Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar

Pererat Kekeluargaan, FUAD Adakan Upgrading

Batusangkar.FUAD - Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar mengadakan acara upgrading di tiga tempat sekaligus, yakni objek wisata Air Turun, Masjid Tuo, dan Kopi Kawa Daun khas Pariangan pada Kamis (22/7). Dalam acara ini hadir seluruh Civitas Akademika FUAD IAIN Batusangkar yang berjumlah 40 orang.

Untuk menemukan keseimbangan dalam kesejahteraan setiap civitas akademika FUAD, diakan sebuah kegiatan upgrading di sela-sela padatnya kegiatan yang ada, upgrading ini bertujuan  untuk membangun kesolitan antara suatu tim, meskipun terkesan menyenangkan namun mengandung unsur kebersaman yang dapat merefresh ulang sel syaraf yang penat dan mempererat hubungan yang renggang karena rutinitas masing-masing.  Pimpinan, dosen dan tendik selingkup FUAD menghadiri acara tersebut dengan antusias, mulai dari pemberian materi dan mengikuti kegiatan outbound. 



"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan patut untuk diteruskan, saya ingin ke depannya kita saling bekerjasama dengan baik tampa harus mencari-cari kesalahan orang lain artinya kita saling bahu-membahu membuat kemajuan FUAD ini di mana FUAD sudah menjadi rumah kedua bagi kita dan kitalah yang berkewajiban untuk memajukannya", ungkap Dekan FUAD Dr. Akhyar Hanif, M.Ag.

Dalam kegiatan ini para civitas akademika diminta untuk melewati beberapa tantangan, seperti melewati jalan yang terjal dimana menuntut kerja sama, kehati-hatian dan kepedulian antara satu orang dengan orang yang lainnya. Melewati beberapa tantangan yang tidak biasa, dan mengosong tema dekat dengan alam, membuat para peserta terlihat menikmati meskipun sudah mengikuti berbagai rancangan kegiatan.



Para panitia merupakan bagian dari civitas akademika FUAD, juga mampu menyusun kegiatan yang cukup rapi. Dengan memanfaatkan lokasi yang tidak berada jauh dari kampus, juga membuat kegiatan ini menjadi lebih ringan namun bermakna. (ZN/JH/MA)


Share:

MLB Prodi PMI : Wagub Sumbar Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri Hadapi Era Society 5.0


Batusangkar.FUAD – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuludin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menggelar acara Webiner Musyawarah Luar Biasa (MLB) Forum Komunikasi Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (Forkommasi) se Sumatera Barat di Auditorium Kampus II IAIN Batusangkar, pada Jum’at (2/7). Hadir sebagai pemateri utama dalam acara ini Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy.

Orang nomor dua di Sumbar yang juga “Milenial Minang” ini menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini masyarakat di dorong untuk dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0. Beliau juga mengatakan “peran Pemerintah dalam memberdayakan masyarakat di Era 5.0 dengan mempertahankan kearifan lokal perlu mengenalkan peran Society 5.0 pada kehidupan sehari-hari, Social Cyber System and Machine Learning in Era Society 5.0”.

Peran milenial (pemuda) sangat berpengaruh terhadap perubahan Era Sosiety 5.0, yaitu mempergunakan teknologi dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu.

Ada tiga hal ditandai dengan akan hadirnya Era Society 5.0, yaitu :

1. Munculnya bisnis baru yang strategi yang lebih inovatif dan Intangible Assets (aset tak berwujud fisik) yang bisa diperjual belikan, seperti aplikasi online.

2. Muncul profesi profesi baru yang sebelumnya dengan berbasis Internet of Thins (IoT), Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan robotika untuk bisa bersaing.

3. Solusi menghasilkan produk unggul yang menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi menggunakan tenaga kerja yang handal dalam IoT.

“Society 5.0 ialah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (IoT), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia,” jelasnya.

Untuk mengatasi itu, tentunya ada tiga kemampuan utama dalam menghadapi society 5.0 yaitu, yang pertama kemampuan memecahkan masalah kompleks dan dapat menjadi problem solver bagi dirinya serta orang banyak. Kedua kemampuan untuk berpikir secara kritis dan peka terhadap kehidupan sosial dan yang ketiga Kemampuan untuk berkreativitas berbasis Internet of Things (IoT).

Selanjutnya Wagub Sumbar yang milenial ini juga menjelaskan menyikapi hal tersebut, peran aktif pemuda di era 5.0 harus memiliki kekuatan moral, kontrol sosial dan bisa menjadi agen perubahan.“Generasi muda harus siap menghadapi era Society 5.0 di Indonesia dengan manfaatkan SDM yang ada, karena SDM di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Society 5.0 sebagai komplemen revolusi Industri 4.0, perlu diarahkan pada generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia dimasa mendatang,” harapnya.

Menurut pandangannya konsep revolusi revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Sebenarnya konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia. “Era 4.0 kita bisa mengakses juga membagikan informasi di internet. Dan Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan”, ungkap Audy.

Ia juga menambahkan bahwa dalam Society 5.0 Berbagai isu sosial akan teratasi dan manusia akan terlepas dari berbagai macam keterbatasan dalam hidup, seperti jarak dan lokasi sudah tidak lagi menjadi kendala. “Nantinya semua langkah kita bisa diketahui melalui JPS, bahkan jarak dan lokasi sudah tidak lagi menjadi kendala, dari segi pengiriman barang, kesehatan, pendidikan, pekerjaan seperti sekarang ini kerja tidak perlu dari kantor (work from home) semua bisa dilakukan secara jarak jauh dari rumah tanpa harus bertemu secara fisik,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Batusangkar, Dr. Marjoni Imamora, M.Sc menyampaikan, bahwa revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan sebagai komponen utama dan Society 5.0 menggunakan teknologi modern dan mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya. “Jika segala kecanggihan teknologi tidak akan membawa manfaat apabila manusia sebagai pengguna tidak dapat mengoperasikannya. Manusia tidak cukup hanya sebatas memahami atau diberikan sebuah sebuah teori saja, harus berpikir kritis, kreatif dan konstruktif,” ujar Marjoni.

Adanya pembaharuan pada era tersebut dapat menghasilkan nilai baru dengan elaborasi dan kerja sama pada sistem, informasi dan teknologi yang juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan atau Human Capital. (ZN/JH). Sumber : Semangatnew.com (BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR)

 

Share:

Rektor IAIN Curup Kunjungi FUAD IAIN Batusangkar

 


Batusangkar.FUAD – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup  Provinsi Bengkulu dampingi Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) kunjungan FUAD IAIN Batusangkar, Kamis (1/7). Kunjungan ini dilakukan untuk menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) terkait Tridharma Perguruan Tinggi.

Sebelumnya, FUAD IAIN Curup sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dan MoA dengan FUAD IAIN Batusangkar, kedatangan kali ini adalah untuk memperbarui kerjasama yang sebelumnya sudah berjalan dengan baik. Rektor IAIN Curup Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag, M.Pd dalam sambutannya di ruang pertemuan Dekan FUAD IAIN Batusangkar menyampaikan, "besar harapan untuk dapat bersinergi dalam pengembangan publikasi artikel Ilmiah terindeks Scopus dan berakreditasi nasional, serta juga Penelitian, Pengabdian dan seminar bersama, antara dosen karyawan dan mahasiswa". Selain itu, beliau juga menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dari FUAD IAIN Batusangkar yang terlihat antusias dengan kunjungan ini.

Dekan FUAD IAIN Batusangkar Dr. Akhyar Hanif, M.Ag menyambut baik kedatangan rombongan dari FUAD IAIN Curup ini. Mengingat MoA dan MoU yang sudah ada ditandatangani oleh Dekan sebelumnya, perlu kiranya dengan pergantian manajemen FUAD untuk memperbarui kerjasama dari kedua Fakultas. "Tentunya, dengan adanya pembaruan dari dokumen kerjasama ini kedua Fakultas dapat saling mendorong dalam kemajuan bersama",ungkap beliau.


Sementara itu, FUAD IAIN Curup yang diwakili Wakil Dekan Akademik Hariyan Toni, S.Sos.I., M.A menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kerjasama dalam hal merdeka belajar antara FUAD IAIN Curup dan FUAD IAIN Batusangkar.

Besar harapan, melalui MoAdan SPK ini kedua Fakultas dapat saling berbagi dalam berbagai hal. Selain itu, pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi antara FUAD IAIN Batusangkar dan FUAD IAIN Curup, hendaknya mampu memberikan terobosan baru dalam dunia pendidikan, dalam mewujudkan program merdeka belajar. (ZN/JH)

 

Share:

Persiapan Magang, FUAD Jalin Kerjasama dengan Berbagai Tempat

 

Sumbar.FUAD – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar jalin kerjasama dengan berbagai tempat di Provinsi Sumatera Barat. Kerjasama ini dilakukan guna mempersiapkan tempat untuk kepentingan magang mahasiswa FUAD. Selain itu, beberapa tempat yang sudah terlebih dahulu terjalin kerjasama dalam bentuk MoU ataupun MoA juga dilakukan penjajakan agar nantinya mahasiswa dapat ditugaskan untuk magang di instansi atau lembaga terkait. Penjajakan sendiri sudah dimulai awal Juni 2021 dan masih berlangsung sampai saat ini.

Salah satu instansi milik pemerintah yang dikunjungi oleh Dosen dan Panitia Magang FUAD adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prov.Sumbar. Kepala Dinas DPMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM menyambut baik kedatangan perwakilan dari FUAD ini, beliau dengan semangat ingin menjalin kerjasama dengan FUAD bukan hanya dalam hal magang, akan tetapi lebih luas lagi yang nantinya dituangkan dalam bentuk MoU ataupu MoA.

Untuk mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), FUAD melakukan kerjasama dan penjajakan ke instansi yang terkait jurusan tersebut. Instansi yang dipilih adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten dan juga Diskominfo milik Provinsi Sumbar.

Magang mahasiswa FUAD ditujukan bukan hanya pada instansi milik pemerintah, nantinya mahasiswa FUAD juga akan ditempat di berbagai tempat di luar instansi pemerintah seperti media massa. Salah satu tempat yang dituju adalah media massa langgam.id yang berlokasi di Kota Padang.


Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) juga sudah menggandeng beberapa perpustakaan yang berlokasi di Batusangkar, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang sebagai lokasi magang mahasiswanya. Diharapkan, dengan terjalinnya kerjasama dengan berbagai tempat ini FUAD lebih maju lagi dari berbagai lini serta nantinya mahasiswa FUAD yang melakukan magang dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dan dapat mendapatkan ilmu-ilmu baru dari tempat magang tersebut. (Zn/Jh)
 

Share:

FUAD Selenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum Jurnalistik Islam

Bukittinggi.FUAD – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar selenggarakan workshop evaluasi dan peninjauan kurikulum dengan tema “Arah Pengembangan Kurikulum Jurnalisitik Islam”, di Hotel Royal Denai Kota Bukittinggi. Workshop ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Rabu 9 Juni 2021 sampai dengan Jumat 11 Juni 2021.

Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama yakni Hasril Chaniago dari Harian Umum Haluan dan Suyanto, PhD dari Universitas Riau. Selain membahas kurikulum, pada worshop ini juga dilaksanaan penyusunan borang untuk persiapan akreditasi empat jurusan yang ada di FUAD yakni Jurusan Psikologi islam, Ilmu Alquran dan Tafsir,Pengembangan Masyarakat Islam, dan Pemikiran Politik Islam. Tentunya agenda ini masih berada di bawah tanggungjawab Wakil Dekan Bidang Akademik Dr.Irman, S.Ag., M.Pd.

Dengan diselenggarakanya worshop ini, Dr.Irman, S.Ag., M.Pd berharap jurusan Jurnalisitik Islam dapat lebih maju lagi untuk kedepannya. “Jurusan Jurnalistik Islam ini memang jurusan baru, akan tetapi dengan tenaga pengajar atau dosen yang ada saat ini saya yakin jurusan ini dapat berkembang lebih maju lagi ke depannya, bahkan bisa menjadi jurusan unggulan untuk IAIN Batusangkar sendiri”.

Sementara itu, Dekan FUAD Dr. Akhyar Hanif, M.Ag mengapresiasi kegiatan workshop ini. “Bukan hanya menambah pengetahuan, kegiatan ini juga dapat menambah keakraban dari keluarga besar FUAD dan tetunya dapat memacu semangat serta motivasi untuk mengembangkan FUAD secara khusus dan IAIN Batusangkar umumnya”, pungkas beliau. selain itu, beliau juga mengungkapkan bahwa jurusan Jurnalistik Islam ini lahir untuk menjawab peluang besar bagi pelaku kreatif media yang di dalamnya termasuk para jurnalis yang akan berkiprah pada dunia media ini.

Workshop ini ditutup dengan penyampaian hasil diskusi dari para dosen Jurnalistik Islam mengenai usulan kurikulum Jurnalistik Islam dan penyampaian hasil kerja setiap tim persiapan akreditasi jurusan. Diharapkan dengan dilaksanakannya workshop ini, jurusan Jurnalistik Islam dapat berkembangan dengan pesat dan lebih baik serta persiapan akreditasi keempat jurusan di FUAD dapat selesai sesuai dengan jadwalnya dan hasil yang didapatkan maksimal. (ZN/JH)

Share:

Youtube

Fanspage