Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Selenggarakan Visiting Doctor dan Penandatanganan MoA


Batusangkar, Selasa 17 April 2018. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menyelenggarakan Visiting Doctor sekaligus penandatanganan Memorandum of Action (MoA) antara Jurusan IPII dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar.
Turut hadir pada acara tersebut Drs. Adripen, M. Pd selaku Dekan FUAD, Dr. Irman, S. Ag., M. Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUAD, Khairina, M. H selaku Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Rahmawati, M. Pd selaku Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Zulkifli, S. Ag., M. HI selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Arif Zunzul Maizal, S. Ag., M. Ag selaku Kepala Bagian Tata Usaha FUAD, Syafrinal S, S. Ag., SS., M. Kom selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Yurdelas Harmi, S. Ag., SS., MA selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Irwandi, M. A. (Koordinator Gugus Kendali Mutu FUAD), segenap staf FUAD beserta staff Dinas Perpustakaan Kabupaten Tanah Datar, dosen, dan mahasiswa IPII.
Dalam sambutannya Drs. Adripen, M. Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar, menyatakan bahwa Visiting Doctor merupakan agenda rutin yang dilakukan FUAD dalam rangka mengupgrade kompetensi mahasiswa pada tiap-tiap jurusan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dalam mewujudkan visi IPII, yakni menjadi jurusan ilmu perpustakaan dan informasi terdepan berbasis teknologi informasi yang integratif, interkonektif, berkearifan global, dan bereputasi global. Diharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa IPII mampu menjadi praktisi tenaga pengelola perpustakaan yang memiliki wawasan global, handal, dan mampu mengelola e-learning serta e-jurnal.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Action (MoA) antara Jurusan IPII yang diwakili oleh Drs. Adripen, M. Pd (selaku Dekan FUAD) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar yang diwakili oleh Marwan, SE (selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar).
Acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Marwan, SE selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar dengan tema “Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Perpustakaan”. Melalui kesempatan ini ia menuturkan bahwa dalam pelaksanaan pemerintahan yang baik (Good Governance) dan bersih dituntut adanya perubahan tatanan manajemen pemerintahan. Salah satu indikator pengukurannya adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat (Public Service). Peningkatan pelayanan ini dapat dilihat melalui pemerintahan yang efektif dan efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel yang didukung oleh peran serta masyarakat sebagai pihak yang mendapatkan layanan. Salah satu jenis pelayanan tersebut adalah perpustakaan. Perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan sebagai pusat literasi informasi dan pusat kegiatan dapat menjadi wahana belajar sepanjang hayat untuk mengembangkan potensi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan minat baca.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Hj. Sri Rohyanti Zulaikha, S.Ag., SIP., M.Si yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus ketua Asosiasi Ilmu Perpustakaan Islam. Pada sesi kedua ini diangkat tema “Aku Bangga Menjadi Pustakawan Jaman Now”. Dalam kesempatan ini ia menjelaskan bahwa masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan, memanfaatkan, dan mendayagunakan perpustakaan. Perpustakaan merupakan wahana belajar sepanjang hayat, mengembangkan potensi masyarakat, dan sebagai wahana pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Ia juga menuturkan bahwa pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan sekaligus pelayanan perpustakaan. Pustakawan tidak hanya harus ahli dalam mengkatalog, mengindeks, dan mengklasifikasi koleksi, namun ia juga dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Pustakawan pada era sekarang ini, tidak hanya sebagai penjaga koleksi tetapi juga sebagai penyedia informasi dari berbagai media informasi. Seorang pustakawan wajib untuk memberikan layanan prima terhadap pemustaka, menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif, memberikan keteladanan, menjaga nama baik lembaga, dan kedudukannya sesuai dengan tugas serta tanggung jawabnya. (tyw)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

FUAD TV

Fanspage