadi kerawanan bila mahasiswa tidak memiliki visi dan misi disamping itu kita harus bangga menjadi warga negara RI tambahnya.
Sementara bicara keumatan kita tidak terlepas membahas kebangsaan dengan ideologi Pancasila. Indonesia lahir dengan kehendak hidup bersama. “Kita membingkai masalah Islam dengan Bhineka Tunggal Ika. Masalah keumatan bisa menjadi masalah kebangsaan dan Ibu Pertiwi sedang menangis karena generasi muda kehilangan jatidiri”, ujar Dandim.
Mahasiswa sebagai generasi terpelajar jangan gampang terprovokasi dengan berita-berita hoak, maka harus bijak dalam menyikapinya dengan memproteksi diri dan bijak dalam menganalisa. Edi juga menghimbau mahasiswa tidak mendekati narkoba, apalagi mengunakannya sekali terjerat narkoba dan mengunakan narkoba, maka akan sulit untuk lepas, selanjutnya yang perlu dijauhi LGBT, karena hal itu merupakan penyakit menular.
KKN juga suatu hal yang harus dijauhi, seperti yang kita lihat saat ini banyak Kepala Daerah yang terkena OTT karena kasus korupsi. Jangan sampai nilai sosial yang dikembangkan justru keserakahan Pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moralitas dengan mengunakan cara tidak terpuji, agama tanpa pengorbanan, politik tanpa prinsip. Dandim mencontohkan pasangan serasi itu sepatu tidak sama dan seiring tapi dapat mencapai tujuan. Perguruan tinggi harus melahirkan generasi yang berkarakter jangan pernah merubah negara, tapi robahlah diri sendiri.
Sementara Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc. M. Ag. dalam kuliah umumnya menyampaikan perguruan tinggi Islam dalam menghadapi problema umat merupakan istilah yang sering digunakan ulama. Ketika kita bicara umat, kita tidak bicara umat Saudi, Mekah ataupun Indonesia, tidak ada yang berhak menisbahkan umat selain nabi. “Bila ingin menciptakan istilah baru, maka kaji dulu, jangan bingung seperti Islam Nusantara”, ujarnya.
Konsep kenegaraan yang dirumuskan pendiri negara diambil dari Islam, hal ini seharusnya jangan menjadi pertentangan. (tia/anggi)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

FUAD TV

Fanspage